Dana Pendidikan (Foto: Pexels)

Saat anak lahir maka akan jadi momen yang membahagiakan setiap orang tua. Tumbuh kembang anak menjadi tanggung jawab orang tua. Hal yang tak boleh dilewatkan juga adalah menjamin masa depan anak dengan pendidikan yang tepat dan terbaik.

Mungkin saat ini kamu belum memikirkan untuk menyiapkan dana pendidikan anak karena anak masih kecil, belum sekolah, atau mungkin belum lahir. Padahal, semakin dini waktunya, maka semakin matang persiapan yang bisa kamu dan pasangan lakukan. Jadi pasangan pengantin baru yang sudah siap memiliki anak sudah harus mulai membuat rencana finansial untuk anak.

Annissa Sagita, konsultan perencana keuangan bersertifikasi Certified Personal Money Manager (CPMM) di IARFC Indonesia mengatakan persiapan dana pendidikan anak penting dilakukan mengingat kenaikan biaya sekolah akan semakin tinggi setiap tahunnya. Menurutnya, kenaikan biaya setiap sekolah dapat berbeda-beda, yaitu berkisar antara 8% hingga 25% per tahunnya.

“Melihat hal ini, penting untuk menyiapkan dana pendidikan anak agar nantinya biaya sekolah anak tidak terbentur kondisi keuangan orang tua,” ungkap dia.

Persiapan dana pendidikan anak dimulai dari menyamakan visi misi orang tua ingin anak masuk ke sekolah seperti apa. Setelah itu, galilah informasi tentang sekolah yang ingin dituju, rencana biaya masuk ke sekolah tersebut, estimasi kenaikan biaya, serta berapa banyak uang yang harus dikumpulkan. Terdengar sederhana, tapi dalam kenyataan, persiapannya harus dilakukan secara matang.

“Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah menyiapkan biaya pendidikan hanya dari jenjang terdekatnya saja. Padahal, seharusnya, persiapan dana pendidikan anak harus dilakukan secara bersamaan. Kalau menyiapkannya satu-satu, ibarat sedang lari nanti tidak sempat napas, sudah dikejar dengan biaya uang pangkal lagi,” ujar dia.

Lalu, saat anak usia berapa paling tepat untuk memulai persiapan dana pendidikan anak? Annissa mengungkapkan usia paling ideal untuk menyiapkan dana pendidikan anak dimulai sejak anak baru lahir.

Namun, dalam beberapa kondisi, hal ini mungkin tidak dapat dilakukan. Tapi tenang saja, tetap ada cara yang bisa dilakukan untuk persiapan dana pendidikan anak, yaitu dengan memerhatikan produk keuangan yang dipilih.

BACA JUGA: Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Bagi Pasangan Muda

Misalnya saja investasi pendidikan berdasarkan usia anak. Menurut Annissa, investasi dibagi menjadi tiga jangka waktu, yaitu pendek, menengah, dan panjang.

Jangka pendek adalah di bawah satu tahun, jadi ketika anak masuk sekolah kurang dari setahun, sebaiknya hindari berinvestasi. Lebih baik gunakan tabungan, deposito, atau simpanan dalam bentuk logam mulia.

Kedua, investasi jangka waktu menengah yaitu mengambil waktu antara 1-5 tahun. Contoh produk keuangannya adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, surat utang negara, dan reksa dana campuran. Terakhir adalah investasi jangka panjang, yaitu mengambil waktu di atas 5 tahun.

Produk keuangannya adalah reksa dana campuran, reksa dana saham, dan saham. Semakin panjang jangka waktu, maka kamu dan pasangan bisa mengambil produk investasi yang semakin agresif.

“Setiap produk investasi memiliki risikonya masing-masing. Jadi, sebaiknya sebelum memilih, perdalam informasi tentang produk yang dipilih dan jangan hanya berdasarkan ikut-ikutan saja. Ingat, berinvestasilah ketika kondisi keuangan sudah sehat, sudah mengerti profil risiko sendiri, dan mengerti cara kerja investasi yang dipilih,” ujar Annissa.

Sebenarnya, tidak ada waktu terlambat untuk memulai persiapan dana pendidikan anak. Asalkan sudah satu visi dan misi dengan pasangan serta pemahaman yang tepat tentang investasi, maka nantinya mampu menyiapkan dana sebaik mungkin.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar