Sumber Proterin (Foto: Pexels)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya memerangi stunting. Salah satu upaya yang ditempuh yakni dengan meneken nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam bidang ekonomi kreatif.

Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) berharap dengan adanya kerja sama tersebut, BKKBN dan Kemenparekraf dapat menciptakan produk pangan lokal hewani dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul bebas dari stunting.

“Kami senang sekali, terima kasih Pak Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno karena kami telah dibuatkan MoU, kemudian nanti ekonomi kreatif menciptakan produk-produk lokal yang bisa untuk memproduksi protein hewani, itu yang paling penting,” kata Hasto.

BACA JUGA: Bisa Cegah Stunting, BKKBN Minta Calon Pengantin Konsumsi Daun Kelor

Hasto menjelaskan, saat ini BKKBN tengah fokus dalam upaya percepatan penurunan stunting berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 yang mengamanatkan BKKBN sebagai ketua koordinator percepatan penurunan stunting nasional.

“Untuk menciptakan generasi Indonesia unggul maka harus dilakukan revolusi pola pikir mengenai asupan makan,” jelas dia.

Hal ini lantaran masih banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan instan ketimbang protein hewani seperti ikan atau telur yang mengandung protein tinggi. “Kita harus bekerja sama untuk menyiapkan generasi yang unggul untuk Indonesia Maju di tahun 2045,” ucapnya.

Hasto juga berharap BKKBN dengan Kemenparekraf dapat menurunkan tingkat kehamilan muda yang tinggi di wilayah pariwisata untuk membangun SDM yang berkualitas.

Sementara itu Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno berharap kerja sama ini dapat menjadi cerminan semangat bersama untuk bergerak maju dan berubah ke arah yang lebih baik. Bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya demi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.

“Kita semua harus bergandengan tangan berkomitmen untuk bahu-membahu saling menjaga, membantu dan mendukung segala daya upaya demi kemajuan bersama, dalam bingkai 3-si, inovasi, adaptasi, dan kolaborasi diiringi dengan semangat 3G Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama) dan Gaspol (garap semua potensi online),” kata Sandiaga.

Sandiaga berharap dengan adanya kerjasama Kemenparekraf dan BKKBN dapat semakin memacu seluruh stakeholders serta gerakan pentahelix dalam kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
4
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar