Dana Pendidikan Anak (Image by jun0126 from Pixabay)

Begitu kamu dikaruniai anak otomatis kamu akan fokus memikirkan kebutuhan anak. Kebutuhan itu mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan jangka panjang seperti dana pendidikan anak. Hal ini wajar karena kamu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anakmu dan ingin menjamin masa depan buah hati.

Kamu pun perlu menyiapkan dana pendidikan anak mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Biaya pendidikan itu tidaklah sedikit sehingga kamu perlu menyiapkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anakmu kelak. Apalagi biaya pendidikan setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10%.

Dana pendidikan ini bisa kamu siapkan dengan beberapa cara. Kamu bisa membuat tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, deposito, tabungan berjangka, serta investasi. Namun, produk tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan kerap menjadi pilihan masyarakat saat ini.

Dalam menyiapkan perencanaan dana pendidikan, kamu perlua menentukan langkah yang tepat. Diskusikanlah strategi yang pas dengan pasanganmu. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu terapkan ketika merancang dana pendidikan untuk si buah hati.

1. Tentukan dulu sekolah mana yang diinginkan

Dalam merencanakan dana pendidikan, kamu bisa melakukan riset dahulu mengenai sekolah yang diinginkan. Carilah informasi mengenai keunggulan dan kekurangan sekolah negeri, swasta, dan internasional. Informasi yang lengkap akan memudahkanmu mempertimbangkan sekolah mana yang akan kamu pilih untuk anakmu.

Misalnya kamu ingin mendaftarkan anakmu untuk home schooling, kamu juga perlu memahami sistem pendidikannya. Ingat, kamu juga perlu menilik kemampuan finansialmu untuk membiayai pendidikan secara home schooling yang biayanya lebih mahal dibandingkan sekolah umum.

Setelah kamu menentukan jenis sekolah, kamu perlu mencari beberapa pilihan institusinya. Kamu bisa menyusun alternatif dari segi akreditasi, sarana-prasarana, jarak, serta waktu tempuh dari tempat tinggal.

Informasi yang kamu kumpulkan ini akan berguna untuk melihat berbagai perbandingan dari segi kualitas dan segi kuantitas sekolah untuk anak. Kamu juga perlu hitung pula secara rinci total biaya yang dibutuhkan dan mulai siapkan strateginya.

BACA JUGA: Pentingnya Mempersiapkan Dana Darurat untuk Keluarga

2. Perkaya informasi mengenai perkiraan besaran biaya pendidikan.

Kamu perlu memperkaya informasi mengenai besara biaya pendidikan saat mulai merancang dana pendidikan. Setelah menentukan beberapa pilihan sekolah, kamu perlu mencari informasi mengenai biaya sekolah di institusi tersebut.

Poin-poin yang perlu kamu ketahui untuk memetakan biaya pendidikan yaitu uang pangkal, uang bulanan atau SPP, seragam, buku, dan biaya lainnya, seperti ongkos transportasi dan ekstrakurikuler.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, bandingkan antara biaya yang harus kamu keluarkan dengan sarana-prasarana yang akan diperoleh anak. Hasil perbandingan itu menjadi dasar untukmu mengambil keputusan sekolah mana yang terbaik dan yang akan kamu pilih.

Hal penting lainnya yang perlu kamu lakukan adalah menghitung perkiraan biaya pendidikan pada tahun anakmu memasuki sekolah tersebut.

Kamu juga bisa bertanya kepada pihak sekolah soal kebijakan kenaikan biaya. Jika ada kenaikan setiap tahun, tanyakan perkiraannya berapa. Dengan begitu, perencanaan dana pendidikan yang kamu siapkan lebih akurat.

3. Lakukan evaluasi keuangan

Setelah melakukan riset dan perkiraan biaya, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah melakukan evaluasi keuanganmu. Petakan berapa pendapatanmu setiap bulan dan berapa dana yang harus disisihkan dari gaji untuk biaya pendidikan.

Kamu perlu memastikan porsinya sesuai dengan kondisi keuangan keluarga. Jangan sampai dana pendidikan itu mengganggu pengeluaran pokok lain seperti sewa rumah, cicilan utang, dana darurat, dan lainnya.

4. Tetapkan pilihan antara asuransi dan tabungan pendidikan

Kamu bisa memilih antara tabungan dan asuransi pendidikan sebagai instrumen untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Ingat, kedua instrumen itu adalah hal yang berbeda.

Tabungan pendidikan adalah tabungan berjangka yang telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kalau memilih tabungan pendidikan, maka kamu wajib menyetor nominal tertentu setiap bulan hingga waktu jatuh tempo.

Sementara itu, asuransi pendidikan adalah gabungan dari tabungan dengan asuransi jiwa berjangka. Setoran dana akan menjadi jaminan untuk pendidikan anak. Jika terjadi kasus, di mana orang tua meninggal, pendidikan anak akan tetap terjamin.

5. Investasi untuk dana pendidikan

Untuk menyiapkan dana pendidikan, kamu juga bisa mencoba produk investasi antara lain investasi emas atau logam mulia, surat utang negara, produk reksadana. Dari kegiatan investasi, kamu akan memperoleh imbal hasil setiap bulan atau per tahun.

Kalau mau untung maksimal, kamu bisa berinvestasi dalam jangka panjang, yakni 3-5 tahun. Apalagi imbal hasil investasi biasanya lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan.

Bahkan investasi pada produk reksadana dapat memberikan return hingga 20% lebih. Jauh melampaui inflasi yang berkisar 3-5% per tahun. Dapat mengimbangi pula kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata mencapai 10% setiap tahun.

Pendidikan tentu saja sangat penting untuk masa depan buah hati. Untuk itu, tak ada salahnya kalau kamu mulai menyusun rencana dana pendidikan untuk anakmu. Kalau dana sudah tersedia, pendidikan anak akan lancar dan masa depannya akan lebih terjamin.

Leave a comment