Belajar Menjadi Orang Tua (Foto: Pixabay)

Menjadi orang tua merupakan promosi yang paling berharga di dunia ini. Namun, promosi ini juga membawa tantangan yang tak mudah. Hal ini sering kali membuat para orang tua terutama orang tua baru panik ketika menghadapi segala kondisi berkaitan dengan si kecil.

Dipersiapkan atau tidak, dunia parenting memiliki tantangan dan keasyikan tersendiri. Tidak ada satu solusi untuk permasalahan semua.

Sebab dipersiapkan atau tidak, dunia parenting memiliki tantangan dan keasyikan tersendiri.

Berikut ini beberapa tips parenting terutama untuk orang tua baru agar tidak mudah panik dan dapat melakukan bonding dengan buah hati.

1. Buatlah rutinitas tidur
Membuat rutinitas tidur untuk bayi merupakan salah satu hal terbaik yang dapat kamu lalukan. Rutinitas ini bisa kamu lakukan baik di siang hari maupun di malam hari. Bayi akan tidur dan makan lebih baik ketika rutin melakukannya. Sleep Research Society mencatat, memberi rutinitas waktu tidur malam yang konsisten dengan sendirinya akan bermanfaat dalam meningkatkan berbagai aspek tidur bayi.

Selain itu, seiring bertambahnya usia bayi, akan lebih mudah untuk merencanakan sesuatu. Hal ini karena kamu sudah mengetahui dan dapat memprediksikan waktu tidur siang dan menyusui.

2. Bantu buah hati tertidur sendiri
Susui bayi saat akan memulai rutinitas tidurnya. Apa pun rutinitas itu seperti mandi, bercerita, berpelukan, atau apapun, susui terlebih dahulu, lalu biarkan si kecil tidur dalam keadaan mengantuk.

Jika kamu mulai mengayunkan atau menyusui bayi untuk tidur, itu akan menjadi kebiasaan dan bayi akan selalu membutuhkan bantuanmu untuk tertidur.

3. Selalu bersiap
Saat bayi hingga balita, kamu akan menemukan kondisi berantakan. Satu-satunya hal yang berubah adalah ukuran kekacauan tersebut. Selalu siapkan hati untuk menghadapi kondisi tersebut.

Selain itu, selalu siap saat akan bepergian bersama si kecil. Ke mana pun pergi, pastikan tas popok penuh dengan barang penting seperti popok, tisu pembersih, krim ruam popok, dan pakaian ganti tambahan.

4. Ambil waktu time-out
Berbagai situasi yang datang mungkin saja tidak terkendali, sehingga kamu membutuhkan waktu untuk time-out atau merenung sendiri. Kamu mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan pasangan dan membiarkannya mengambil alih si Kecil sebentar.

Jika kamu membutuhkan beberapa menit untuk diri sendiri, bicaralah. Beristirahat sejenak membantu menjernihkan pikiran dan mengurangi stres. Bayi tidak memerlukan ibu yang sempurna, tetapi ia memerlukann ibu yang bahagia.

Dengan mengetahui tips parenting terutama bagi orang tua baru, diharapkan dapat menghindari beberapa kesalahan saat mengasuh buah hati.

Beberapa kesalahan orang tua baru yang sering sekali ditemui yang pertama yakni cepat panik. “Banyak orang tua baru memiliki reaksi fisik berlebihan saat melihat bayi muntah, dan hal-hal lain. Padahal bayi merasakan kecemasan itu,” kata Leon Hoffman, MD, direktur Pacella Parent Child Center di New York.

Ia mengatakan, orang tua dapat menyia-nyiakan seluruh tahun pertama kehidupan bayi dengan mengkhawatirkan hal-hal kecil. “Kekhawatiran ini menghalangimu untuk menjadi spontan dan menikmati tahun pertama kehidupan bayi Anda. Bayi jauh lebih tangguh daripada yang kita berikan pada mereka,” terangnya.

Kesalahan kedua yakni, membangunkan bayi untuk menyusui. Perawat anak Jennifer Walker, RN mengatakan, bayi yang disusui harus tidur sepanjang malam. Biarkan bayi bangun saat mereka merasakan lapar tanpa harus dibangunkan. “Tetapi ada kesalahpahaman umum bahwa ASI tidak cukup kental untuk membuat bayi melewati malam. Tapi itu mungkin dan bermanfaat untuk bayi dan ibu mereka untuk tidur sepanjang malam,” jelasnya.

BACA JUGA: 4 Tanda Kamu Siap Kamu Jadi Orang Tua

Jennifer mengatakan, kesalahan lain adalah tidak bisa membedakan gumoh dan muntah. Ia mengatakan perbedaan antara gumoh dan muntah adalah frekuensinya, bukan kekuatannya. Muntah benar-benar bisa melintasi ruangan karena tekanannya. Tetapi muntah juga tentang frekuensi.

