Anak Perempuan

Banyak yang bilang punya anak laki-laki atau perempuan sama saja. Tapi jika sudah memiliki anak sendiri yang beda kelamin, tentu kamu bisa merasakan perbedaannya. Secara usia, anak perempuan lebih cepat matang dan dewasa dibanding anak laki-laki. Emosi anak perempuan lebih cepat tanggap dibanding dengan anak laki-laki seusianya. Mengapa demikian?

Dikutip dari Nakita, berdasarkan sebuah penelitian di Inggris menyebutkan, adanya proses identifikasi diri anak perempuan dengan figur wanita dewasa terdekat, yaitu ibu. Ini membuat anak perempuan jadi lebih emosional.

Seperti diketahui ibu adalah sosok yang penuh kehangatan dan kasih sayang, sehingga saat menjalankan peranannya memang banyak bersinggungan dengan sisi emosi.

Anak perempuam pada masa prasekolah sudah berada dalam masa puncak pembentukan konsep ‘aku’-nya. Di masa ini anak membatasi intervensi dari luar dirinya karena ia sedang ingin mencoba melakukan semuanya atas dasar kemauan dan aturannya sendiri.

Masa ini dianggap sebagai masa pengembangan sikap inisiatif dimana anak melakukan aktivitas yang dilakukan orang dewasa dan sering kali melanggar batasan yang ditentukan orangtua. Benturan antara dorongan dalam diri anak dan aturan diluar dirinya inilah yang acap memunculkan reaksi emosional anak. Perbedaan pola emosi dan kedewasaan anak laki-laki dan perempuan akan semakin mencolok pada usia ini.

Studi yang dilakukan oleh Newcastle University  dan dimuat dalam jurnal Cerebral Cortex menemukan bahwa pada dasarnya otak remaja perempuan memang ‘matang’ lebih dini dibandingkan remaja laki-laki. Dilansir Daily Mail, ssaat beranjak remaja, bagian-bagian pada otak menjadi lebih kecil karena koneksi antar sel yang tidak perlu akan ‘dipangkas’. Hal ini menyebabkan bagian pengolah menjadi lebih ramping dan efisien.

BACA JUGA:

Penelitian ini dilakukan dengan cara scan otak pada 121 orang responden berusia 4-40 tahun. Dari hasil scan tersebut ditemukan bahwa proses pemangkasan tersebut dimulai pada sekitar usia 10 tahun untuk anak perempuan, sementara pada laki-laki baru pada sekitar usia 20 tahun.

Peneliti Dr Marcus Kaiser mengatakan bahwa itu merupakan bagian dari proses belajar yang normal. “Otak secara keseluruhan masih berkembang tetapi kehilangan koneksi. Serupa seperti jika Anda berada di sebuah pesta, semua orang berbicara, dan Anda tak bisa konsentrasi. Otak pun jika beberapa koneksinya tidak ada, akan lebih mudah baginya melakukan fungsinya,” tutur Dr Kaiser.

Setelah mengetahui dasar perkembangan otak anak, tentu kamu bisa lebih bijak menyikapi perbedaan respon anak laki-laki dan anak perempuan pada usia yang sama. Selalu butuh kesabaran untuk mendampingi tumbuh kembang anak. Dapatkan informasi parenting lainnya yang menarik di siapnikah.org, jangan lupa bagikan pada teman dan keluarga yang mungkin membutuh informasi tentang parenting ini.

Leave a comment