Tips menjadi orangtua hebat

Menjadi orangtua hebat bukan perkara gampang. Kamu harus ekstra sabar saat menghadapi anak. Harus bisa menahan emosi agar tidak lepas kendali dan tetap menjadi teladan yang baik bagi anak.

Orang tua punya tanggung jawab mendidik, mengasuh, membimbing, dan memperhatikan kesehatan anak-anaknya. Untuk jadi orang tua yang hebat persiapkan dirimu sebaik mungkin karena anak adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa yang kalian dambakan. Jadi, perlakukanlah anakmu dengan baik.

Perlu kamu pahami, orang tua itu komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga.

Orang tua punya tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh, dan membimbing termasuk memperhatikan kesehatan anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu sehingga anak siap dalam kehidupan bermasyarakat. Karena pengetahuan yang pertama diterima anak adalah dari orang tuanya.

Orang tua sangat berperan dalam pengasuhan buah hatinya. Pengasuhan adalah proses mendidik, mengajarkan dan mencontohkan karakter, kontrol diri, sekaligus pembentukan tingkah laku yang diterapkan orang tua pada anak secara konsisten dari waktu ke waktu.

Ada beberapa jenis pola asuh yang digunakan orang tua dalam mendidik anak.

1. Otoriter
Orang tua otoriter adalah orang tua yang memaksa anak untuk mengikuti apa yang orang tua inginkan. Orang tua akan membuat berbagai aturan yang harus dipatuhi oleh anak tanpa mau tahu perasaan anak.

2. Permisif
Orang tua tidak menetapkan batas-batas tingkah laku dan membiarkan anak mengerjakan sesuatu menurut keinginannya sendiri. Orang tua yang permisif sangat hangat pada anak, tidak menuntut apapun dari anak dan tidak memiliki kontrol sama sekali pada anak.

3. Demokratis
Pola asuh orang tua demokratis sangat menghargai kepentingan anak, tetapi juga menekankan pada kemampuan untuk mengikuti aturan sosial. Orang tua bersikap hangat dan sayang pada anak, namun tidak segan-segan mengharapkan tingkah laku yang baik, tegas dalam menetapkan aturan di rumah, dan memberikan batasan-batasan.

4. Mengabaikan

Orang tua dengan pola asuh ini mengabaikan keberadaan anak, bahkan menunjukkan ketidakpedulian terhadap anak. Mereka tidak mengambil tanggung jawab pengasuhan dan tidak menetapkan aturan-aturan.

Pola Asuh Terbaik

Dari keempat pola asuh di atas, maka pola asuh demokratis dapat membentuk anak yang percaya diri, berakhlak, dan cerdas. Perlu diingat, penerapan pola asuh juga memperhatikan keunikan anak.

Oleh karena itu pola pengasuhan yang efektif adalah dinamis, sesuai kebutuhan dan kemampuan anak. Di dalamnya juga butuh konsistensi ayah dan ibu, teladan positif, komunikasi yang baik, pemberian pujian.

Selain itu, orang tua perlu mengajak anak berpikir ke depan. Kamu juga harus melibatkan anak, sabar, memberikan penjelasan, bersikap realistis, dan menjaga kebersamaan.

BACA JUGA:

Faktor penting lain dalam pengasuhan anak adalah disiplin dan komunikasi. Orang tua perlu menerapkan disiplin dalam membentuk tingkah laku positif dan kebiasaan ibadah yang berkaitan dengan hukum-hukum agama, mengajari anak untuk mengerti petunjuk, peraturan, dan perintah orang dewasa.

Sedangkan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam pengasuhan anak, karena akan menjadikan dasar bagi hubungan anak dengan orangtua. Orang tua juga harus memperhatikan perasaan anak dari bahasa tubuh mereka.

Oleh karena itu, orang tua harus mendengar dengan aktif saat anak mengungkapkan perasaannya. Hal itu bisa kamu kakukan dengan memakai bahasa tubuh yang sesuai, memperhatikan penuh pembicaraan dan meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakan, melakukan kontak mata dengan anak.

Orangtua hebat juga harus mendengarkan perasaan dan perhatikan bahasa tubuhnya. Cari kata yang menggambarkan perasaan anak. Dalam membentuk tingkah laku anak yang positif, anak perlu keteladanan, pembiasaan, dan konsekuensi serta pemberian penghargaan atas tindakannya.

Leave a comment