Keuangan Keluarga (Foto: Pixabay)

Pandemi Covid-19 yang turut melanda Indonesia memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Banyak yang kehilangan mata pencaharian, pemotongan gaji, dan masih banyak lagi. Bagi orang yang belum melek finansial dan punya persiapan dana darurat, situasi ini pasti sangat mengganggu kestabilan finansial mereka. Oleh karena itu, penting untuk kita menerapkan gaya hidup hemat atau frugal living.

Frugal living merupakan gaya hidup hemat yang menjadikan seseorang sebisa mungkin untuk memprioritaskan kebutuhan dan mengontrol keinginannya. Kalau seseorang ingin hidup hemat, maka ia harus memikirkan tujuan utama dari berhemat dan cara mengubah mindset keuangan untuk mencapai tujuan tersebut. Pada dasarnya, hidup hemat itu gaya hidup umum yang mendorong seseorang untuk melepaskan sesuatu yang tidak diperlukan.

Banyak yang beranggapan frugal living dan gaya hidup minimalis merupakan hal yang sama. Namun, pada praktiknya, keduanya sangatlah berbeda. Frugal living lebih menekankan bagaimana caranya untuk memperoleh sesuatu dengan cara lebih murah untuk menghemat pengeluaran. Berbeda halnya dengan hidup minimalis yang menekankan gaya hidup simple, bebas stres, dan lebih produktif.

Gaya hidup frugal merupakan reaksi atas suatu masalah keuangan, bukan semata-mata karena kesengajaan. Intinya, cara hidup seperti ini berfokus untuk memangkas dana dan beralih pada pilihan yang lebih murah.

Di sisi lain, minimalisme adalah gaya hidup yang secara sadar dipilih seseorang dan membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar untuk sepenuhnya diterapkan dalam hidup seseorang. Selain itu, minimalis tidak berfokus pada penghematan, melainkan mereka dapat menghabiskan lebih banyak uang terhadap benda yang punya nilai personal tersendiri bagi mereka.

Gaya hidup hemat ini memiliki beberapa manfaat. Frugal living memungkinkan kamu untuk menerapkan prinsip reuse, reduce, dan recycle yang membawa dampak positif untuk lingkungan. Dengan menghemat pengeluaran, artinya kita juga meminimalisir kepemilikan barang dan menggunakannya untuk jangka panjang. Semakin banyak orang menerapkan gaya hidup ini, makin berkurang juga permintaan atas suatu barang, dan dalam jangka panjang dapat mengurangi penggunaan energi serta produksi limbah.

Bergaya hidup mewah tidak seindah kelihatannya. Ada biaya hidup tinggi yang harus dibayar dan tidak selamanya bisa membayar kemewahan tersebut. Apabila bergaya hidup mewah, tetapi tidak sesuai kemampuan, maka setiap bulan kamu hanya akan diliputi rasa stres untuk membayar tagihan.

Frugal living bisa jadi solusi hidup anti-stres yang bisa dicoba. Dengan hidup hemat, seseorang akan menemukan cara hidup sederhana, namun di sisi lain tabungan dan investasi untuk masa depan terus bertambah. Alhasil, hidup terasa lebih nyaman tanpa mengkhawatirkan banyak tagihan di akhir bulan.

Manfaat lainnya yakni, gaya hidup frugal memang bisa menjadi solusi jangka pendek buat seseorang yang membutuhkan dana untuk melunasi utang, cicilan kredit, dan masih banyak lagi. Namun, jika kamu menjadikannya kebiasaan dalam jangka panjang, cara hidup seperti ini akan membantumu meraih tujuan-tujuan di masa mendatang. Dengan menerapkan frugal living sejak usia 20-an, bukan tidak mungkin kamu bisa lebih cepat mencapai kebebasan finansial.

Dengan hidup hemat, kamu punya lebih banyak dana untuk hal-hal penting dan bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, kamu bisa berdonasi untuk kegiatan sosial tertentu.

Bagi kamu yang tertarik menerapkan gaya hidup seperti ini, ada beberapa cara untuk memulainya. Semua dimulai dari hal-hal sederhana.

