Tips Membuat Anggaran Keuangan Keluarga (Gambar oleh Mohamad Trilaksono dari Pixabay)

Mendengar kata anggaran keuangan keluarga rasanya berat sekali di pikiran. Ribet dan sulit membuatnya, karena itu banyak keluarga yang tidak membuat rancangan anggaran keluarga dan mengelola keuangan dengan mengalir begitu saja. Padahal anggaran keuangan keluarga sangat penting untuk dibuat supaya bisa mencapai tujuan keuangan keluarga.

Sebenarnya, membuat anggaran keuangan keluarga tidaklah sulit. Memang terkesan ribet di awal karena harus membuat rencana besar. Namun, seiring berjalannya waktu, karena sudah terbiasa semua akan menjadi mudah. Kuncinya jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Bagaimana caranya?

Dalam waktu sebulan, catat setiap pengeluaran dari yang paling besar hingga paling kecil. Mulai dari tagihan bulanan, KPR, cicilan kendaraan bermotor, asuransi, biaya sekolah anak, belanja bulanan, hingga hal-hal kecil seperti biaya parkir. Usahakan agar semua pengeluaranmu dalam sebulan tercatat dengan detil.

Mencatat pengeluaran dengan detail adalah langkah awal untuk menentukan anggaran keuangan. Sekarang pisahkan pengeluaran bulanan dalam kategori-kategori tertentu untuk memudahkan klasifikasi (misal: tagihan, belanja, hiburan, dll), lantas jumlahkan semua pengeluaran dalam sebulan.

Saatnya membuat catatan pendapatan setelah catatan pengeluaran selesai. Bisa jadi pendapatan kita tidak hanya dari satu sumber, mengetahui dengan jelas pendapatan pasti tiap bulan akan memudahkan kita membuat neraca pengeluaran yang seimbang.

Sisihkan dulu catatan pengeluaran yang sudah terbuat. Waktunya membuat target keuangan. Buat daftar impian keluarga untuk jangka pendek dan jangka panjang. Dengan memiliki target seperti membeli rumah, mobil, liburan, perjalanan ibadah kamu akan memiliki motivasi untuk menabung. Selain itu siapkan juga nilai dana darurat untuk keluarga.

BACA JUGA:

Buat Quadran Pengeluaran

Kini saatnya membuat daftar alokasi pengeluaran berdasarkan pendapatan dan target. Hal ini akan sangat membantumu untuk menentukan prioritas dalam mengeluarkan uang. Bagi pengeluaran ke dalam empat kuadran: pengeluaran, tabungan (untuk hal darurat), berbagi (menraktir teman/keluarga, sumbangan), dan investasi (untuk masa depan). Tentukan lokasi uangnya dengan sistem prosesntase seperti 80% pendapatan dimasukkan pada kuadran pengeluaran, 5% pada tabungan, 5% pada kuadran berbagi, dan 10% sisanya untuk investasi.

Karena kamu telah menentukan target keuangan, kamu bisa mengatur sendiri prosentase kuadran berdasarkan kebutungan dan keinginanmu. Gunakan rasio ini berapa pun pendapatan yang diterima setiap bulannya, sehingga bila kamu mendapatkan kenaikan gaji misalnya, jangan lantas diartikan bahwa kamu dapat menambah satu lagi cicilan kendaraan, tapi lihat bahwa uang yang dapat ditabung jumlahnya akan semakin besar.

Yang penting adalah dalam menyusun anggaran keuangan keluarga adalah konsisten. Jika dalam daftar anggaran tersebut harus membiayai pengeluaran seperti utang dan menabung, maka kamu harus melanjutkan sesuai yang sudah dianggarkan. Jika masih menghadapi pengeluaran lebih besar maka mulai pegang uang tunai. Setiap minggu ambil uang tunai yang diperlukan untuk biaya yang perlu dikeluarkan. Dengan konsistensi, keuangan keluarga bisa jadi hal yang biasa sehari-hari jadi terkesan sederhana dan tidak rumit lagi.

Leave a comment