Pernikahan Abah Sarna dan Noni menikah (Foto: Facebook/Agus Suryajaya)

Bulan October 2020, pernikahan viral Noni dan Abah Sarna jadi obrolan netizen karena mereka menikah dengan terpaut usia yang sangat jauh 57 tahun. Abah Sarna berusia 71 tahun sementara Noni baru berumur 17 tahun.

Foto pernikahan pasangan viral ini dibagikan oleh akun Facebook Agus Suryajaya. Foto pesta pernikahan terlihat lancar tanpa adanya hambatan. Pernikahan berlangsung di Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam unggahan tersebut, Sarna memberikan beberapa alat rumah tangga, seperti kasur, meja dan kursi untuk mempelai wanita. Tak hanya itu saja, Sarna juga memberikan motor Honda PCX berwarna merah keluaran terbaru, menyerahkan mas kawin 11 gram, dan uang sebesar 10 juta rupiah.

Sayangnya, pernikahan mereka kini harus kandas. Kabar perceraian keduanya telah menghebohkan publik karena keduanya hanya bertahan selama 22 hari saja. Sarna menceraikan sang istri dan telah menjatuhkan talak cerai melalui sepucuk surat bermaterai.

Sarna telah melayangkan surat cerai pada untuk Noni pada Jumat (31/10/2020). Surat talak tersebut dibagikan lewat akun Facebook kakaknya Noni, Iyan dan menjadi viral lagi.

Belajar dari pernikahan Abah Sarna dan Noni, cinta memang tidak mengenal usia. Namun, menikah dengan perbedaan usia yang jauh memiliki risikonya sendiri.

BACA JUGA:

Risiko Menikah Beda Usia Jauh

Memang cinta yang kuat menyatukan segala perbedaan, menjembatani kekurangan dan kelebihan pasangan. Namun, tetap saja ada risiko yang tak bisa dihindari ketika kamu dan pasangan terpaut usia sangat jauh.

Salah satunya adalah perbedaan cara bergaul. Secara umum hubungan sosial masing-masing pasangan dengan rekan sebayanya berbeda. Hal seperti itu dapat memicu stres atau mengisolasi. Jika tidak memiliki komitmen yang kuat maka cinta bisa goyah dengan mudah.

Perbedaan usia yang sangat jauh secara otomatis membuat jarak kemampanan finansial yang besar pula. Perlu kedewasaan dan berbesar hati untuk menerima perbedaan status finansial pasangan. Selain itu, untuk perencanaan masa pensiun juga harus detail. Mengingat jarak usia yang jauh, ketika memiliki anak tentu sudah mendekati masa pensiun sehingga harus dipertimbangkan dengan baik.

Dikutip dari Kompas.com, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Emory University di Amerika Serikat, pasangan dengan perbedaan usia satu tahun adalah yang cenderung paling bisa mengatasi masalah-masalah rumah tangga yang ada, dengan hanya 3 persen kemungkinan perceraian.

Angka kemungkinan perceraian naik hingga 18 persen untuk perbedaan usia lima tahun dan 39 persen untuk perbedaan usia 10 tahun. Sementara untuk pernikahan dengan perbedaan usia 20 tahun, tampak lebih suram dengan 95 persen kemungkinan memiliki masalah hubungan akut yang memicu perceraian.

Perceraian itu bisa dipicu oleh orang luar. Keluarga yang tidak setuju, omongan teman dan tentangga bisa membuat hubungan memanas. Seolah mereka selalu punya rasa penasaran terhadap hubungan tersebut. Ketika sosok suami menjadi yang lebih tua, maka suami akan terkesan berposisi sebagai “sugar daddy” sementara sang istri seperti seorang “gold digger”. Sekali lagi, tanpa komitmen yang kuat, hubungan dengan jarak usia yang terpaut jauh memiliki resiko lebih besar bercerai.

Kemampuan Fisik tidak Seimbang

Belum lagi masalah fisik dan fitalitas yang berbeda jauh. Mungkin saat menikah perbedaan fisik tak menjadi persoalan. Namun, seiring bertambahnya waktu pasangan akan lebih cepat menua. Fitalitas, termasuk dalam hubungan seksual, berkurang.

Raga pasangan yang lebih tua memiliki resiko penyakit yang lebih banyak. Keinginan untuk bertualang, menikmati saat bersama pasangan juga mungkin berkurang drastis. Bukannya bersenang-senang, justru harus merawat pasangan yang jauh lebih tua.

Namun, tak ada yang menjamin pernikahan dengan beda usia yang sangat jauh pasti gagal. Kenyataannya, pernikahan dengan beda usia ideal juga banyak yang bercerai. Sebelum memutuskan menikah dengan pasangan yang beda usianya sangat jauh, kenali masalah dalam pernikahan yang akan muncul sehingga bisa bisa diantisipasi.

Cinta saja tidak cukup, perlu komitmen untuk mencapai tujuan dan harapan berumahtangga. Ini berlaku untuk semua pernikahan, baik yang usianya terpaut sedikit maupun pasangan yang usianya terpaut jauh.

Leave a comment