Rokok Elektronik dan Kesuburan: Ketahui Risikonya bagi Pria dan Wanita!

Rokok Elektronik dan Kesuburan

Table of Contents

Pernah melihat kepulan asap wangi dari rokok elektronik atau vape? Tren vaping memang sedang naik daun di kalangan anak muda. Tak sedikit pula perokok yang memutuskan beralih ke vape karena menganggapnya sebagai pilihan yang “lebih aman” dibandingkan rokok konvensional.  

Namun, benarkah anggapan tersebut? Lalu, adakah hubungan antara rokok elektronik dan kesuburan? Mari simak penjelasan berikut, terutama bagi Sobat Siap Nikah yang ingin merencanakan kehamilan yang lebih sehat di masa depan. 

Apa Itu Rokok Elektrik?

Sebelum mengulas lebih jauh soal dampak vape pada kesuburan, ada baiknya ketahui dahulu sebenarnya apa itu rokok elektronik. Juga dikenal dengan sebutan rokok elektrik, vape, atau e-cigarette, rokok elektronik adalah perangkat bertenaga baterai yang dapat memanaskan cairan khusus (e-liquid atau vape juice) menjadi aerosol atau uap yang kemudian dihirup oleh penggunanya.

Banyak yang salah kaprah dan mengira bahwa uap yang dihasilkan dari rokok elektronik hanyalah uap air biasa. Faktanya, cairan vape mengandung campuran propilen glikol, gliserin nabati, perasa buatan, dan tentu saja, nikotin. 

Selain itu, proses pemanasan cairan ini juga berpotensi memicu reaksi kimia yang menghasilkan senyawa beracun seperti formaldehida, asetaldehida, dan logam berat (seperti timbal dan nikel). 

Walaupun mungkin tidak menghasilkan tar selayaknya rokok tembakau bakar, uap rokok elektrik bukanlah udara bersih. Zat-zat inilah yang ketika masuk ke aliran darah, dapat mengganggu berbagai sistem tubuh, termasuk organ-organ vital yang mengatur kesuburan pria dan wanita.

Mengutip hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) pada tahun 2021 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan WHO, terjadi lonjakan prevalensi pengguna rokok elektrik di Indonesia hingga 10 kali lipat! 

Dari yang awalnya hanya 0,3 persen di tahun 2011, naik drastis menjadi 3 persen pada tahun 2021. Masih merujuk data yang sama, ditemukan pula bahwa ada sekitar 6,6 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang aktif mengonsumsi rokok elektrik atau vape.

Dengan adanya jutaan remaja dan orang dewasa muda yang setiap harinya terpapar zat kimia dari vape, isu mengenai rokok elektronik dan kesuburan tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Dampak Vape atau Rokok Elektrik terhadap Kesuburan Pria

Rokok Elektronik dan Kesuburan
Sumber : Envato

Ada mitos yang mengatakan kalau dampak vape tidak akan memengaruhi kesehatan reproduksi pria. Faktanya, jika merujuk pada studi yang diterbitkan dalam Jurnal Universitas Airlangga, ditemukan bukti bahwa ada hubungan negatif antara vape dan kesuburan pria.  

Berikut adalah beberapa dampak vape terhadap kesehatan reproduksi pria yang wajib diwaspadai:

1. Meningkatkan Risiko Disfungsi Ereksi

Nikotin dalam vape dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke organ intim pria menjadi berkurang. Padahal, aliran darah yang lancar sangat dibutuhkan untuk terjadinya ereksi.

Selain itu, zat kimia dalam uap rokok elektrik juga dapat merusak pembuluh darah akibat stres oksidatif. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi atau impotensi.

2. Menurunkan Jumlah dan Kualitas Sperma

Penggunaan rokok elektronik juga dapat memengaruhi produksi sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengisap vape cenderung memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok.

Tak hanya jumlahnya saja yang berkurang, kualitas sperma juga bisa menurun. Kondisi sperma yang kurang sehat tentu bisa menurunkan peluang untuk membuahi sel telur.

3. Merusak Kesehatan Testis

Cairan vape, baik yang mengandung nikotin maupun tidak, dapat memicu stres oksidatif yang merusak jaringan testis. Selain itu, aerosol rokok elektrik juga mengandung berbagai zat berbahaya, seperti logam berat dan senyawa kimia lainnya.

Paparan zat-zat tersebut dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi testis sebagai organ yang memproduksi sperma dan hormon reproduksi.