“Jika bayi muntah dengan virus gastrointestinal, itu akan datang setiap 30 atau 45 menit terlepas dari menyusui. Dan gumoh biasanya berhubungan dengan makan,” jelasnya.

Kesalahan lainnya yakni mengabaikan perawatan mulut. “Banyak orang tua baru tidak memikirkan kesehatan gigi atau mulut bayi mereka sampai semuanya terlambat,” kata Saul Pressner, seorang dokter gigi yang berbasis di New York City.

Bayi tidak pernah terlalu muda untuk mulai mendapatkan kebiasaan kesehatan mulut yang baik. Saul pun memberikan tipss untuk membantu orang tua baru. Jangan berikan susu bayi di tempat tidur setelah giginya erupsi. “Ini akan meningkatkan risiko gigi berlubang,” kata Pressner.

Gunakan kain kasa basah untuk menyeka gusi bayi. Dan mulailah menggunakan sikat gigi saat bayi berusia 1 tahun. Penting juga untuk memastikan anak mendapatkan cukup fluoride. Ini ditemukan secara alami dalam air dan membantu mencegah gigi berlubang.

Kesalahan lainnya yakni mengabaikan pernikahan dan pasangan. John C. Friel, PhD, seorang psikolog berlisensi mengatakan tetap terhubung dalam pernikahan ketika pertama kali memiliki anak sangat penting dan tidak dapat diabaikan. “Setiap kelemahan dalam hubungan itu akan diperbesar dengan memiliki anak. Dan sementara kamu harus banyak fokus pada bayi baru, kamu entah bagaimana harus mempertahankan perasaan sebagai ungkap dia.

Semua orang tua baru pasti merasakan momen yang mendebarkan dan menakutkan, juga kombinasi kegembiraan di satu sisi dan ketakutan serta frustrasi di sisi lain. Dalam hitungan hari, semua informasi yang kaku ketahui seolah menghilang saat menghadapi tantangan pengasuhan anak di dunia nyata.

Tantangan yang datang misalnya soal menyusui. Beberapa hal seperti posisi menyusui yang baik, nyeri, mastitis, suplai ASI rendah, pasokan susu rendah, dan sebagainya merupakan hal-hal yang menakutkan untuk para ibu baru.

Padahal, menyusui adalah keterampilan yang harus dipelajari oleh sebagian besar ibu dan bayi, dan ini membutuhkan latihan yang panjang. Ibu bisa mempercayai feeling saat menghadapi masalah ini.

Tantangan lainnya yakni kurang tidur. Malam tanpa tidur adalah bagian dari menjadi orang tua baru, tetapi kamu akan terkejut betapa cepatnya kamu menyesuaikan diri. Seiring bertambahnya umur bayi, kebutuhan menyusui dan tidurnya akan kamu ketahui. Sehingga kamu bisa menyiasati kekurangan tidur saat dibutuhkan.

Tantangan lainnya yakni penambahan berat badan bayi. Apakah berat badan bayi saya bertambah? Ini adalah perhatian nomor satu setiap orang tua, dan tentunya untuk alasan yang jelas. Tidak seperti ibu yang memberi susu botol, ibu yang menyusui tidak dapat mengukur jumlah susu yang diminum oleh bayinya.

Kemudian soal memperhatikan milestone. Bulan demi bulan, bayi akan menguasai keterampilan penting seperti berguling, duduk tegak, merangkak, berjalan, dan berbicara. Setiap orang tua ingin tahu bahwa bayi mereka berkembang ‘normal’. Tetapi penting untuk diingat bahwa bayi tumbuh dan berkembang pada tingkat yang berbeda, dan kanu harus menghindari membandingkan bayi dengan orang lain. Ingat, tonggak pertumbuhan hanyalah pedoman yang dirancang untuk membantu mengenali keterlambatan perkembangan sejak dini, dan bukan aturan yang baku.

Kekhawatiran lain yang memicu panggilan yang tak terhitung jumlahnya ke dokter adalah warna kotoran. Kotoran bisa terlihat berbeda, misalkan berdasarkan warna dan tekstur tertentu. Pada awalnya, kotoran bayi akan berwarna hitam (mekonium), kotoran hijau (peralihan) datang berikutnya, diikuti dengan kuning (menyusui), atau coklat (diberi susu formula), tergantung pada bagaimana bayi disusui.

Inilah beberapa tips parenting untuk orang tua baru yang harus kamu ketahui. Agar kamu tidak langsung panik.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
2
+1
2
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar