Mapan Dulu Baru Menikah (Gambar oleh Frank Winkler dari Pixabay)

Tanya Tim Ahli: Bagaimana cara mengetahui saya siap untuk menikah? AV (laki-laki)

Tim Ahli* Menjawab:
(*Yudho Bawono, S.Psi., M.Si. – Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia)

Saudara AV, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Untuk mengetahui apakah diri kita bisa dikatakan sudah siap menikah atau belum, perlu diketahui bahwa usia ideal untuk menikah sebagaimana disarankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) untuk laki-laki adalah 25 tahun dan perempuan 21 tahun. Mengapa?

Berdasarkan ilmu kesehatan, usia ideal yang matang secara biologis adalah 20-25 tahun bagi perempuan dan usia 25-30 tahun bagi laki-laki (Santoso, 2017). Selain itu, jika mengacu pada tahap perkembangan individu, usia ini berada pada tahap dewasa awal, yang terentang dari usia 18 – 40 tahun (Hurlock, 2009). Menurut Havighurst, tugas perkembangan pada tahap ini adalah memilih pasangan hidup, belajar hidup dengan suami/ istri, mulai membentuk keluarga, mengasuh anak, dan mengelola rumah tangga.

Mengacu pada uraian tersebut, lantas apa yang disebut dengan tugas perkembangan itu sendiri? Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada tahap-tahap atau periode kehidupan tertentu dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat, dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan (Havighurst dalam Hurlock, 2009).

Nah, Saudara AV, dengan mengetahui uraian di atas, Sdr AV dapat bertanya pada diri sendiri:
1. Apakah usiaku sudah sesuai dengan usia yang matang secara biologis dan psikologis?
2. Apakah aku sudah mampu menjalankan tugas-tugas perkembangan sebagaimana diuraikan di atas?

Melalui refleksi diri ini, semoga Saudara AV dapat mengetahui sampai sejauhmana kesiapan Saudara AV dalam menikah. Perlu diketahui bahwa pernikahan tidak hanya sebatas usia biologis yang sudah matang, namun juga matang secara psikologis. Keduanya merupakan satu kesatuan karena pernikahan adalah sebuah tanggung jawab yang besar dalam kehidupan seseorang.

Leave a comment