4. Mengganggu Produksi Hormon Testosteron

Dampak vape pada kesehatan reproduksi pria juga dapat mengganggu proses pembentukan hormon testosteron. Hormon ini berperan penting dalam menjaga gairah seksual, produksi sperma, serta kesuburan pria.

Jika kadar testosteron turun, maka jumlah sperma bisa berkurang. Alhasil, pergerakannya bisa menjadi kurang optimal, dan akhirnya, akan ada lebih banyak sperma yang mati. 

Menjadi seorang ayah bukan hanya soal kesiapan finansial, tetapi juga kesiapan fisik. Hal ini sejalan dengan panduan BKKBN tentang 10 Dimensi Kesiapan Berkeluarga, yang menempatkan kesiapan fisik sebagai salah satu bekal penting sebelum menikah.

Dampak Vape atau Rokok Elektrik terhadap Kesuburan Wanita

Rokok Elektronik dan Kesuburan
Sumber : Envato

Lalu, bagaimana hubungan rokok elektronik dan kesuburan wanita? Penggunaan vape juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi wanita. Sistem reproduksi wanita sangat bergantung pada keseimbangan hormon. Ketika keseimbangan ini terganggu, peluang untuk hamil pun bisa ikut menurun.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Inggris pada April 2024 lalu dan dilaporkan oleh The Guardian, mengungkap hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan kesehatan wanita, Hertility. Berdasarkan studi mereka, yang menganalisis sampel darah dari 8.340 wanita, hasilnya menemukan kalau wanita yang rutin mengisap rokok elektrik mengalami penurunan kadar hormon AMH (Anti-Müllerian Hormone) yang cukup signifikan. 

AMH adalah hormon yang digunakan untuk mengukur cadangan sel telur atau ovarian reserve. Makin rendah kadar AMH, makin sedikit cadangan sel telur yang dimiliki seorang wanita. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi peluang wanita untuk hamil.

Selain dapat menurunkan cadangan sel telur, penggunaan vape juga berisiko menimbulkan beberapa gangguan berikut pada kesehatan reproduksi wanita.

1. Mengganggu Siklus Ovulasi

Zat kimia dalam rokok elektrik dapat mengganggu fungsi hormon di dalam tubuh, termasuk hormon estrogen. Efeknya, siklus ovulasi menjadi tidak teratur sehingga masa subur lebih sulit diprediksi.

2. Menurunkan Peluang Embrio Menempel di Rahim

Uap vape juga dapat memengaruhi aliran darah ke dinding rahim. Akibatnya, meskipun pembuahan berhasil terjadi, embrio mungkin lebih sulit menempel pada rahim. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kegagalan kehamilan pada tahap awal.

Menjaga kesehatan reproduksi sejak sebelum kehamilan merupakan langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang janin dan menurunkan risiko stunting di masa depan.

Apakah Perokok Pasif Juga Berisiko?

Uap yang dihasilkan vape bukan hanya sekadar “uap air”. Aerosol dari rokok elektronik masih mengandung nikotin, partikel ultra-halus, serta berbagai zat kimia yang dapat terhirup oleh orang di sekitarnya.

Jika kamu sering terpapar uap rokok elektronik dari pasangan atau orang lain, zat-zat tersebut tetap bisa masuk ke dalam tubuh melalui paru-paru dan aliran darah. Dalam jangka panjang, paparan ini berpotensi memengaruhi kesehatanmu, termasuk meningkatkan risiko gangguan pada kesuburan.

Mari Siapkan Generasi Terbaik dari Sekarang!

Sobat Siap Nikah, memahami pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini merupakan salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya 8 Fungsi Keluarga, yakni menghadirkan generasi yang sehat.

Selain itu, calon pengantin juga sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah. Dengan menjalani premarital check-up lengkap, kamu dan pasangan dapat mengetahui kondisi kesehatan serta kesiapan reproduksi masing-masing, sehingga perencanaan kehamilan pun dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Merencanakan pernikahan dan kehamilan tentu akan terasa lebih tenang jika didukung informasi yang tepat. Jika masih memiliki pertanyaan seputar kesehatan reproduksi atau persiapan menikah, manfaatkan fitur Konsultasi di Siap Nikah. Kamu juga bisa mencoba fitur Cek Kesiapanmu untuk mengetahui seberapa siap kamu dan pasangan menyambut kehidupan berkeluarga.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
BACA JUGA ARTIKEL  Penting Banget, Yuk Kenali dan Jaga Organ Reproduksimu
Scroll to Top