Menikah dengan duda

Menikah dengan duda yang memiliki anak tak bisa disamakan dengan menikah dengan lelaki lajang. Sejak awal, kamu harus paham ada tanggungjawab calon suamimu sebagai ayah dari anaknya. Secara otomatis kamu juga harus bersiap menjadi ibu sambung bagi anaknya.

Persiapan menjadi ibu sambung berbeda-beda tergantung apakah anak akan ikut kamu nanti, atau mengikuti keluarga ibu kandungnya. Yang pasti ayah dan anak sudah memiliki pola hubungan sebelum adanya kamu. Juga pos pengeluaran yang dialokasikan khusus untuk anak.

Karena itu, kamu harus bersiap menjadi istri sekaligus ibu. Kamu tidak bisa memisahkan peran itu. Tak cuma persiapkan mental dirimu sendiri, kamu juga harus mempersiapkan mental anak untuk menerimamu sebagai ibu mereka.

Dekati dan ambil hati anak, beritahu tentang rencana pernikahan ayahnya denganmu. Izinkan anak menyampaikan keinginan dan pendapatnya, jangan langsung memaksa mereka untuk menerimamu apalagi memaksa melihat ayahnya langsung menikah denganmu tanpa restu mereka.
Memaksakan pernikahan ketika anak belum memberi restu akan membuat pernikahan tidak tenang karena berisiko konflik. Karena itu bersabarlah dengan anak calon pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.

Cobalah untuk berdiskusi dan bekerjasama dengan calon pasangan tentang pola asuh anak. Apakah anak akan ikut dalam keluarga baru atau ikut keluarga mantan, kewajiban anak apa saja yang harus dipenuhi setiap bulannya.

Harus saling jujur dan terbuka dengan calon pasangan baru agar tidak muncul masalah di kemudian hari. Diskusikan dengan calon pasangan tentang pernikahan yang bagaimana yang akan dijalankan, termasuk pengasuhan anak dan kewajiban lainnya.

Tetap jalankan kewajiban terhadap anak-anak dari pernikahan sebelumnya. Jangan sampai permasalahan anak menjadi ‘kerikil’ dalam rumahtangga yang kamu bina bersama duda.

Jaga Hubungan dengan Mantan

Ketika calon pasangan memiliki anak, mau tak mau kamu harus berhubungan dengan mantan pasangan. Jika perlu hubungi juga keluarga mantan. Mintalah dikenalkan oleh calon pasangan kepada keluarga mantan. Ini untuk mencegah terjadinya masalah terkait hubungan anak dengan keluarga mantan.

Jangan sampai masalah dari pernikahan sebelumnya menjadi permasalah di pernikahan yang baru. Menjaga hubungan baik dengan mantan istri/suami ataupun mantan istri/suami dari pasangan adalah sebuah keharusan. Karena bagaimanapun anak akan mebutuhkan ayah ibu kandungnya, kamu tak bisa menggantikan posisinya.

Hargai keberadaan mereka tapi tak perlu ikut campur bila ada permasalahan yang menyangkut mantan suami/istri pasangan baru.

Sama-sama berkomitmen dan berusaha memperbaiki diri dan belajar dari kesalahan/kegagalan pada pernikahan sebelumnya. Hubungan baik dengan mantan ini juga diperlukan agar tidak terjadi masalah terkait saling memeror atau berebut hak asuh anak.

BACA JUGA: Plus Minus Menikahi Janda

Meyakinkan Keluargamu

Persoalan lain yang harus kamu hadapi ketika menikah dengan duda adalah sulit meyakinkan keluargamu untuk meminta restu. Karena keluarga pasti ingin yang terbaik untukmu, biasanya kamu akan menemui penolakan pertama kali menyampaikan hubunganmu dengan duda.

Perlu usaha lebih untuk meyakinkan bahwa pilihanmu adalah pilihan terbaik untukmu. Selain menerima calon pasanganmu, keluargamu juga harus bersiap menerima anaknya sebagai bagian dari keluargamu.

Karena itu jangan pernah menutupi keberadaan anak ketika meminta izin untuk menikah dengan duda. Sampaikan dengan baik kondisi hubunganmu dengan anak calon suami. Jika keluarga sudah tahu sejak awal, mereka akan menerima keberadaan anak sambung saat kamu menolak.

Ribet dan butuh waktu lama tentu ya. Tapi kamu pasti tidak ingin pernikahanmu gagal seperti pernikahan calon suamimu sebelumnya. Jadi tak ada salahnya kamu mempersiapkan dengan baik rencanamu menikah dengan duda di awal supaya pernikahanmu berjalan mulus.

Leave a comment