Organ Reproduksi (Gambar oleh Darko Djurin dari Pixabay)

Sudah siap melangkah ke jenjang pernikahan? Bagaimana persiapanmu? Calon pengantin, salah satu persiapan yang jadi modal besar ketika akan menikah adalah menjaga organ reproduksimu.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengatakan calon pengantin (catin) harus memiliki kondisi fisik yang prima, apalagi untuk menjalani kehidupan baru sebagai suami dan istri. “Meskipun fungsi dan organ fisik catin wanita dan pria berbeda, tetapi masing-masing catin harus tahu kondisi dan kesehatan pasangan, termasuk bagaimana menjaganya,” kata dia.

Hasto mengungkapkan pengetahuan catin wanita tentang organ reproduksi sangat penting. Selain untuk aktivitas seksual, kualitas kesehatan organ reproduksi catin akan sangat berpengaruh pada kondisi kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi catin baik wanita dan pria untuk mengenal kondisi organ reproduksinya.

“Pengenalan ini penting agar catin bisa menjaga organ reproduksi dari penyakit seperti infeksi menular seksual. Caranya, dengan menjaga kebersihan alat kelamin catin,” kata dia.

Lalu, apa saja yang perlu disiapkan oleh catin secara fisik? Hal apa saja ya yang bisa dilakukan? Berikut 5 langkah menjaga alat reproduksimu.

1. Usahakan organ kelamin selalu dalam keadaan kering, karena bakteri dan kuman betah hidup dalam keadaan yang lembab.

2. Pastikan untuk membersihkan organ kelamin secara teratur, termasuk setelah buang air besar/kecil dengan cara membasuh dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Bagi catin wanita, tidak perlu memakai sabun khusus kewanitaan, yang penting adalah membersihkan dengan air bersih dan menyeluruh. Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan organ kelamin.

3. Mengganti celana dalam dua kali sehari.

4. Untuk catin wanita, saat menstruasi ganti pembalut setiap 4 jam sekali.

5. Selain itu, untuk wanita ada pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan secara rutin setelah menikah dan aktif secara seksual. Beberapa di antaranya adalah adalah IVA dan papsmear, yaitu pemeriksaan untuk mengetahui adanya risiko kanker serviks.

“Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara gratis di Puskesmas, jadi tidak perlu khawatir. Ingat ya, mencegah lebih baik daripada mengobati, dan pemeriksaan rutin adalah salah satu cara untuk catin mencegah penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi catin,” jelas dia.

Pemeriksaan Kesehatan Lengkap

Hasto menyebutkan, catin sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan umum yang wajib dilakukan sebelum menikah, seperti pemeriksaan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar Hb darah. Selain itu catin juga dapat meminta pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya kelainan genetik yang dapat berpengaruh pada kesehatan catin ke depannya. Ada beberapa penyakit atau kelainan yang berisiko mengganggu kesehatan reproduksi catin dan proses kehamilan nantinya.

“Perlu diketahui, kualitas kehamilan akan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan anak, termasuk juga risiko melahirkan bayi stunting,” kata dia.

BACA JUGA: Sebelum Melakukan Hubungan Seksual, Ketahuilah 3 Nilai Dasar Fungsi Reproduksi Ini

Pemeriksaan kesehatan lanjutan yang bisa dilakukan oleh catin misalnya pengecekan TORCH (toksoplasma, rubela, citomegalovirus, herpes simplex). Bagi catin wanita perlu melakukan imunisasi Tetanus Toksoid (TT). Imunisasi ini penting dilakukan karena pada saat catin pertama kali berhubungan seksual, umumnya organ kelamin mengalami luka akibat selaput darah robek. Luka ini dapat menjadi jalan masuk bakteri tetanus.

Imunisasi lainnya yang cukup penting juga adalah imunisasi HPV, imunisasi ini ditujukan untuk mencegah kanker serviks. “Catin dapat berkonsultasi lebih lanjut ke tenaga kesehatan untuk mengetahui kapan waktu terbaik melakukan pemeriksaan dan imunisasi-imunisasi ini,” papar dia.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu dan pasangan lakukan untuk memastikan kondisi kesehatan organ reproduksi sebelum melangkah ke pernikahan.

Leave a comment