Pengelolaan keuangan

Dalam tatanan masyarakat Indonesia, bertanya tentang keuangan pasangan sebelum menikah masih dianggap tabu. Seringkali pasangan baru tahu titik kurang lebihnya pasangan secara finansial setelah menikah. Padahal, siap finansial mestinya menjadi salah satu dasar ukuran siap nikah.

Buktinya, banyak pasangan yang bercerai karena kegagalan finansial keluarga. Dikutip dari Hukum Online, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab paling dominan terjadinya kasus perceraian di Indonesia dari tahun ke tahun.

Data dari Pengadilan Agama tahun 2017, menyebutkan, ada 415.848 perkara perceraian yang masuk ke pengadilan agama. Dari angka itu, sebanyak 374.516 perkara sudah diputus. Nah, dari perkara perceraian yang sudah diputus itu, sebanyak 105.266 perkara dipicu oleh masalah ekonomi. Ini adalah penyebab perceraian nomer dua setelah perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

Karena itu, tak ada salahnya mulai membicarakan isu finansial sebelum kamu memutuskan untuk menikah dengan Si Dia. Mencari pasangan yang siap finansial adalah sebuah kewajiban, dengan dasar siap finansial bukan berarti harus kaya. Namun memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan untuk menopang ekonomi keluarga.

Diskusi finansial ini juga menjadi salah satu cara untuk menguji kemampuan komunikasi calon pasangan hidup. Memang masih terkesan tabu, namun jika terbuka artinya saat menikah akan lebih mudah mengatur keuangan bersama.

Mulailah dengan mengetahui pendapatannya. Kamu bisa terbuka dengan pendapatanmu sendiri terlebih dahulu. Lalu susun rencana keuangan bersama di masa depan termasuk aset apa yang ingin kalian miliki berdua. Rencana terdekat yang bisa kalian susun, tentu saja rencana pernikahan.

Tentu saja rencana resepsi pernikahan membutuhkan banyak biaya. Karena itu diskusikan apakah akan memakai resepsi secara besar-besaran, atau hanya sekedar syukuran saja? Berapa biaya dibutuhkan? Darimana sumber dananya? Apakah akah ditanggung berdua atau melibatkan orangtua. Setelah tahu besar biaya yang akan ditanggung barulah kamu dan pasangan bisa memulai mengatur tujuan finansial bersama untuk biaya pernikahaan.

Jangan patah semangat kalau kamu dibilang ‘cewek matre’. Beri penjelasan dengan mengetahui sumber pemasukan masing-masing, berapa jumlah dan kapan biasanya menerima pendapatan tersebut, kamu dan calon pasangan bisa mengetahui gambaran tantangan keuangan di depan.

Kalau masih tertutup dan tidak mau membicarakan persoalan finansial sebelum menikah, bisa jadi pertimbangan ulang untukmu dalam memilih pasangan yang siap menikah.

BACA JUGA:

Selain mengetahui pendapatan, kamu juga bisa diskusikan beban pengeluaraan dan beban hutang. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Selisihnya akan muncul nilai tabungan rutin. Dari sana, kamu bisa memiliki mimpi atau tujuan keuangan bersama bisa membuat Anda dan calon pasangan mengetahui apa saja yang perlu diprioritaskan dan bagaimana strategi pengelolaan keuangan yang paling cocok.

Jadi, yang perlu ditekankan sekali lagi memilih pasangan yang siap finansial untuk menikah bukan berarti memilih pasangan kaya. Tetapi memilih pasangan yang sudah memiliki sumber pendapatan tetap sehingga bisa membuat pengelolaan keuangan keluarga di masa depan.

Yuk, share tulisan tentang siap finansial ini ke keluarga dan teman-temanmu yang berencana menikah. Follow juga akun Instagram @siapnikah_offcial dan klik tanda jempol biru di akun Facebook @siapnikah.org untuk mendapatkan update informasi bermanfaat dan menarik dari siapnikah.org.

 

Leave a comment