Tahun Pertama Pernikahan (Foto: Pixabay)

Memutuskan untuk menikah dan hidup dengan seseorang dalam waktu yang lama tentu merupakan keputusan yang besar dalam hidup. Meski kehidupan awal pernikahan terasa sangat menyenangkan dan dipenuhi cinta, tapi bukan berarti tidak ada masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Masalah dalam rumah tangga dan hubungan adalah satu hal yang wajar dan hampir pasti terjadi. Lima tahun pertama pernikahan dikatakan sebagai masa “kritis” dan paling sulit untuk dilalui. Benarkah itu?

Psikolog Liza Djaprie membenarkan selama lima tahun pertama pernikahan adalah periode sulit dalam menjalani hubungan pernikahan. “Walaupun memang tidak semua pasangan akan tampak kesulitan, ini karena banyak individu dengan tipikal avoidance conflict. Mereka merasa ada kesulitan, tapi karena menghindari dan menekan konflik, mengakibatkan dari luar tampak harmonis, padahal sebenarnya bermasalah,” jelas Liza.

Banyaknya perbedaan antar pasangan menjadi hal utama mengapa suami dan istri akan mengalami masa-masa sulit selama 5 tahun menikah. “Ini karena penyesuaian dua individu yang tentunya beda karakter, beda kepribadian, beda pola pikir, beda kebiasaan, dan banyak perbedaan lainnya,” lanjut Liza.

Bahkan, untuk pasangan yang sebelumnya sudah pacaran dalam waktu lama juga bisa mengalami masa sulit tersebut. Hal ini karena karakter orang akan terlihat lebih jelas ketika pasangan suami dan istri tinggal bersama. Karena setelah tinggal bersama, semua biasanya baru akan terlihat lebih jelas.

BACA JUGA: 10 Fakta Pernikahan yang Wajib Diketahui Pasangan Kekasih

Masalah menjadi lebih rentan terjadi karena tahun-tahun pertama pernikahan adalah waktu untuk pasangan beradaptasi. Adaptasi itu tidak hanya di antara kamu dan pasangan. Pasangan suami istri juga memiliki tugas untuk mulai mengenal anggota keluarga yang lain dan berbagai kondisi yang harus dihadapi kemudian.

Berikut ini beberapa masalah yang paling nyata dan membuat 5 tahun pertama pernikahan bisa menjadi sulit.

1. Terburu-buru Memutuskan Menikah
Keyakinan pernikahan bisa mengatasi segala persoalan sering membuat pasangan terburu-buru memutuskan menikah. Namun, kehidupan tidak selalu seindah yang dibayangkan. Terburu-buru dalam menikah menjadi hal yang bisa menyebabkan munculnya berbagai masalah tidak penting dalam rumah tangga.

2. Perbedaan Rencana
Saat membina rumah tangga, kamu dan pasangan mulai memikirkan dan menyusun rencana kehidupan. Di tengah perencanaan ini sering muncul masalah seperti perbedaan cara pandang dan rencana. Jika perbedaan ini tidak disikapi dengan benar bisa menjadi ancaman sebuah hubungan. Oleh karena itu, jika menemukan perbedaan rencana, pastikan selalu menyelesaikannya di awal dan temukan kata sepakat bersama dengan pasangan.

3. Masalah Komunikasi
Lima tahun pertama pernikahan merupakan masa beradaptasi dengan kehidupan berumah tangga. Dalam masa ini biasanya muncul masalah komunikasi pada pasangan muda. Masalah komunikasi bisa menyebabkan hubungan pernikahan menjadi lebih buruk serta tidak adanya sifat saling pengertian antara kamu dan pasangan.

4. Hutang yang Disembunyikan
Bukan tidak mungkin, sebelum menikah pasangan tak membuka diri sepenuhnya salah satunya mengenai masa lalu, hingga masalah keuangan yang dihadapi, misalnya ada hutang yang disembunyikan. Secara umum, uang adalah masalah yang sering menjadi penyebab pertengkaran dalam hubungan pernikahan. Sebaiknya, kenali pasangan dengan baik terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikahinya.

5. Tidak Jujur
Selain komunikasi, kunci agar pernikahan berjalan lancar adalah saling jujur satu sama lain. Hindari menyembunyikan perasaan yang sebenarnya terhadap pasangan. Artinya, usahakanlah untuk selalu jujur dan membicarakan semua masalah yang mengganggu dengan pasangan. Hal itu juga bisa menumbuhkan perasaan saling percaya dan saling memahami antar pasangan.

Liza Djaprie menyebutkan untuk mengatasi permasalahan di tahun-tahun pertama menikah, penting untuk memiliki sikap terbuka dan jujur dengan pasangan. “Kemampuan bersikap terbuka dan jujur, saling menghormati, komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar bersama, menjadi tiga titik sentral kebahagiaan dan kelanggengan hubungan suami istri,” kata Liza.

Jika pasangan suami dan istri sedang mengalami konflik atau dihadapkan dengan masalah sebaiknya dibicarakan baik-baik. “Apapun kendala yang ada, baik dirasakan oleh satu atau kedua belah pihak, bisa dibicarakan baik-baik, lalu dicari jalan tengah serta kesepakatan bersama untuk mengatasinya. Komitmen untuk menjalankan kesepakatan itu juga menjadi penting dan krusial,” kata Liza.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar