Ilistrasi restu terhalang weton (Gambar oleh Ratna Fitry dari Pixabay)

Tanya Tim Ahli: Bapak Ibu yang terhormat. Saya perempuan sudah berusia 37 tahun. Kebetulan keluarga saya dari Jawa yang masih memegang teguh hitung-hitungan weton. Saya sebenarnya sudah ingin menikah, tapi selalu terhalang restu. Setiap kali saya memperkenalkan calon pasangan, Bapak saya selalu punya alasan untuk menolaknya. Alasan utamanya selalu karena hitungan wetonnya tidak cocok.

Sekarang saya sudah disebut perawan tua dan sulit mendapatkan pasangan lagi. Kalaupun saya nanti ada calon pasangan rasanya sulit untuk memberitahu bapak saya. Saya takut ditolak lagi. Saya harus bagaimana? (PW)

Tim Ahli* Menjawab:

(*Sayidah Aulia ul Haque, M.Psi., Psikolog – IPPI) Saudari PW yang terhormat, terima kasih telah berbagi keluh kesah dengan kami. Kami dapat memahami perasaan saudari yang bingung, sedih, dan kecewa menghadapi permasalahan ini. Ada baiknya dalam memandang masalah ini kita juga perlu memahami sudut pandang orang tua Anda. Pada dasarnya apa yang dilakukan oleh orang tua Anda didasari oleh rasa sayang dan mengharapkan kebahagiaan untuk kehidupan Anda selanjutnya.

Rasa sayang yang dimiliki oleh orang tua Anda terasa tidak tepat sampai pada Anda karena didasari dengan value/nilai-nilai yang telah lama dipercayai (dalam hal ini weton) dan bersebrangan dengan keinginan Anda. Di sisi lain, menolak apalagi secara frontal nilai-nilai (weton) yang telah dipercaya oleh orang tua Anda juga bukan pilihan yang bijaksana. Nilai-nilai tersebut telah mendarah daging selama puluhan tahun dan tentu saja bukan hal mudah untuk mengubah langsung dalam hitungan waktu.

Sehingga dalam hal ini saudara perlu menerapkan komunikasi yang efektif, mendengarkan untuk memahami bukan untuk menyela, serta mencari momen yang tepat untuk bicara. Saudari perlu diskusikan dengan santun, kriteria apa saja (dari segi weton) yang sebenarnya diharapkan orang tua, orang tua juga perlu diajak untuk memahami kira-kira seberapa besar kemungkinan untuk bertemu orang yang sesuai persis dengan harapan orang tua, diskusikan juga apakah bila menikah dengan orang yang memiliki weton yang sesuai dengan harapan orang tua maka hidup akan 100% terbebas dari masalah, sebaliknya bila menikah dengan seseorang yang wetonnya tidak sesuai harapan apakah benar hidup akan 100% tidak bahagia.

Yang terakhir Anda juga perlu meyakinkan orang tua Anda (bila suatu saat Anda bertemu seseorang yang akan Anda kenalkan pada orang tua sebagai calon pendamping hidup) bahwa Anda telah mengetahui weton orang tersebut, Anda telah menghitung baik buruknya dan sampaikan kesiapan Anda menanggung konsekuensi yang mungkin akan muncul bila Anda melanjutkan ke jenjang pernikahan. Dengan penjelasan tersebut diharapkan orang tua Anda dapat lebih memahami secara utuh dan yakin bahwa Anda telah siap dan akan baik-baik saja.

Selanjutnya, meski usia pernikahan Anda suatu saat nanti akan sangat berbeda dengan kebanyakan orang lainnya saya berharap Anda tidak perlu berkecil hati apalagi sampai gelap mata hingga memutuskan dengan terburu-buru calon pendamping hidup Anda. Pada dasarnya tidak ada kata terlambat pada peristiwa apa pun dalam hidup kita, semua berjalan di waktu yang tepat sesuai dengan hidup yang telah ditetapkan untuk Anda. Tetap optimis sembari mengisi hidup Anda dengan banyak hal positif lainnya.

 

 

Leave a comment