Persiapan Menikah

Tahun pertama pernikahan adalah tahun krusial untuk membentuk ikatan rumah tangga. Setelah menikah, masing-masing pasangan akan dihadapkan pada kondisi yang kompleks. Salah satunya adalah keterbukaan pasangan yang memperlihatkan sisi kekurangan pasangan. Ini rawan menghadirkan stress di awal pernikahan.

Biasanya, munculnya sisi negatif pasangan membuat rasa kecewa. Belum lagi masalah penyesuaian dengan masing-masing keluarga. Adaptasi kebiasaan yang berbeda, rentan menimbulkan stres.

Stress yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif pada psikologis (seperti: cemas, khawatir, depresi, marah, kecewa, murung) maupun fisik (seperti: gangguan tidur, gangguan pencernaan, migrain/sakit kepala).

Semua itu dapat memberikan dampak negatif pada rumah tangga. Jangan sampai stress di awal pernikahan membuatmu putus asa. Karena itu setiap pasangan perlu mengelola stress dengan tepat.

Berikut ini adalah cara mengelola stress dengan tepat menurut  Ike Astuti Dany Rosani, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari APKI, Tim Ahli Psikolog pengasuh rubrik tanya jawab siapnikah.org.

1. Kenali Sumber Stress
Kenali dan pahami bahwa kamu dalam kondisi stress, renungi apa yang membuat kamu stress. Dengan mengenali masalah yang membuatmu stress, kamu bisa mengurainya. Terkadang kita sibuk dengan rasa stress tapi lupa mencari solusinya. Sehingga persoalan bukannya cepat selesai malah menjadi-jadi.

2. Komunikasikan dengan Pasangan
Ambil waktu yang tepat untuk dapat membicarakan masalah tersebut dengan pasangan. Kelola emosimu saat berkomunikasi dengan pasangan. Fokuskan pikiran untuk mencari solusi bukan untuk memaksakan pendapat/keinginan sendiri.

Pillow talk bersama pasangan bisa menjadi salah satu jalan tengah untuk mengurai masalah. Tenangkan pikiran, bicara baik-baik, dan diskusikan rasa stress yang kamu alami. Bagaimanapun berpikir dua kepala lebih efektif daripada kamu pusing stress sendiri. Komunikasi ini juga membuatmu semakin dekat dengan pasangan sehingga kamu merasa lebih aman dan nyaman. Perasaan aman dan nyaman ini bisa menekan stressmu.

BACA JUGA:

3. Kelola Waktu
Buatlah jadwal kegiatan setiap hari sehingga kita dapat mengalokasikan waktu yang tepat dalam mengurus/menjalani aktivitas rumah tangga sehari-hari. Memang setelah menikah kamu memiliki tanggung jawab di rumah. Berbeda dengan masa lajang dimana kamu bisa keluar bekerja kemudian hang out dengan teman-teman.

Sebenarnya tak ada salahnya kamu tetap keluar bersama teman-teman, tapi kurangi frekuensinya. Bukankah kamu dulu ingin menikah karena ingin selalu bersama pasangan? Setelah menikah jadikan waktu bersama pasangan sebagai prioritas. Namun, tetap beri ruang untuk menjadi diri sendiri dengan tetap keluar bersama teman-teman sesekali.

4. Lakukan Kesepakatan Bersama Keluarga
Diskusikan aturan yang diberlakukan dalam rumah tangga dan pembagian tugas yang disepakati bersama untuk menciptakan kondisi rumah tangga yang lebih tertata dan saling bertanggung jawab.

Jika kamu tinggal bersama mertua, kondisi ini lebih rentan membawa stress. Karena tak cuma dengan pasangan, kamu juga harus membuat kesepakatan dengan mertua. Jika terjadi masalah, jangan dihindari. Bagaimanapun kamu sudah memutuskan bersedia tinggal bersama orangtua. Bicarakan, buat kesepakatan agar sama-sama nyaman.

5. Lakukan Kegiatan Bersama Keluarga
Dengan banyaknya rutinitas perlu adanya kegiatan yang dilakukan bersama keluarga untuk menciptakan kebersamaan, keakraban dan refreshing. Seperti: berkemah di dalam rumah/halaman rumah, memasak makanan favorit keluarga bersama-sama, olah raga bersama, membuat perlombaan bersama keluarga yang tetap bisa dilakukan di dalam rumah, dan lain-lain.
Berbincang di saat-saat santai seperti ini lebih memudahkan kita menyampaikan keinginan.

Buat agenda rutin kegiatan bersama keluarga untuk mendiskusikan persoalan keluarga. Jangan tunggu masalah menjadi besar baru membicarakannya. Kelola stress di awal menikah agar pernikahan tetap harmonis.

Leave a comment