Hak Imunisasi Anak (Foto: Pixabay)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan Hari Anak Sedunia 2022 menekankan anak sebagai harapan. Hal inilah yang akan menentukan berkualitasnya pembangunan bangsa di masa depan.

kata Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan Hari Anak Sedunia 2022 harus dijadikan sebagai momentum untuk menyadarkan dan mendorong terwujudnya anak sebagai generasi yang menjadi tumpuan dan harapan bagi orang tua, keluarga dan bangsa.

“Anak adalah tempat bergantung dan menjadi pihak yang memberikan harapan nyata bukan hanya sekadar bagi orang tua, tetapi juga bagi bangsa,” kata dia.

Oleh karena itu, negara memiliki kewajiban untuk melindungi, menjaga dan menyehatkan seluruh anak yang hidup di Tanah Air, baik secara fisik jasmani maupun sehat secara mental, emosional dan sosial.

“Dilindungi juga dalam arti dipenuhi betul hak-haknya,” ujar Hasto.

Hasto mengingatkan bahwa saat ini telah marak terjadi kekerasan seksual pada anak. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya remaja dan orang tua yang mengalami gangguan mental emosional (mental emotional disorders).

Dalam data Riskesdas tahun 2018, prevalensi penduduk yang mengalami gangguan mental emosional berumur lebih sama 15 tahun telah mencapai 9,8 persen. Meningkat drastis dan merata di seluruh wilayah Indonesia dari yang semula 6,1 persen di tahun 2013.

Hasto menekankan semakin banyak orang yang terkena gangguan mental emosional, otomatis akan meningkatkan adanya kekerasan seksual. Apalagi, bila masyarakat tidak diberikan edukasi kesehatan reproduksi secara masif. Hal tersebut akan meningkatkan kerentanan tertular penyakit seksual.

“Terkait ini juga (kekerasan seksual terjadi) seiring dengan semakin banyaknya toxic people, toxic friendship, yang juga memperlihatkan pasangan yang mengalami perceraian semakin meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Hasto mengimbau agar semua pihak benar-benar memberikan perlindungan pada anak, karena lahirnya generasi masa depan yang sehat dengan intelektual tinggi, serta berdaya saing hanya akan ditentukan dari apa yang diupayakan pada masa kini.

Ia meminta kementerian/lembaga terkait sampai dengan tingkat desa untuk memberikan tempat yang nyaman dan aman bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“2018 naik secara nyata dan merata. Ingat, semakin banyak anak mengalami broken home, semakin banyak anak yang akan terlantar,” ucapnya.

BACA JUGA: Lindungi si Kecil dengan Imunisasi Tambahan Ini

Penuhi Hak Anak untuk Imunisasi

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan peringatan Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November mengingatkan pentingnya pemenuhan hak imunisasi dasar bagi anak.

“Hari Anak Sedunia momentum untuk memenuhi hak anak atas imunisasi dasar secara lengkap,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto.

Agus menjelaskan, imunisasi dasar merupakan hal penting untuk memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak Indonesia.

“Imunisasi dasar sangat bermanfaat untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi misalkan saja penyakit polio, difteri, campak, rubella, hepatitis B dan berbagai penyakit lain,” katanya.

Imunisasi dasar juga dapat mendukung tumbuh kembang anak agar makin optimal mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa.

“Sebagai generasi penerus bangsa dan calon pemimpin di masa depan maka semua pihak perlu memastikan anak bertumbuh dan berkembang dengan optimal,” katanya.

Agus menambahkan, pandemi COVID-19 dikhawatirkan akan memengaruhi cakupan imunisasi dasar di Tanah Air.

“Dengan demikian peringatan Hari Anak Sedunia dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengejar target imunisasi dasar anak dan meningkatkan cakupan imunisasi dasar pada anak di tanah air,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar.

“Pemerintah juga telah membuat program Bulan Imunisasi Anak Nasional dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah guna mendukung percepatan peningkatan cakupan imunisasi dasar,” katanya.

Dengan adanya kesadaran bersama seluruh masyarakat untuk melengkapi imunisasi dasar pada anak, maka diharapkan akan tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kemenko PMK mengajak seluruh masyarakat, mari bersama-sama melindungi anak-anak Indonesia melalui pemberian imunisasi, silahkan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi dasar seperti polio, DPT-HB-Hib, PCV, dan campak rubella,” katanya.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar