Ilustrasi Perceraian

Vinessa Inez, artis pemain sinetron ini menikah muda di usia 20 tahun. Sayangnya pernikahannya tidak berjalan mulus sehingga Inez bercerai ketika berusia 22 tahun. Setelah melalui proses perceraian, kini Inez menjadi single parent untuk anak semata wayangnya.

Lewat Gritte Buka Praktek di kanal Youtube Gritte Agatha, Inez blak-blakan tentang perjalanan hidupnya. Kita bisa memetik hikmah dari pernikahan Inez tersebut. Menikah muda ternyata banyak tantangannya. Yakin mau nikah muda? Belajar dulu yuk dari perceraian Vinessa Inez yang terangkum berikut ini:

  1. Nikah Itu Butuh Kesiapan

Menikah itu butuh kesiapan, karena setelah menikah bukan lagi bicara tentang kamu dan dia tetapi melibatkan keluarga besar. Menikah berarti juga siap hamil dan siap menjadi orangtua. Karena itu, menikahlah ketika siap bukan cuma mengikuti emosi sesaat atau karena bosan ditanya, kapan nikah.

  1. Dengarkan Pandangan Orang Lain

Cinta itu buta, katanya. Ketika sudah cinta, semua hal pada pasangan terlihat indah. Kadang orangtua, saudara, sahabat, dan teman mencoba memberi masukan namun tidak diterima. Semua terasa ideal ketika jatuh cinta. Namun, setelah menikah, semua berubah. Sifat asli muncul setelah masa bulan madu selesai. Akhirnya, datanglah penyesalan.

Ini seperti yang dirasakan Inez yang awalnya menolak menerima masukan orangtua dan teman-temannya. Setelah menikah semua yang dibicarakan orang lain muncul. Karena itu, jangan tergesa-gesa memutuskan pilihan hati.  Tak ada salahnya mencoba mendengarkan pandangan orang lain dan mencari tahu kebenarannya. Lebih baik terlambat menikah, daripada menikah muda namun sia-sia.

BACA JUGA: 

  1. Karir Terhambat

Siap tak siap, ketika kamu menikah muda ada resiko karir terhambat khususnya untuk wanita. Karena masih muda, karir sedang dibangun dan membutuhkan waktu dan keseriusan bekerja. Namun, karena sudah memiliki anak, karir Inez terhambat. Suami berat untuk memberikan izin bekerja. Karena itu, pertimbangkan baik-baik keinginan menikah muda.

  1. Rawan KDRT

Secara umum, remaja yang menikah di usia dini seringkali mengalami masalah perekonomian keluarga sebagai salah satu sumber ketidakharmonisan keluarga. Keluarga perlu memiliki penghasilan secara mandiri dan mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika harapan ini tidak dipenuhi, emosi mengemuka sehingga muncullah KDRT.

  1. Rawan Perselingkuhan

Menikah ketika muda biasanya tidak diikuti dengan kematangan emosi. Ketika menemukan sisi buruk pasangan, rasa kecewa akan memicu perselingkuhan. Kesetiaan pasangan belum teruji jika kamu buru-buru menikah sebelum benar-benar kenal.

“Kesalahan gue yang gue pelajari dari pengalaman ini adalah gue belum cukup kenal pasangan sebelum menikah,” ujar Inez di kanal Youtube Gritte Agatha.

Resiko lain yang mengincar pernikahan dini adalah tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, kematian bayi, serta rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak. Hal ini diperkuat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anak perempuan berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar selama kehamilan atau melahirkan dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun. Sementara yang usia 15-19 tahun kemungkinannya dua kali lebih besar (Bappenas, 2008). Risiko kesakitan dan kematian yang timbul selama proses kehamilan dan persalinan.

Yakin mau nikah muda? Pikir dulu lagi ya. Karena Vinessa Inez sudah melakukannya dan punya dampak negatif yang tak bisa dihindari. Memang tidak semuanya negatif, ada sisi manis yang mungkin tak diceritakan mendetail seperti kisah perceraian. Namun, ada baiknya membuat rencana matang sebelum benar-benar siap nikah, lebih baik bersabar. Yuk, Berencana itu Keren!

Leave a comment