Merencanakan Pernikahan (Foto: Pexels)

Kamu dan pasangan mungkin memiliki gambaran pernikahan yang romantis ketika memutuskan untuk mengikat janji suci. Kalian pun akan dengan senang hati melakukan persiapan yang menyita waktu dan tenaga. Namun, jangan sampai lengah terhadap hal-hal sepele yang mungkin akan terjadi selama persiapan itu. Salah-salah, pernikahanmu bisa saja batal.

Persiapan pernikahan merupakan usaha bersama dari kedua keluarga pasangan yang akan menikah. Persiapan ini bisa memakan waktu yang lama, katakanlah sampai hitungan bulan agar sesuai dengan keninginan. Namun, dalam persiapan pernikahan itu, bisa saja muncul hubungan yang kurang baik di antara kedua belah pihak. Terkadang di tengah persiapan pernikahan, tiba-tiba calon pengantin membatalkan rencana pernikahan.

Ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai ketika melakukan persiapan pernikahan agar tidak mengacaukan rencanamu untuk menikah.

1. Perbedaan yang terlalu banyak
Mempelai wanita mungkin menyadari selama bulan-bulan dalam persiapan pernikahan mereka ada terlalu banyak aspek, di mana keduanya sangat berbeda satu sama lain. Jika mereka mencari pasangan yang akan sangat cocok dengan mereka, lebih baik mereka mengakhiri hubungan sebelum mengikat simpul perkawinan dan mencari seseorang yang lebih sesuai untuk mereka masing-masing.

2. Tidak ada kata sepakat
Pasangan merasa bebas merencanakan kehidupan pernikahan mereka di masa depan. Banyak pasangan ingin membangun kehidupan keluarga sendiri dan berharap dikaruniai anak. Namun, beberapa pasangan mungkin menganggap pandangan dan keinginan mereka tentang kehidupan masa depan tidak sesuai satu sama lain. Saat ini, beberapa gadis modern mungkin tidak menyukai ide untuk hamil dan memiliki bayi, sedangkan pasangan mereka stres karena ingin memiliki bayi dalam kurun waktu singkat.

3. Berdebat berlebihan
Jika pasangan pengantin terlalu banyak berdebat dalam masalah perencanaan pernikahan mereka dan anggaran, pada titik ini mereka akhirnya menyadari pandangan mereka tidak akan pernah sesuai satu sama lain dalam kehidupan. Jadi mereka bisa saja membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka yang pastinya akan menjadi sia-sia di masa depan.

4. Keputusan sepihak
Keputusan membatalkan pernikahan bisa jadi merupakan keputusan sepihak saja. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa alasan pribadi. Bisa saja salah satu pihak terlalu pemalu dan patuh untuk menyerah dan menyetujui keputusan ini, meskipun ia benar-benar tidak ingin mengakhiri hubungan itu dan tetap mencintai pasangannya.

5. Kurang menghormati satu sama lain
Dalam persiapan pernikahan, bisa saja salah satu pasangan mendapati pasangannya ternyata terlalu mendominasi dan tidak ada rasa saling menghormati. Hubungan perkawinan perlu didasari rasa saling menghormati. Jika salah satu tidak bisa menghormati pasangannya, membatalkan pernikahan dan menghentikan hubungan yang tidak sesuai dirasa benar.

BACA JUGA: Diskusi Rencana Pengelolaan Keuangan Keluarga Sebaiknya Dimulai Sebelum Menikah

6. Selingkuh
Hal lain yang bisa menghancurkan persiapan pernikahan adalah jika salah satu pasangan ketahuan berkencang dengan orang lain. Pihak lain tentu wajar kalau memutuskan mengakhiri rencana pernikahan itu karena hubungan perkawinan tidak bisa berhasil tanpa landasan saling percaya.

7. Pasangan kurang menghargai keluarga
Menikah tidak hanya antardua orang saja, tetapi juga harus bisa menerima keluarga masing-masing. Jika satu pasangan tidak bisa hormat atau sama sekali tidak tertarik dengan anggota keluarga pasangan lain, bahkan sebelum menikah, kemungkinan besar skenario yang sama akan berlanjut setelah pernikahan. Hal ini dapat menyebabkan konflik di antara pasangan. Jadi, lebih baik membatalkan pernikahan dan keluar dari hubungan ini.

8. Masalah stabilitas hubungan
Beberapa pasangan bisa saja menjadi tidak yakin akan cinta dan rasa saling mencintai mereka dalam periode singkat persiapan pernikahan. Hal ini bisa membuat mereka kemudian memutuskan membatalkan pernikahan.

9. Banyaknya tekanan
Ketika persiapan pernikahan sedang berlangsung, salah satu pihak mungkin mulai menciptakan tekanan pada yang lain dengan beberapa tuntutan aneh, seperti mengganti namanya atau untuk mendapatkan rumah di daerah yang dipilih. Hal lain misalnya pihak wanita atau pria ingin melepaskan pasangannya dari lingkaran teman dan persahabatan yang sudah dimiliki sebelum pernikahan. Pada akhirnya hal ini dapat menyebabkan pernikahan dibatalkan.

Selain itu, terkadang terlihat anggota keluarga pengantin wanita tidak menyukai pilihan anak mereka, meskipun tanggal pernikahan sudah dijadwalkan. Kemudian mereka mungkin terus-menerus menekan calon pengantin wanita untuk mengakhiri hubungan ini. Hal ini juga bisa mengakibatkan pembatalan pernikahan, jika pasangan tersebut memenuhi tuntutan keluarga mereka.

Comments (1)

Diaz arrasyid

Aug 19, 2021 at 1:50 PM

Siapkah?

Reply

Leave a comment