Bahagia setelah menikah adalah tujuan utama. Namun, banyaknya kabar perceraian seringkali membuat orang berfikir ulang untuk menikah. Apakah kamu pernah merasakannya juga?

Jangan terlalu kuatir, karena dalam hidup pasti akan bertemu dengan masalah, maka kita harus selalu berpikir positif dalam menghadapi permasalahan. Dengan siapapun nantinya kamu akan menikah, persoalan tidak akan hilang sama sekali. Karena pada dasarnya menikah adalah menyatukan dua individu yang berbeda.

Dalam melihat masalah kita harus dengan tenang agar dapat berpikir dengan baik bagaimana cara menyelesaikannya dengan baik. Kita harus selalu berpikir bahwa kita mampu melewati masalah itu dengan sebaik-baiknya berdua. Ketika kita punya keyakinan seperti itu maka kita akan bisa melewati semua masalah dengan baik.

Perbedaan satu dengan yang lainnya adalah halyang tidak mungkin dapat dihindarkan, karena dua orang dengan latar belakang yang berbeda pasti akan berbeda dalam melihat sesuatu. Perbedaan itu dapat disikapi dengan tenang dan tanpa emosi,ketika perbedaan itu dihadapi dengan emosi maka akan menimbulkan masalah. Pengelolaan emosi yang tepat sangat mempengaruhi.

Untuk memastikan kebahagian setelah menikah, mulailah untuk berkomunikasi dua arah yang efektif dengan pasangan. Perbedaan itu dapat dikomunikasikan dan dicarikan pemecahannya dengan berkomunikasi dua arah yang efektif.Pasangan bisa saling mengkomunikasikan diawal terkait apa yang disukai dan yang tidak disukai serta bagaimana mengatasi perbedaan tersebut.

BACA JUGA:

Termasuk dalam keinginan dalam berhubungan suami istri, ketika suami atau istri menginginkan sesuatu maka komunikasikan jangan malu-malu agar pasangan paham dengan keinginan kita. Jangan pernah berpikir bahwa pasangan kita harus paham tanpa kita ngomong padanya apa yang kita harapkan atau inginkan. Bicarakan semua apa yang kita inginkan atau harapkan dengan pasangan dan carilah solusi pemecahannya.

Pahami hak-hak suami dan istri sesuai ketentuan dari agama dan hukum yang berlaku, penuhilah hak-hak dengan tanggung jawab yang tinggi. Kewajiban juga demikian, pasangan suami istri harus berusaha memenuhi kewajiban satu dengan lainnya dengan sebaik-baiknya diperkuat dengan tanggung jwab yang tinggi.

Berbagi pekerjaan rumah tangga dengan pasangan dan anak-anak penting untuk dilakukan. Menyapu, mengepel, mencuci pakaian, mencuci piring maupun pekerjaan rumah tangga sehari-hari dapat dilakukan dengan membagi tugas bersama pasangan bahkan dengan anak-anak. Dengan demikian pekerjaan rumah tangga tidak hanya dikerjakan oleh ibu saja.

Tips Pribadi

Meskipun sudah menikah, tetap lakukan kegemaran atau hobi. Hobi akan membuatmu tidak kehilangan pribadimu sendiri. Bisa jadi kegemaran hobi dari pasangan atau anak menjadi hobi baru untuk dilakukan juga. Dengan bersama-sama melakukan kegemaran (hobi) yang baru ini akan menimbulkan kegembiraan tersendiri sehingga mampu mengurangi stres yang muncul.

Jaga komunikasi dengan pasangan agar tetap nyaman. Ngobrol dengan pasangan tidak hanya dilakukan dengan bertanya tentang kabarnya setelah seharian beraktivitas di luar rumah. Menyempatkan diri dan menyisihkan waktu untuk berbincang dengan pasangan tentang topik-topik yang menjadi minat bersama mampu meredakan ketegangan.

Olahraga ringan yang bisa dilakukan bisa untuk mengurai kejenuhan dan menjaga vitalitas tubuh. Cobalah untuk bersepeda atau sekedar jalan pagi di sekitar perumahan atau di taman dekat rumah. Dengan berolahraga ringan dan tidak berlebihan mampu membuat tubuh menjadi lebih bugar dan segar

Yang sering dilupakan adalah memberi waktu untuk diri sendiri. Mintalah waktu pada pasangan untuk sekedar me time beberapa saat. Misalnya di akhir pekan, dengan merawat diri, pergi ke suatu tempat sendiri tanpa pasangan maupun anak-anak, bertemu dengan teman-teman, maupun sekedar rebahan tanpa melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Bahagia setelah menikah perlu diusahakan, jangan sampai rutinitas dalam rumah tangga membuatmu bosan apalagi stress.

 

Leave a comment