Nilai Perlindungan Keluarga (Gambar oleh Banyu Waseso Segoro dari Pixabay)

Keluarga mempunyai fungsi sebagai tempat berlindung bagi anggota keluarga. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa keluarga harus memberikan rasa aman, tenang, dan tenteram bagi anggota keluarganya. Karena salah satu tujuan pernikahan adalah diperolehnya rasa aman, tenang, dan tenteram.

Fungsi perlindungan keluarga akan semakin dibutuhkan ketika seorang istri mulai hamil. Karena salah satu tujuan dari perkawinan adalah memperoleh keturunan yang berkualitas sebagai pengembangan dari tuntunan fitrah manusia. Seharusnya, keturunan diperoleh dengan bereproduksi oleh pasangan suami istri yang sah.

Karena itu sejak remaja, pendidikan seksual sangat diperlukan supaya mereka memiliki keteguhan. Teguh, dimaksudkan untuk keteguhan dalam fungsi reproduksi, yaitu kemampuan seseorang mampu menjaga kesucian organ reproduksinya sebelum menikah.

Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi dengan baik, bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.

BACA JUGA:

Setelah menikah, fungsi reproduksi memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan kewajiban suami istri dalam dimensi seksualitas, yaitu prokreasi (memperoleh keturunan), rekreasi (saling menyenangkan pasangan), relasi (mempererat hubungan suami istri), dan mempererat institusi perkawinan.

Untuk mendapat buah hati yang berkualitas, pasangan suami istri harus menjaga kesehatan diri. Sehat dimaksudkan untuk keadaan sehat secara fisik, fungsi, dan sistem reproduksi serta rohani/emosional. Orang yang sehat dalam fungsi reproduksi dicirikan dengan kemampuan seseorang menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksinya.

Agar fungsi perlindungan dalam keluarga bisa berjalan dengan baik, suami istri mesti paham nilai dasar perlindungan keluarga yaitu:

  1. Memberikan rasa aman bagi semua anggota keluarga.
  2. Tanggap terhadap situasi yang akan membahayakan keluarga.
  3. Bertanggungjawab untuk memelihara dan melindungi keluarga.
  4. Siaga, siap mengatasi persoalan yang timbul dalam keluarga.
  5. Menghindari kekerasan dalam rumah tangga.

Selain nilai perlindungan keluarga, orangtua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh, dan membimbing termasuk memperhatikan kesehatan anak-anaknya. Siap menjadi orangtua berarti siap memberikan perlindungan keluarga secara optimal.

Leave a comment