Mesra dengan Pasangan (Gambar oleh Phúc Mã dari Pixabay)

Masa bulan madu biasanya cepat berakhir setelah pasangan hamil. Prioritas hubungan dalam rumah tangga berpindah pada anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa kemesraan dengan pasangan harus tetap dijaga meskipun sudah punya anak. Tetap mesra setelah punya anak bisa dilakukan.

Hubungan yang mesra dengan pasangan penting untuk mempertahankan rumah tangga. Karena godaan bisa datang dari mana saja dan kapan saja, tapi ketika kita kita bisa menjaga kemesraan dan memilih untuk setia tidak akan ada celah bagi perselingkuhan.

Kemesraan juga bisa menjadi kunci suksesnya komunikasi. Karena kecewa pada pasangan tentu pernah terjadi dalam perjalanan rumah tangga. Namun, jika tetap mesra dan komunikasi terjaga, kita bisa bersyukur apapun kondisi rumah tangga yang dihadapi.

Dalam sebuah hubungan, komunikasi adalah kunci. Rasa nyaman satu sama lain seringkali membuat komunikasi pasangan berkurang. Lama-kelamaan merasa asing satu sama lain. Sehingga ketika ada orang lain yang mendekat, rasanya seperti mendapat kasih sayang baru yang dibutuhkan.

Padahal, sejatinya hanya masalah komunikasi yang perlu diperbaiki. Berikut tips supaya tetap mesra meskipun sudah punya anak:

  1. Ucapkan Kata Sayang dan Cinta

Mengucapkan kata sayang dan cinta tidak perlu modal. Kamu hanya perlu mengungkapkan perasaanmu dengan tulus. Berterimakasih pada istri karena sudah hamil dan melahirkan anak. Berterimakasih pada suami yang sudah mencukupi kebutuhan dengan bekerja keras. Kesannya memang terdengar sederhana, tapi banyak yang masih malu mengatakannya setiap hari.

Padahal banyak alasan untuk mengungkapkan kata cinta pada pasangan setiap hari. Untuk masakan istri yang enak, misalnya, kamu bisa berterimakasih dan memberi hadiah ciuman. Selain menjaga keharmonisan, rasa sayang itu akan menjaga pintu masuk godaan. Bahkan kita bisa jujur pada pasangan jika ada yang datang menggoda, sehingga bisa diatasi dengan segera.

2. Bersyukur, Terima Kekurangan Pasangan

Tidak ada pasangan yang sempurna di dunia ini. Tidak kamu, tidak juga pasanganmu. Semua pasangan membutuhkan waktu untuk saling berproses dan mengenal satu sama lain. Jadi, belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa tidak ada pasangan yang sempurna di dunia ini.

Mengingat bahwa tak ada yang sempurna membuatmu enggan berpaling atau mengkhianati pasangan karena kekurangan yang dimilikinya. Kamu akan selalu bersyukur karena dia mau menjadi pasanganmu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.

BACA JUGA:

3. Bebas tapi Bertanggungjawab

Memilih bersama bukan berarti harus mengubah dirimu atau pasanganmu menjadi orang lain. Yang diperlukan adalah penyesuaian. Dunia pasangan bukan cuma kamu dan anak-anak. Karena itu berikanlah waktu untuk pasangan mengekspresikan pribadinya.

Tak masalah jika pasangan sesekali ingin berkumpul dengan teman-temannya, melakukan hobinya, juga menikmati me time. Yakin dan percayalah ketika sudah membuat komitmen untuk menikah, berarti sudah siap untuk setia. Kita memang harus bergaul baik dengan teman atau rekan kerja, cukup beri tahu batasnya.

4. Kencan Berdua? Harus Dong!

Kebiasaan apa yang sering dilakukan sebelum menikah? Nonton, makan malam, atau traveling? Tetap jadwalkan kebiasaan-kebiasaan kencan meskipun sudah menikah dan punya anak. Beri ruang untuk berdua saja dalam kurun waktu tertentu. Ini juga bisa menjadi usaha untuk menjaga rasa cinta dan kepercayaanmu pada pasangan.

Tak ingin keluar rumah saat bermesraan? Kalian bisa menitipkan anak sebentar pada orangtua jika rumah mereka dekat. Saat anak di luar rumah, kalian bisa leluasa bermesraan kembali di rumah seperti pengantin baru. Kebahagiaan saat berdua dengan pasangan akan mencairkan suasana hati sehingga mudah untuk memahami kemauan pasangan, mudah pula mencari jalan keluar dari persoalan rumah tangga.

Leave a comment