Tanya Dr Hasto

Tanya Dr Hasto*):

Dokter Hasto, apa saja penyebab infertilitas (kondisi tidak subur) pada perempuan sehingga membuat wanita sulit hamil? (T002)

Dr Hasto Menjawab: 

Penyebab infertilitas pada perempuan bisa berbeda-beda setiap individu. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Untuk perempuan, ada 3 hal yang penting sekali dicek atau diperiksa.

PERTAMA, saluran reproduksi dan organ reproduksi, harus dicek kondisinya apakah normal atau tidak. Ada kasus perempuan yang, mohon maaf, vaginanya tertutup.

Harus dicek juga saluran reproduksi termasuk rahim. Misalnya apakah ada polip. Kalau ada polip, hal itu bisa mengganggu proses kehamilan. Ada juga yang tidak punya indung telur. Ini juga bisa menjadi masalah infertilitas.

KEDUA, harus dicek, saluran telurnya buntu atau tidak. Sebab, ada yang saluran telur di kanan kiri itu buntu, tidak terbuka. Jadi harus dicek melalui foto rontgen HSG (Histerosalpingografi) untuk melihat kondisi rahim dan daerah di sekitarnya.

KETIGA, harus dicek produksi telurnya. Karena ada kasus seperti ini, organ reproduksinya bagus dan saluran telur bagus. Tapi, ternyata menopause, telurnya tidak diproduksi, sehingga tidak bisa hamil.

Jadi harus dicek bagaimana kondisi sel telurnya. Pengecekan bisa dilakukan pada masa subur. Misalnya, 2 hari atau 3 hari sebelum masa subur, dicek dengan USG vagina, banyak fasilitas kesehatan yang menyediakannya. Dicek apakah ada telurnya. Kemudian berikutnya dicek lagi apakah telurnya berkualitas bagus untuk menetas.

Jadi ada 3 syarat itu yang terkait dengan fertilitas. Kalau kondisinya bagus, perempuan bisa hamil.

Ini yang penting juga. Idealnya, hamil itu di umur antara 20 sampai 35 tahun. Jangan terlalu muda, jangan terlalu tua, jangan terlalu sering, jangan terlalu banyak. Dua anak lebih sehat. Kalau tiga anak, istilah medisnya disebut multi, itu bisa menyebabkan rahim kendor.

*) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)

Punya pertanyaan seputar kesiapan pernikahan, kesehatan reproduksi, dan parenting? Yuk, tanya ahlinya, masukkan pertanyaanmu di kolom tanya jawab berikut ini.

Leave a comment