1. Catat pengeluaran sebelum buat perencanaan
Agar kesehatan finansial terjaga, kamu perlu membuat perencanaan keuangan untuk mengatur alokasi gaji setiap bulannya. Namun, sebelum membuatnya, kamu perlu mencatat secara rinci pengeluaran bulananmu. Barulah setelahnya kita bisa menyusun anggaran dan alokasi gaji sesuai dengan daftar pengeluaran tersebut.

2. Pilih menyewa daripada membeli
Ada beberapa jenis barang yang digunakan pada momen tertentu saja. Contohnya peralatan bayi seperti stroller, gendongan anak, baju bayi, dan masih banyak lagi. Anak akan cepat bertumbuh besar dan barang-barang tersebut pasti tidak berguna lagi. Untuk menghemat pengeluaran, kamu bisa menyewa atau meminjamnya pada kerabat yang anaknya telah beranjak besar. Jadi, pengeluaran bisa ditekan dan bisa kamu alihkan pada kebutuhan pokok bayi seperti susu, bahan makanan MPASI, dan lainnya

3. Membeli barang secondhand (bekas)
Orang yang menerapkan frugal living, biasanya membeli barang berdasarkan kegunaan dan keuntungannya. Bukan suatu masalah besar untuk membeli barang second selama kualitasnya masih bagus dan bisa dipakai dalam waktu yang lama. Selain itu, kamu juga bisa membeli barang dengan harga yang jauh lebih murah daripada barang baru. Misalnya berbelanja baju di thrift store, membeli ponsel atau alat elektronik bekas, dan masih banyak lagi. Cara hidup frugal sederhana seperti ini bisa kamu coba dalam keseharianmu.

4. Membuat daftar menu makanan
Makanan jadi salah satu jenis pengeluaran terbesar. Namun, bagi orang yang menerapkan frugal living, ada trik khusus untuk menekan pengeluaran makanan dan minuman. Ketika merencanakan keuangan selama sebulan, kamu bisa sekaligus membuat daftar menu makanan sehingga bisa tergambar dengan jelas berapa pengeluaran untuk berbelanja bahan makanan.

Untuk urusan jajan kopi dan minuman lainnya, kamu bisa menyetok persediaan kopi di rumah dan membawanya sendiri ketika berangkat ke kantor. Kamu juga bisa memanfaatkan promo dengan mengajak teman sekantor jajan bareng agar minimum pembelian tercukupi.

5. Kurangi langganan bulanan
Pada era modern seperti sekarang, banyak sekali sarana hiburan seperti aplikasi streaming musik dan film yang mengharuskan membayar biaya langganan setiap bulannya. Agar lebih hemat, kamu bisa patungan bersama teman-temanmu untuk membeli paket family. Biasanya dibandingkan paket individu, biaya patungan paket keluarga jauh lebih murah. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk berhenti berlangganan saja jika kamu jarang menggunakan aplikasi tersebut.

BACA JUGA: Kenali Prinsip 10-20-30-40 untuk Mengelola Keuangan Rumah Tangga

6. Fokus pada keuangan masa depan
Kebanyakan dari orang yang menerapkan gaya hidup frugal lebih memikirkan bagaimana kondisi keuangan mereka 10–20 tahun dari sekarang dan mencapai kebebasan finansial saat itu. Makanya tidak heran alokasi dana yang diinvestasikan bisa lebih besar dari alokasi kebutuhan. Kalau kamu berminat untuk menerapkan pola hidup seperti ini, fokuslah pada tujuan untuk bebas finansial di masa depan.

7. Buat menabung jadi lebih menyenangkan
Bagi orang frugal, menabung bukanlah suatu hal yang berat. Meskipun begitu, ada cara supaya kegiatan menabung menjadi lebih menyenangkan. Salah satunya adalah dengan menerapkan cara menabung unik. Sebagai contoh, kamu bisa menabung sesuai angka di tanggal mulai dari nominal Rp1.000 hingga Rp31.000. Selamat mencoba!

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
3
+1
1
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar