Menanti Jodoh Tiba

Awas, Terlalu Banyak Rebahan dan Gowes Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

Ilmu tentang kesuburan atau fertilitas masih belum banyak diketahui publik. Padahal, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, tingkat prevalensi infertilitas atau kondisi yang menyebabkan pasangan sulit hamil di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, tergolong tinggi, sampai 25 persen.

Karena itu, berbagai mitos pun menyelimuti. Nah, biar jelas, mari kita baca penjelasan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). “Ada beberapa gaya hidup yang berkorelasi dengan tingkat infertilitas,” kata Prof Budi.

Apa saja itu?

  1. Rebahan Lebih dari 40 Jam per Minggu

Penelitian Harvard Medical School menunjukkan, aktivitas menonton TV selama lebih dari 40 jam per minggu berpengaruh pada turunnya produksi sperma, termasuk gangguan fragmentasi pada DNA sperma.

Istilahnya adalah sedentary lifestyle, gaya hidup yang malas bergerak, hanya berbaring atau duduk menonton TV. Istilah zaman sekarang adalah rebahan. Jadi tidak hanya mencakup nonton TV, tapi juga main HP dan lainnya. Intinya, kurang gerak.

Karena itu, jika masih work from home atau school from home, jangan terlalu banyak rebahan. Tetap lakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Tak hanya menurunkan kualitas sperma, malas bergerak juga bisa memicu penyakit lain seperti gangguan jantung, stroke, dan diabetes.

  1. Olahraga Berat

Olahraga dalam porsi tertentu memang sangat bagus untuk kesehatan, bahkan bisa meningkatkan vitalitas. Tapi, olahraga yang terlalu berat justru bisa menurunkan kesuburan.

Contohnya, bagi laki-laki, olahraga bersepeda lebih dari 5 jam  per minggu bisa berpengaruh pada kesuburan. Sebab, kondisi panas pada area testis akan menurunkan produksi sperma.

Bagi perempuan, olahraga kategori aerobik lebih dari 5 jam per minggu juga bisa menurunkan tingkat kesuburan. Bahkan, dalam beberapa kasus, atlet perempuan yang menjalani latihan berjam-jam setiap hari, bisa mengalami menopause di usia muda.

  1. Merokok

Yang satu ini jelas memiliki banyak efek bagi kesehatan. Kandungan nikotin bisa menyebabkan gangguan pada jantung serta penyakit pernafasan. Bagi perempuan, nikotin ternyata juga bisa merusak pembentukan sel telur sehingga menurunkan kesuburan. Apalagi jika dalam kondisi hamil bisa mengganggu perkembangan janin.

Ini yang harus diingat. Gangguan kesehatan akibat rokok bisa berasal dari 2 jalur. Pertama, perokok aktif. Kedua, perokok pasif atau yang menghirup asap rokok dari orang lain yang merokok.

Karena itu, bisa saja, seorang perempuan tidak merokok namun sel telurnya terganggu. Tenyata, dia menjadi perokok pasif karena pasangannya atau di lingkungannya banyak perokok aktif. Jadi, hindari rokok.

BACA JUGA:

  1. Terlalu Gemuk dan Kurus

Bobot tubuh terkait erat dengan gaya hidup. Misalnya, kelebihan berat badan atau obesitas berpengaruh pada kesuburan laki-laki dan perempuan. Patokannya adalah Indeks Masa Tubuh (IMT) di angka 29.

IMT dihitung dengan membagi berat tubuh (kg) dengan tinggi badan (dalam meter) yang dikuadratkan. Misalnya, berat tubuh 60 kg dan tinggi badan 160 cm atau 1,6 meter. Cara menghitungnya adalah 60 : (1,6 x1,6) = 23,4. Tapi, jika tinggi badan 160 cm dan berat badan 74, maka IMT nya mencapai 29.

Jadi, kamu bisa hitung sendiri berapa IMT mu. Jika di atas 29, maka berpotensi terjadi gangguan kesuburan. Karena itu, atur pola makan dan jalankan olahraga teratur agar bobot tubuh tidak terlalu berat.

Selain itu, khusus untuk perempuan, berat badan yang terlalu kurus juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan. Patokannya adalah IMT di angka 19. Misalnya, jika tinggi badanmu 160 cm dan berat badanmu di bawah 48 kg, maka bobot tubuhnya masuk kategori kurang, sehingga berpotensi terjadi gangguan kesuburan.

Karena itu, diet yang terlalu ketat tidak dianjurkan bagi perempuan. Sebab, selain bisa berdampak pada kesehatan, juga bisa menurunkan tingkat kesuburan. Apalagi, jika mengkonsumsi suplemen diet yang tidak jelas.

Lalu, bagaimana dengan kafein? Apakah konsumsi kopi bisa berpengaruh pada tingkat kesuburan? Prof Budi Wiweko mengatakan, belum ada hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh kafein terhadap tingkat kesuburan.

Periksa Suami Dulu, Baru Istri

Nah, setelah mengetahui berbagai hal tentang kesuburan, maka terlihat jelas bahwa infertilitas bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Karena itu, jika istri belum hamil, sangat tidak tepat jika suami menyalahkan istri.

Sebab, berdasar faktor penyebab infertilitas, 30 persen karena faktor laki-laki, 30 persen faktor perempuan, 25 persen faktor tidak diketahui, 10 persen faktor kombinasi, dan 5 persen faktor lainnya.

“Justru kalau ada pasangan yang sulit mendapat anak, yang harus diperiksa pertama kali adalah sperma suami. Setelah itu, baru istrinya diperiksa,” jelas Prof Budi Wiweko.

Wah, dapat banyak ilmu kan. Jika kamu masih punya pertanyaan seputar kesuburan atau kehamilan, kamu bisa konsultasi langsung dengan tim pakar Siapnikah.org yang terdiri dari para dokter berpengalaman. Caranya mudah: klik kanal TANYA JAWAB di kanan atas, lalu tulis nama dan pertanyaanmu. Tim pakar kami akan sigap untuk membantu.

Yuk share informasi tentang infertilitas ini ke pasangan, keluarga, dan teman-temanmu, agar makin banyak yang dapat ilmu. Jangan lupa, follow akun Instagram @siapnikah_official dan like akun Facebook @siapnikah.org, biar kamu selalu dapat update terbaru dari www.siapnikah.org.

Leave a comment