Beli Kendaraan

Setelah menikah, kebutuhan kendaraan berubah. Awalnya kendaraan menjadi kebutuhan pribadi, setelah menikah kendaraan menjadi kebutuhan bersama, karena untuk mobilitas bersama pasangan. Mau beli kendaraan motor atau mobil baru? Bisa kok, tapi harus dengan pertimbangan yang matang.

Setelah tinggal bersama, yang harus segera disusun adalah sumber pendapatan keuangan dan tujuan keuangan keluarga. Kamu bisa menetapkan kebutuhan kendaraan sebagai kebutuhan atau keinginan. Kebutuhan artinya kamu memerlukan kendaraan sebagai mobilitas utama, sebagai penunjang pekerjaan untuk mendapatkan nafkah.

Kebutuhan ini bisa bergeser posisinya berdasarkan kondisi rumah tangga. Misalnya, saat awal menikah motor sudah cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ketika memiliki anak kebutuhan ini bergeser menjadi mobil. Karena itu, ketahui dengan benar posisi kebutuhan kendaraanmu.

Jangan terburu-buru memutuskan membeli kendaraan kalau hanya berdasarkan keinginan, apalagi jika tabungan belum cukup lalu memaksa membeli dengan berutang. Beban keuangan akan berat di awal pernikahan jika kamu memaksa membeli kendaraan karena ingin menuruti gengsi saja.

Persiapkan Tabungan dan Investasi

Setelah menetapkan kendaraan sebagai tujuan keuangan keluarga, siapkan tabungan untuk jangka waktu ke depan. Sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Menabung juga perlu komitmen yang kuat agar uang yang sudah dikumpulkan tidak terkikis oleh keinginan-keinginan sesaat. Belanjakanlah tabungan untuk kebutuhan yang mendesak dan memang diperlukan saat itu. Jika tidak ada kebutuhan mendesak biarkan tabungan aman.

Salah satu cara agar tabungan tidak cepat habis adalah dengan berinvestasi. Caranya juga beragam. Bisa dengan membeli properti, emas, atau saham, maupun reksadana. Pastikan dana yang dimiliki bisa menghasilkan sesuatu yang lain.

Untuk urusan tabungan dan investasi, kunci yang harus dipegang adalah disiplin. Gunakan pendapatan sesuai dengan pos-posnya masing-masing.

BACA JUGA:

Rumah atau Mobil Dulu?

Pasangan milenial biasanya mengalami kegalauan yang sama. Membeli rumah dulu atau mobil dulu? Saat baru menikah, hampir setiap pasangan bermimpi tinggal di rumah sendiri serta dapat mengendarai mobil mereka sendiri. Memilih salah satu terlebih dahulu adalah keputusan yang bijak.

Keputusan untuk mendahulukan salah satunya bisa berbeda kondisi setiap pasangan. Buat pasangan yang tinggal bersama mertua, tidak harus memikirkan membeli tempat tinggal, maka kebutuhan mobil bisa langsung menjadi tujuan utama.

Apalagi jika orangtua sudah berusia lanjut dan membutuhkan mobil untuk mobilitasnya. Misalnya untuk ke rumah sakit, tentu mobil menjadi kebutuhan, bukan lagi keinginan. Kamu bisa mendahulukan mobil dalam keadaan seperti ini.

Apalagi mobil yang akan kamu beli sudah direncanakan untuk menambah penghasilan seperti taksi online. Cicilan mobil bisa didapatkan dari penghasilan tambahan. Setelah selesai dengan cicilan mobil, kamu bisa pertimbangkan untuk membeli rumah.

Jika kamu dan pasangan belum menemukan alasan yang kuat untuk membeli mobil saat ini, rumah bisa menjadi prioritas utama. Apalagi jika kamu keluarga perantau yang sudah mantap menetap di suatu kota. Membeli rumah tinggal di kota tersebut tak akan jadi hal yang sia-sia, uang cicilan lebih bernilai investasi daripada harus terus membayang uang kontrakan yang semakin mahal.

Jangan Memaksa

Jangan sampai memaksakan diri, karena akibatnya bisa fatal. Apalagi jika kamu buru-buru mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit mobil sekaligus hanya karena gengsi. Padahal keuangan tidak siap. Kamu pun bisa pusing tujuh keliling. Karena itu, pertimbangkan baik-baik mana yang lebih prioritas.

Prinsipnya total cicilan utang tidak boleh lebih dari 30%, dengan toleransi mentok di 35% dari penghasilan utama keluarga (suami atau istri), bukan penghasilan gabungan. Karena apabila salah satu dari penghasilan hilang, rasio cicilan akan meningkat hingga 50% dari penghasilan. Jadi, hitung dengan cermat.

Jika kamu punya pertanyaan seputar bagaimana mengelola keuangan keluarga atau investasi untuk pendidikan anak, silakan langsung konsultasi, kirim pertanyaanmu ke email admin@siapnikah.org. Tim ahli kami yang memiliki kualifikasi dan sertifikasi perencanaan keuangan, akan menjawab tuntas semua pertanyaanmu.

Leave a comment