Pernikahan Bahagia (Foto: Pixabay)
Sebagian besar calon pengantin atau calon pasangan usia subur (PUS) merupakan calon ibu hamil. Status kesehatan dan gizi ibu sebelum dan saat hamil merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin. Oleh karena itu, catin mari siapkan kehamilanmu dengan baik.
Plt. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, BKKBN Dr, Drs, Lalu Makripuddin, M.Si menjelaskan faktor status kesehatan dan gizi ibu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di antaranya usia yang terlalu muda, anemia, dan indeks massa tubuh rendah.
“Perilaku merokok dan keterpaparan terhadap asap rokok juga memiliki  dampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin  yang mengakibatkan anak lahir stunting,” kata dia.
Oleh karena itu, menurutnya salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka  percepatan penurunan stunting adalah memastikan calon pengantin/ calon PUS berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil. Upaya pereventif ini dilakukan dengan skrining yang ditindaklanjuti dengan pendampingan kesiapan menikah dan hamil kepada setiap calon pengantin/calon PUS, tanpa kecuali.
“Untuk mendukung hal tersebut, setiap calon pengantin/calon PUS harus memahami tentang stunting dan faktor risiko yang ada pada dirinya sebagai calon Ibu yang dapat mengakibatkan anaknya lahir stunting,” papar dia.
Jika sudah mengetahui risiko pada dirinya, calon pengantin/calon PUS juga memahami tentang upaya ‘treatment’ yang harus dilakukan untuk menghilangkan dan meminimalisir risiko yang dapat berpotensi melahirkan anak yang stunting. Oleh karena itu, menyiapkan kehamilan adalah hal yang sangat penting.
Bagi catin, menyiapkan kehamilan juga sudah harus dimulai sebelum pernikahan. Hal ini karena proses kehamilan bisa langsung terjadi bahkan setelah catin melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya.
Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan dan pahami agar benar-benar siap hamil. Kamu perlu mengenali siklus menstruasimu mulai dari berapa hari masa menstruasi dan kira-kira kapan masa suburnya. Kamu perlu memahami soal proses reproduksi wanita agar kamu bisa menyiapkan kehamilan dengan lebih baik.
Kamu perlu tahu kalau setelah selesai masa menstruasi, beberapa hormon akan membantu menebalkan kembali dinding rahim yang dinamakan dengan proses pra-ovulasi. Pada masa ini, bila ada sel sperma yang masuk maka sperma akan dapat melewati dinding rahim dengan mudah dan bertahan hidup hingga 3-5 hari.
Kemudian, kamu juga harus awas tentang 4T yakni kehamilan yang terlalu muda, tua, banyak dan dekat yanh banyak efek negatifnya untuk kesehatan catin dan juga bayi, bahkan risikonya bisa sampai kematian. Jadi, catin perlu tahu, kalau kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang dipersiapkan dan direncanakan dengan baik.
Perencanaan yang dimaksud tentunya tidak hanya kesiapan fisik catin ya, seperti usia, IMT, LILA, dan kesehatan organ reproduksi baik suami maupun istri. Namun juga berhubungan dengan aspek kesiapan catin lainnya baik finansial, mental, interpersonal, dan lainnya.
Jadi, sangat penting buat kamu dan pasanganmu, untuk sering ngobrol dan diskusi tentang kesiapan-kesiapan ini. Dan bukan tidak mungkin dengan beberapa pertimbangan akhirnya kamu dan pasangan merasa perlu untuk
menunda kehamilan.

Leave a comment