Stress dalam Rumah Tangga (Foto oleh Kat Jayne dari Pexels)

Semua orang tahu bahwa hidup tak selalu senang, kadang ada masalah, kadang ada duka melanda. Begitu pula ketika kamu hidup berumah tangga. Tak mungkin hidup berdua dengan pasangan tanpa masalah. Kita harus mampu mengelola permasalahan agar tidak menjadi stress dalam rumah tangga.

Stres adalah kondisi fisik dan kejiwaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan, harapan, rintangan dan peluang yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh individu. Stres ini ditandai dengan peningkatan kerja syaraf yang jika berlebihan justru akan berakibat buruk pada kesehatan fisik maupun mental.

Cara mengatasi stres (coping) dan akibat yang ditimbulkan dari cara mengatasi stres merupakan pilihan pribadi dan merupakan tanggung jawab individu yang bersangkutan. “Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menghadapi tekanan hidup. Satu yang pasti, jika kamu merasa tertekan, yakinlah semua orang juga pernah merasakannya. Kamu tak sendiri,” ujar Budi Sarasati, Skm, Msi, Psikolog dari APKI, tim ahli Psikologi Kesehatan Keluarga dan Parenting, Pengasuh Rubrik Tanya Jawab Siapnikah.org.

Ada cara positif untuk memandang stress yaitu menerima stress bukan sekedar ketegangan syaraf,stres bisa menghasilkan hal yang positif, dan stres bukan sesuatu yang harus dihindari. Dengan sudut pandang tersebut, ketika permasalahan rumah tangga menghadang bisa diatasi dengan baik sehingga tidak menjadi stress berkepanjangan.

Tanda-Tanda Stress

Seringkali kita sendiri tak menyadari bahwa kita sedang stress. Pekerjaan sering terbengkalai hingga merasa pusing. Kamu perlu tahu apakah kamu stress atau tidak supaya bisa mengatasi masalah dengan baik. Tanda-tanda stressyang dirasakan individu biasanya seperti berikut:

  1. Perubahan dalam kebiasaan makan
  2. Peningkatan konsumsi rokok/miras/narkoba
  3. Perasaan tidak sehat, pusing
  4. Selalu gelisah /tegang/mudah marah
  5. Bingung, serba salah

Stress akan mendorong mendorong individu untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu, yang berupa tindakan merusak (destruktif) atau bahkan bisa membangun ( konstruktif ), dimana tindakan tersebut bertujuan mengurangi kadar stress.

Bisa jadi situasi lingkungan tertentu merupakan hambatan bagi individu A, tetapi merupakan tantangan bagi individu B. Akibat negatif dari stres dapat dikurangi bila individu memahami: bagaimana terjadinya stres, bagaimana akibat dari stres pada aspek fisik dan emosi, danbagaimana mengatasi stres tersebut.

Cara Mengatasi Stress

Ingin segera terbebas dari stres yang membelenggu, namun bingung mulai dari mana melepaskan diri dari stres itu. Berikut adalah beberapa tips dari Yudho Bawono, S.Psi., M.Si. – IPPI, yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres dalam rumah tangga:

  1. Bersyukur

Dengan mensyukuri apa yang sudah diperoleh saat ini, membuat ibu bisa menerima kenyataan bahwa pada saat ini kehidupan ibu sudah berubah, yang awalnya belum berumah tangga menjadi sudah berumah tangga. Memiliki kehidupan yang baru dibandingkan dengan sebelumnya.

  1. Mengingat kenangan indah saat akan menikah dan membentuk keluarga.

Mengenang kebahagiaan menjelang pernikahan. Bisa jadi, saat menjelang pernikahan itu sendiri ada stres yang muncul karena menghadapi bermacam persiapan menuju acaranya, namun moment yang membahagiakan ini tentunya akan memberikan semangat baru dalam menjalani rumah tangga.

  1. Lakukan kegemaran (hobi) yang sudah lama ditinggalkan.

Mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sama dan berulang-ulang setiap harinya menjadikan kehidupan terasa monoton dan menjenuhkan. Untuk mengatasinya, ibu bisa mencoba melakukan kegemaran (hobi) yang sudah lama ditinggalkan.

  1. Mencoba melakukan kegemaran (hobi) yang baru.

Dalam menjalani rumah tangga, bisa jadi kegemaran (hobi) dari pasangan atau anak membuat tertarik untuk dilakukan juga. Dengan bersama-sama melakukan kegemaran (hobi) yang baru ini akan menimbulkan kegembiraan tersendiri sehingga mampu mengurangi stres yang muncul.

  1. Berkomunikasi dengan pasangan dengan nyaman.

Ngobrol dengan pasangan tidak hanya dilakukan dengan bertanya tentang kabarnya setelah seharian beraktivitas di luar rumah. Menyempatkan diri dan menyisihkan waktu untuk berbincang dengan pasangan tentang topik-topik yang menjadi minat bersama mampu meredakan ketegangan.

  1. Berolahraga ringan.

Olahraga ringan yang bisa dilakukan bisa dengan bersepeda atau sekedar jalan pagi di sekitar perumahan atau di taman dekat rumah. Dengan berolahraga ringan dan tidak berlebihan mampu membuat tubuh menjadi lebih bugar dan segar

  1. Me time.

Meminta waktu pada pasangan untuk sekedar me time beberapa saat. Misalnya di akhir pekan, dengan merawat diri, pergi ke suatu tempat sendiri tanpa pasangan maupun anak-anak, bertemu dengan teman-teman, maupun sekedar rebahan tanpa melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

  1. Berbagi pekerjaan rumah tangga dengan pasangan dan anak-anak

Menyapu, mengepel, mencuci pakaian, mencuci piring maupun pekerjaan rumah tangga sehari-hari dapat dilakukan dengan membagi tugas bersama pasangan bahkan dengan anak-anak. Dengan demikian pekerjaan rumah tangga tidak hanya dikerjakan oleh ibu saja.

  1. Mendekatkan diri dengan Tuhan.

Berkomunikasi untuk meredakan ketegangan tidak hanya bisa dilakukan dengan pasangan saja. Menceritakan masalah, kegelisahan, dan semua tekanan dalam menjalani rumah tangga kepada Tuhan saat beribadah dapat memberikan ketenangan tersendiri.

Khusus buat kamu yang beragama Islam, bisa membaca doa-doa secara berurutan sebagai berikut untuk mengatasi stress dalam rumah tangga: Surat Al Fatihah, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq, Surat An Naas, dan diakhiri Ayat Kursi ( Quran Surat Al Baqoroh ayat 285 ), dibaca dengan penuh keyakinan penuh bahwa pertolongan Allah pasti datang.

 

Leave a comment