Biaya Pernikahan (Foto dari Pixabay.com)

Kebanyakan orang berharap hanya menikah sekali seumur hidup sehingga ingin sekali menjadikan seremoni pernikahan mereka bisa berlangsung istimewa. Persoalannya, istimewa di zaman sekarang seringkali diartikan dengan kemewahan dan ujungnya menguras keuangan untuk biaya pernikahan.

Untuk menggelar pesta nikah banyak calon pengantin yang terbentur dengan biaya mahal, sehingga tak jarang pasangan yang memilih untuk berutang demi menghelat resepsi pernikahan. Namun, untuk kesehatan keuangan rumah tangga setelah menikah, pinjaman ini tidak disarankan.

Mengambil pinjaman untuk biaya pernikahan akan memberikan dampak ganda dalam kondisi keuangan. Kamu kehilangan peluang untuk membeli rumah atau memulai bisnis di awal pernikahan karena harus membayar cicilan pinjaman untuk pernikahan.

Pinjaman untuk biaya pernikahan tentu diikuti juga beban bunga, ini membuat biaya pernikahan membengkak. Secara total biaya pernikahanmu akan jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Berikut tips menghindari utang untuk biaya pernikahan dari Ruisa Khoiriyah, CFP (Certified Financial Planner), Tim Ahli Siapnikah.org.

1. Menikah Sesuai Kemampuan
Seremoni pernikahan yang spesial tidak harus mahal. Satu hal prinsip yang perlu diingat oleh calon pasangan suami istri adalah, menikah sesuai kemampuan adalah lebih baik daripada memaksakan diri menggelar seremonial dengan biaya yang berasal dari utang.

Ini karena pernikahan adalah sebuah awal dari perjalanan panjang di mana tantangan kehidupan akan terasa lebih nyata. Akan terlalu berisiko apabila mengawali momen perjalanan hidup bersama pasanganmu sudah terbebani dengan utang.

2.Susun Rencana Pernikahan
Untuk mengetahui berapa kebutuhan biaya pernikahan yang perlu kamu kumpulkan, mulailah untuk menyusun perencanaan. Mulai dari kamu ingin menikah di rumah atau di gedung, mengundang berapa orang, konsep acara seperti apa, dan lain sebagainya.

Besar kecilnya biaya akan sangat relatif bergantung pada seperti apa konsep seremoni pernikahan yang kamu inginkan, di mana resepsi digelar, berapa orang yang ingin kamu undang, dan lain sebagainya.

Dari sana kamu akan mengetahui berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan sehingga bisa memulai menabung sesegera mungkin. Karena tidak ada standar angka berapa besar tabungan yang dibutuhkan untuk menikah.

BACA JUGA:

3. Buat Tabungan Khusus
Setelah kamu menyusun rencana pernikahan, biaya pernikahan akan tergambar. Dengan begitu kamu bisa menabung kebutuhan biayanya sebelum target waktu menikah yang kamu tentukan.

Lebih baik bersabar dan menabung secara konsisten kebutuhan uang untuk menikah tersebut sehingga saat kamu dan pasangan resmi memasuki gerbang kehidupan baru, kamu tidak dipusingkan urusan utang.

Ada banyak instrumen tabungan atau simpanan yang bisa kamu lakukan. Misalnya deposito di bank atau membeli emas secara rutin di platform online terpercaya sesuai dana yang direncanakan.

Satu tips yang bisa kamu lakukan adalah menabung di awal setelah gajian atau mendapat penghasilan. Dengan begitu, kamu bisa lebih disiplin dalam menabung.

4. Berbagi Pembiayaan
Diskusikan dengan pasanganmu tentang biaya pernikahan yang kalian impikan. Di masa kini, berbagi biaya pernikahan adalah hal yang wajar. Kamu tak perlu malu untuk mengutarakannya.

Diskusi ini juga bisa kamu manfaatkan untuk menilai kemampuan finansial calon pasangan. Mapan finansial dibutuhkan sebagai salah satu dimensi kesiapan nikah.

5. Menikah Sesuai Protokol Covid-19
Ingin hemat dan terbebas utang untuk resepsi pernikahan? Kamu bisa menikah di masa pandemi corona saat ini. Meskipun terkesan ribet dengan prosedur kesehatan, pandemi tampaknya menjadi keberkahan yang tersembunyi bagi mereka yang tak mau pusing memikirkan soal resepsi yang memakan biaya besar. Ijab Kabul tetap dilakukan bersama keluarga dekat sehingga tidak mengurangi esensi dan kesakralan pernikahan itu sendiri.

Pandemi ‘memangkas’ beban biaya pernikahan mereka tanpa sebuah resepsi besar. Untuk menikah di KUA, tidak dipungut biaya. Tradisi khas pernikahan seperti resepsi, pesta besar, dan bulan madu secara otomatis tereleminasi. Tak bisa dipungkiri, biaya menggelar pesta resepsi pernikahan memang kerap menguras biaya. Baik untuk sewa tempat, hingga sajian makanan untuk para tamu dan keperluan lainnya.

Leave a comment