Mengajari Anak Kata Maaf (Foto Pixabay.com)

Pernah tidak mendapati anak bernuat salah tetapi berlalu begitu saja? Saat ditegur, orangtuanya dengan enteng menjawab ‘namanya juga masih anak-anak’. Padahal meskipun anak-anak mereka juga harus belajar mengucapkan kata maaf ketika salah.

Ini adalah tata krama yang bersifat universal. Selain maaf, kata yang harus bisa diucapkan dengan baik dan benar adalah tolong dan terimakasih. Tiga kata ini sering disebut kata ajaib dalam teori parenting.

Bagaimana perilaku anak dalam bergaul memiliki konsekuensi masing-masing. Bila anak tahu apa yang dilakukannya itu baik, ia akan terdorong untuk melanjutkan apa yang sudah diajarkan. Dan akhirnya, akan menjadi suatu kebiasaan.

Pada prinsipnya, cara seseorang berbicara dan bertindak akan memengaruhi orang lain, sehingga tata krama hidup bermasyarakat perlu dikuasai, tak terkecuali oleh anak. Oleh sebab itu, tidak ada kata terlalu dini bagi anak-anak untuk mempelajarinya.

Semakin dini anak diajarkan mengucapkan kata ajaib, semakin mudah membiasakannya. Jika sudah terbiasa, anak tak perlu lagi disuruh untuk mengucapkan maaf ketika salah, meminta tolong, dan mengucap terimakasih jika mendapat bantuan.

Anak pun lebih mudah bergaul di lingkungan baru, serta membantu ia tumbuh menjadi pribadi yang suka membantu, memiliki rasa hormat serta lebih peka terhadap orang lain. Kelak, anak bisa mandiri bergaul sendiri dimanapun mereka berada. Tidak sulit bagi mereka menyesuaikan diri karena kata ajaib itu membuat orang lain merasa nyaman.

Ikuti tips berikut ini untuk mengajarkan anak mengucapkan kata maaf, tolong, dan terimakasih.

1. Jelaskan Makna dan Fungsinya

Ajarkan anak arti dari kata-kata “ajaib” berikut ini dan beri contoh bagaimana harus memberikan respons ketika mendengar seseorang mengucapkannya.
• Kata terimakasih menunjukkan rasa syukur terhadap suatu kebaikan. Mengajarkan kata ini membuat anak mampu menghargai dan mensyukuri usaha orang lain. Berikan contoh mengucapkan terima kasih dengan senyuman terbaik.
Bagi orang tua dan dewasa lainnya, kata-kata ini menyenangkan dan membuat mereka tahu bahwa anak menyukai apa yang telah diberikan atau dilakukan kepadanya. Di masa depan, kebiasaan mengucapkannya akan membuat orang bersedia untuk kembali membantu anak.
• Kata tolong mengajarkan bahwa orang lain akan mau menolong atau memberikan sesuatu bila caranya sopan, begitupun sebaliknya. Ingatkan juga pada anak bahwa saat meminta tolong ia harus menyampaikannya dengan nada yang lembut.
• Kata maaf merupakan kata yang digunakan sebagai pengakuan kesalahan dan meminta ampunan juga pemakluman. Kata ini dianggap sebagai kata yang paling “menyihir” karena dapat mengurangi dan mengobati rasa sakit pendengarnya, terutama saat anak, secara sengaja maupun tidak, telah menyakiti seseorang.

2. Ajarkan Cara Mengucapkan
Seringkali anak-anak merasa terpaksa mengucapkan kata tolong, maaf dan terimakasih karena tidak memahami fungsinya. Karena itu biasakan memberi penjelasan mengapa anak harus mengatakan kata tolong, maaf, dan terimakasih. Selain itu, ajarkan anak supaya mengucapkan dengan nada lembut dan menjaga kontak mata.

BACA JUGA:

3. Belajar dari Cerita
Membacakan cerita untuk anak diyakini merupakan salah satu cara terbaik untuk menstimulasi kecerdasan anak, termasuk kecerdasan emosional yang terbangun dari tiga kata ajaib ini. Karena itu, ketika membacakan cerita, ajaklah anak menebak kalimat yang akan diucapkan tokoh dalam cerita ketika meminta tolong, meminta maaf, dan berterimakasih.

4. Jadilah Contoh
Kamu bisa melakukan metode role play (bermain peran) dengan membuat skenario meminta maaf untuk si Kecil dan memintanya mempraktikkan yang sudah diajarkan. Ketika anak mulai memahami bahwa kata-kata tersebut menyenangkan orang tua dan orang lain di sekitarnya, maka ia akan terdorong untuk menggunakannya lebih sering lagi.

Jadilah contoh yang nyata bagi anak-anak. Jangan dibela jika memang anak salah, jangan pula diberi pemakluman karena masih anak-anak. Dampingi untuk meminta maaf ketika salah. Begitupun ketika kamu melakukan kesalahan, jangan ragu untuk mengucapkan kata maaf kepada anak. Karena orangtua adalah panutan utama anak, jika orangtua pandai mengucap kata terimakasih, maaf, dan tolong, anak akan mengikutinya dengan bahagia.

5. Bersabarlah
Mengajarkan anak untuk berkata sopan memang tidak mudah, butuh waktu, kesabaran, dan konsistensi untuk bisa memasukan kata-kata tersebut ke dalam kosakata si Kecil dan menjadikannya sebuah kebiasaan. Karena itu bersabarlah. Ajarkan pelan-pelan dan terus menerus. Jika salah, jangan marah, melainkan ajarkan anak minta maaf dan jelaskan kesalahannya dengan baik.

6. Beri Pelukan
Bagi anak-anak, pelukan adalah hadiah terbaik dari orangtua. Karena itu jangan pelit memberikan hadiah pelukan ketika anak bisa mengucapkan tiga kata ajaib dengan benar. Bahkan ketika anak salah kemudian minta maaf, kamu harus sanggup memaafkan dan memberi pelukan. Ajarkan bagaimana memperbaiki kesalahan tersebut, jangan sampai kamu marah, kemudian anak enggan lagi meminta maaf karena reaksi orangtuanya sama saja ketika dia sudah mengumpulkan keberanian untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Leave a comment