Tanya Dr Hasto

Tanya Dr Hasto:

Dokter, istri saya sedang hamil, apakah saya bisa berhubungan seksual dengan dia selama kehamilan?

AY, Jakarta

Dokter Hasto Menjawab:

Ini pertanyaan bagus. Saat istri sedang hamil, sebetulnya kalau bisa tidak melakukan hubungan seksual, itu paling bagus. Supaya kehamilannya benar-benar tidak terganggu.

Jadi, kadang memang ada orang mengatakan begini, kalau istri hamil, harus ditambah dengan hubungan seks, supaya bayinya kuat. Itu mitos, tidak benar.

Hanya saja, kami sebagai dokter juga tidak kuasa dan tidak tega untuk melarang hubungan seks dilakukan oleh pasangan yang sedang hamil. Apalagi, hubungan ini kan bisa memperkuat keharmonisan pasangan juga.

Maka, saran saya seperti ini. Pada hamil muda, 1 – 2 bulan, itu kan masih rawan kehamilannya. Jadi, kalau mau berhubungan seksual, jangan sering-sering.

Kemudian saat fase hamil tua, 8 – 9 bulan, itu kalau berhubungan seksual juga bisa memicu bayi lahir prematur, karena rahim istrinya kontraksi, bahkan bisa pecah ketuban.

Baca Juga: Tak Selalu negatif, Ini Hal Positif Saat Kamu Tinggal Bersama Mertua

Penjelasannya seperti ini. Sperma itu mengandung zat Prostaglandin. Jika sperma disemprotkan ke rahim istri, zat Prostaglandin dalam sperma itu bisa membuat kontraksi pada rahim dan kram perut, sehingga bisa merangsang proses persalinan.

Kalau memang sudah waktunya lahir dan lahirnya bisa normal mungkin tidak apa-apa.

Yang berbahaya adalah, rahim sudah kontraksi, ketuban pecah, tetapi belum ada bukaan pada jalan lahir. Ini bahaya sekali karena bayinya sudah kehabisan air ketuban tapi belum bisa lahir.  Ini juga berisiko pada terjadinya infeksi. Jadi harus dihindari.

Baca juga: 3 Tahun menikah tapi Belum Punya Anak, Harus Bagaimana?

Jadi kembali ke pertanyaan tadi, kalau memang suami tidak bisa menahan untuk tidak melakukan hubungan seksual, sebaiknya jangan sering-sering.

Kemudian kalau bisa juga lakukan coitus interuptus (senggama terputus, caranya dengan mengeluarkan penis dari vagina istri sebelum terjadi ejakulasi). Dengan begitu, maka bisa mengurangi risiko terjadinya kontraksi rahim akibat zat Prostaglandin pada sperma.

 

Kamu punya pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, edukasi seksual, perencaan keuangan keluarga, atau tips parenting? Tanyakan langsung ke tim ahli Siapnikah.org.

Caranya, klik kolom Tanya Jawab di bagian kanan atas, lalu tulis nama dan pertanyaanmu. Tim ahli kami yang terdiri dari para pakar akan sigap menjawab pertanyaanmu.

Leave a comment