Pola Asuh Anak (Foto: Pixabay)

Ada beberapa tipe parenting atau pola asuh yang dapat dipilih atau diterapkan orang tua dalam mengasuh anak. Tidak bisa dikatakan satu tipe pola lebih baik dari lainnya. Semuanya kembali kepada kebutuhan yang paling sesuai dengan anak, orang tua, latar sosial dan budaya, serta faktor-faktor lainnya.

Adapun ketujuh jenis tipe pola asuh itu adalah authoritative, authoritarian, attachment, permissive, free range, helicopter, dan uninvolved/neglectful. Kira-kira mana yang cocok untukmu? Sebelum kamu memilih, mari kita bahas satu per satu mengenai pola asuh ini.

1. Pola asuh authoritative
Authoritative adalah pola asuh di mana orang tua menentukan peraturan dan batasan yang jelas dan konsisten, mempunyai harapan yang beralasan pada anak, serta mendengarkan masukan dari anak.

Keuntungan dari pola asuh ini berdampak positif untuk kesehatan jasmani dan mental yang relatif baik bagi anak. Akan tetapi, pola asuh ini membutuhkan kesabaran yang besar bagi orang tua.

2. Pola asuh authoritarian
Authoritarian atau otoriter adalah pola asuh di mana kamu menentukan peraturan yang ketat dan berharap anak menaatinya. Kamu pun tak segan memberikan hukuman (terkadang berat), serta mempunyai ekspektasi yang tinggi dan berharap anak dapat mencapainya semuanya. Sayangnya, pola asuh ini justru tidak membentuk komunikasi yang terbuka di antara orang tua dan anak.

Banyak orang yang berpikir pola asuh yang keras itu baik dan anak akan tahu batasan yang boleh mereka lakukan. Namun, pola asuh ini membuat anak tidak menganggap orang tua sebagai figur teladan.

Bahkan, anak cenderung lebih banyak terlibat pada perilaku yang tidak baik, seperti merokok, bolos sekolah, dan minum minuman beralkohol. Penelitian yang ada menunjukkan anak dari orang tua yang otoriter lebih mudah depresi dan mempunyai nilai-nilai yang buruk di sekolah.

3. Pola asuh permissive
Permissive adalah pola asuh ketika orang tua tidak menentukan batasan dan tidak mengatur anak, termasuk tidak mengatur keputusan yang diambil oleh anak. Akan tetapi, anak yang diasuh oleh orang tua yang permissive lebih banyak mengalami masalah, seperti lebih stres, obesitas, menjadi korban bullying, dan konsumsi banyak alkohol.

4. Pola asuh attachment
Pola asuh attachment atau terikat adalah ketika kamu mempunyai banyak kontak fisik dengan anak, seperti menggenggam, memegang, bahkan tidur dengan anak. Dalam pola asuh tipe ini, orang tua menanggapi semua kebutuhan anak tanpa keraguan.

Anak yang diasuh dengan pola ini akan cenderung independen, tidak stres, dapat mengatur emosi. Tetapi orang tua bisa jadi tidak punya waktu untuk diri sendiri.

BACA JUGA: Manfaat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

5. Pola asuh helicopter
Orang tua dengan pola asuh helicopter cenderung selalu ingin mengontrol semua situasi. Mereka tidak percaya pada anak, selalu memberi arahan, dan selalu ingin menyelesaikan semua masalah anak mereka.

Orang tua dengan pola asuh ini selalu ingin yang terbaik bagi anak mereka dan tidak mau kesalahan anak memengaruhi masa depan mereka.

6. Pola asuh free-range
Free-range parenting adalah pola asuh di mana anak diberikan ruang berekspresi dan mengambil risiko. Meski begitu, anak tetap dalam pengawasan orang tua, dengan diberikan peraturan dan konsekuensi, dan tanggung jawab.

Memberikan anak-anak kontrol dan tanggung jawab akan membuat mereka tumbuh jauh dari depresi, kekhawatiran, dan dapat lebih mengambil keputusan. Akan tetapi, anak-anak dengan pola asuh ini dapat terluka, meski risikonya kecil.

7. Pola asuh uninvolved/neglectful
Pola asuh uninvolved/neglectful adalah ketika orang tua tidak punya waktu untuk anak. Penyebabnya bisa beragam, seperti menjadi orang tua tunggal yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak. Orang tua pun jadi tidak banyak terlibat dalam kehidupan anak, baik secara emosi maupun fisik.

Orang tua ini mungkin tidak mengetahui apa kesukaan anak mereka, apa yang terjadi di sekolah, sehingga anak bisa merasa tidak disayangi, tidak dihargai, atau tidak diperhatikan. Anak-anak dengan pola asuh uninvolved cenderung tidak mampu mengontrol emosi mereka, depresi, antisosial, atau alami kesulitan dalam bidang akademik.

Ada begitu banyak pola pengasuhan. Namun, kamu tidak perlu merasa harus masuk ke dalam salah satu pola parenting di atas. Itu karena pada dasarnya, tidak ada pola asuh yang sepenuhnya benar, dan sebaliknya sepenuhnya salah.

Hal ini lantaran setiap anak adalah unik sehingga pola asuh yang diterapkan pun bisa unik. Kamu bisa mengombinasikan dua atau lebih pola asuh yang ada sesuai dengan kebutuhan anak, kondisi kamu, serta faktor-faktor lain, seperti lingkungan sosial dan budaya.

Meski demikian, penelitian menunjukkan anak akan memiliki hasil yang paling sehat jika pola asuh berada dalam garis tipis antara mengasuh, tapi tidak terlalu mengendalikan. Itulah tujuh tipe parenting yang bisa kamu terapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kamu dan anak.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
5
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar