Resepsi Pernikahan (Foto: Pixabay)

Menikah merupakan momen yang diharapkan terjadi sekali seumur hidup. Saat akan menikah, pasangan bisa memilih akan menggunakan cara adat ataupun modern. Indonesia sendiri, memiliki keragaman budaya sehingga pernikahan adat pun beragam dengan keindahan masing-masing.

Setiap pernikahan pastilah membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkannya, bisa berbulan-bulan bahkan ada yang butuh waktu bertahun-tahun. Selain membutuhkan alokasi waktu dan tenaga, setiap pesta pernikahan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit bagi penyelenggaranya.

Ternyata, ada lima daerah memiliki pernikahan adat yang termahal di Indonesia, salah satunya Nias.

1. Nias, Sumatera Utara
Suku Nias adalah suku yang terletak di Sumatera Utara. Adat istiadat suku Nias sangatlah kental. Hal ini terlihat pada adat pernikahannya sehingga membutuhkan biaya mahal. Bowo atau sebutan mahar dalam pernikahan Suku Nias tergolong sangat mahal.

Mahar ketika proses lamaran saja harus membawa 25 ekor babi dengan harga seekor babi yang tidaklah murah. Harga pasaran seekor babi di Indonesia bisa mencapai Rp3 juta. Bayangkan saja bagaimana jika 25 ekor babi? Bisa mencapai Rp75 juta bukan?

Selain itu, rangkaian acara pernikahan pada pernikahan Suku Nias ini tergolong sangat panjang. Dimulai dari tunangan, kunjungan ke rumah calon mertua, penentuan jujuran, penyerahan mahar, dan rangkaian adat lainnya hingga akhirnya ke pesta pernikahan.

Pada proses lamarannya saja bisa menghabiskan Rp75 juta untuk membeli 25 ekor babi. Di samping itu ditambah dengan panjangnya serangkaian acara upacara adat pernikahan. Biaya pernikahan yang harus ditanggung keseluruhan dapat mencapai hingga Rp200 juta, bahkan lebih dari itu. Tak heran jika pernikahan Adat Suku Nias termasuk dalam pernikahan adat termahal di Indonesia.

2. Jawa, Pulau Jawa
Bila pasangan ingin mengambil adat Jawa untuk prosesi pernikahan, usahakanlah menabung yang banyak. Prosesi pernikahan Jawa membutuhkan persiapan yang panjang, bahkan berbulan-bulan sebelumnya. Tidak hanya itu, prosesi puncak yang meriah juga menjadi alasan prosesi adat Jawa menelan dana yang banyak untuk menikah.

Dimulai dari pemasangan tarub yang merupakan kegiatan memasang elemen dekorasi yang berupa bleketepe (anyaman daun kelapa), pisang tuwuhan, dan berbagai tumbuhan. Kamu bisa melakukan hal ini dengan dibantu oleh anggota keluarga atau menggunakan jasa vendor pernikahan yang biasanya mematok harga sekitar Rp2-3 juta. Vendor pernikahan biasanya sudah memiliki paket khusus pernikahan adat jawa dari prosesi siraman hingga midodareni. Biasanya harga yang ditawarkan mulai dari Rp14 juta.

Panggih atau temu penganten menjadi prosesi puncak di mana kedua calon pengantin dipertemukan setelah resmi menikah. Upacara panggih terdiri dari berbagai rangkaian ritual, yaitu sanggan alias tebusan, keluarnya mempelai wanita dari kamar pengantin yang didahului kembar mayang, lempar sirih, wijikan, dan indhak endhog.

Beberapa vendor menawarkan paket lengkap untuk keperluan upacara panggih dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar Rp4 juta–Rp5 juta. Tentu saja ini belum termasuk keperluan resepsi secara keseluruhan ya. Setelah mengetahui rangkaian proses adat pernikahan Jawa, kamu juga harus merencanakan kebutuhan resepsi untuk pernikahan termasuk untuk kebutuhan katering.

Diperkirakan, biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah upacara pernikahan dengan adat Jawa bisa mencapai angka Rp100 jutaan. Biaya ini sudah termasuk biaya penyewaan gedung, konsumsi, para pemusik, dokumentasi, riasan, pakaian pengantin, mahar, dan seserahan.

BACA JUGA:

3. Minang, Sumatera Barat
Satu lagi tradisi yang memerlukan banyak biaya untuk penyelenggaraan pesta pernikahan, yaitu pernikahan ala adat Minang. Berbeda dengan suku lain di Indonesia, masyarakat Minang memegang tradisi matrilineal.

Artinya, garis keturunan nantinya akan mengikuti garis keturunan pihak wanita. Maka sebelum pernikahan, pihak wanita yang melakukan lamaran dan pihak pria yang akan dijemput ke lokasi pernikahan. Pada adat Minangkabau, perempuan lah yang harus menyambangi rumah calon mempelai pria.

Dalam rangakaian upacara adatnya, ada namanya Malam Bainai oleh mempelai perempuan, yaitu ritual unjuk kasih sayang pada para sesepuh sebelum pernikahan dengan menghias tangan perempuan dengan inai (pacar). Kemudian dilanjutkan dengan Manjapuik Marapulai, yaitu parade atau arak-arakan penjemputan pengantin pria ke tempat pernikahannya.

Salah satu prosesi yang membantu biaya pernikahan adalah tradisi Babako-Babaki. Tradisi ini dilakukan beberapa hari sebelum akad nikah dan resepsi. Yaitu calon pengantin perempuan berkunjung ke keluarga ayahnya untuk diberi nasihat serta bantuan seperti sirih, makanan adat, pakaian dan perhiasan, serta bahan makanan mentah. Besaran biaya yang harus disiapkan dapat mencapai angka Rp150 juta lebih untuk upacara adat Minangkabau.

4. Batak, Sumatera Utara
Perkawinan dalam adat Batak adalah suatu upacara yang dianggap sakral karena dipahami sebagai sebuah bentuk pengorbanan. Di mana parboru mengorbankan anak perempuannya untuk menjadi istri pengantin pria, sedangkan paranak mengorbankan seekor hewan untuk menjadi santapan atau makanan adat dalam pernikahan adat tersebut. Pernikahan adat juga menjadi sangat penting karena merupakan jembatan yang mempertemukan Dalihan Na Tolu dari orang tua pengantin laki-laki dengan Dalihan Na Tolu dari orang tua pengantin perempuan. Tujuannya adalah untuk menyatukan kedua keluarga besar secara adat. Selain itu, dalam tradisinya yang menganut sistem patriarki, pernikahan adat Batak juga dilakukan untuk meneruskan marga dari pihak laki-laki. Tak heran jika prosesnya cukup panjang dan memakan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana tidak, begitu banyak hal yang harus dipersiapkan sehingga biaya yang dikeluarkan pun akan menjadi banyak.

Hal yang harus dipersiapkan salah satunya sinamot. Sinamot merupakan uang mahar yang harus dibayarkan dengan sejumlah uang tunai dari pihak pria kepada pihak wanita. Kesepakatan dan serah terima sinamot ini dinamakan Marhata Sinamot yang diadakan sebelum proses tunangan atau yang disebut dengan Martumpol.

Untuk nominalnya, jelas tidak sedikit. Besaran uang yang dibayarkan harus mengikuti standar perhitungan adat dengan pertimbangan beberapa aspek yang dinilai cukup unik. Jumlah sinamot dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mempelai wanita, pekerjaan mempelai wanita saat ini, jarak tempat tinggal antara wanita dan pria, status dalam silsilah keluarga, status sosial keluarga, reputasi atau citra mempelai wanita di masyarakat, dan status rupa atau kecantikan. Semakin baik nilai seorang wanita dari setiap aspek yang telah disebutkan di atas, maka semakin tinggi pula harga sinamotnya.
Kebutuhan pernikahan adat Batak yang harus kamu persiapkan berikutnya adalah ulos. Ulos merupakan kain khas Indonesia yang dikembangkan oleh masyarakat Batak. Kain ini sering digunakan untuk acara-acara penting, mulai dari pesta pernikahan, tunangan, sampai dengan pemakaman. Dalam pesta pernikahan adat orang Batak, kain ulos merupakan salah satu properti penting karena digunakan sebagai penanda status sosial. Dengan demikian, mempelai pria sebisa mungkin akan memberikan ulos terbaik buat keluarga. Perlu dicatat bahwa semakin cantik sebuah ulos maka semakin detail dan rumit pengerjaanya sehingga harganya pun semakin mahal. Mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah.

Hal yang perlu dipersiapkan lainnya adalah pesta pernikahan. Ada beberapa printilan yang menyita banyak uang. Hal pertama yang paling penting dalam pesta pernikahan tentunya adalah cincin pernikahan. Kamu dapat memilih cincin emas kuning atau emas putih sesuai keinginan. Untuk harga cincin bergantung kepada bahan dan model dari cincin itu sendiri. Estimasi harga sepasang cincin mencapai Rp20 jutaan.

Kemudian, kamu harus mencari bahan kebaya yang baik dengan mode yang kamu inginkan. Biasanya, ada penjahit khusus kebaya yang sudah mahir untuk membuat kebaya cantik. Untuk harga sendiri bergantung kepada tingkat kesulitan mode kebaya yang kamu inginkan. Semakin sulit maka akan semakin mahal pula. Dibutuhkan kocek hingga jutaan rupiah untuk satu potong kebaya, belum dengan setelan roknya. Belum lagi, sebelum menyelenggarakan pesta pernikahan biasanya kamu akan melakukan prosesi tunangan yang disebut martumpol. Dengan demikian maka kamu setidaknya harus memiliki dua kebaya yang berbeda. Semakin bagus bahan dari sebuah kain maka akan semakin mahal pula harganya. Mungkin kamu harus mengeluarkan kocek hingga Rp1 jutaan hanya untuk kain. Kalau untuk pria sedikit lebih sederhana. Kamu dapat membeli jas yang sudah jadi di toko-toko baju. Nah, harga untuk satu jas sendiri di kisaran 1,3 jutaan.

Kamu dapat memilih sedum, tumtuman, atau songket sebagai setelan rokmu. Ketiganya merupakan kain tradisional Batak yang dapat dijahit menjadi rok untuk keperluan pesta adat. Harga untuk kain tersebut beraneka ragam, mulai dari Rp600 ribuan hingga Rp3 jutaan. Harga tersebut baru harga kain ya, belum termasuk harga jahit. Kamu juga membutuhkan kain ini untuk pesta martumpol. Jadi minimal punya dua.

Perintilan berikutnya yang harus kamu pikirkan adalah sepatu pernikahan. Karena durasi pesta pernikahan adat Batak akan sangat lama, maka sepatu yang nyaman akan menjadi sangat penting. Semakin nyaman dan baik kualitas sebuah sepatu, maka tentunya akan semakin mahal harganya. Terlebih, jika kamu memilih untuk menempa sepatu, alias custom sendiri untuk menyesuaikan dengan warna baju dan sebagainya. Selain mahal, kamu juga butuh waktu hingga 2 bulan sampai akhirnya sepatumu jadi. Estimasi harga sepatu dimulai dari Rp600 ribuan.

Wajah dan rambut merupakan pusat perhatian nomer satu di hari pernikahan seorang wanita. Apalagi pernikahannya merupakan pernikahan adat Batak di mana rambut dan makeup rasanya benar-benar harus wow! Untuk itu, kamu perlu memilih salon pengantin terbaik dan melakukan booking dari jauh hari. Untuk rate harga MUA sendiri ada di kisaran Rp3 jutaan. Paket foto pre-wedding dimulai dari kisaran harga Rp5 jutaan tergantung kepada jasa fotografi yang menawarkan. Tanyakan betul mengenai wardrobe hingga biaya perizinan tempat untuk melakukan foto. Jadi, kamu tahu persis biaya bersih yang harus kamu keluarkan. Kamu juga perlu jasa fotografer untuk foto saat acara berlangsung. Harga jasa foto pernikahan sendiri ada di kisaran Rp7 jutaan, bergantung pada paket foto yang kamu pilih.

Biasanya, pernikahan adat membutuhkan lebih banyak undangan daripada pernikahan biasa. Kalau untuk harga akan bervariasi mulai dari Rp4.000 ribuan per piece, bergantung dari bahan dan desain yang kamu pilih. Untuk total harganya tinggal kamu kalikan dengan jumlah undangan yang akan kamu sebarkan.

Kamu juga perlu memikirkan biaya gedung. Ada gedung yang khusus disewa untuk acara pernikahan adat Batak sehingga akan lebih mempermudah dalam hal dekorasi dan sebagainya. Jika kamu melakukan akad nikah atau pemberkatan terlebih dahulu di tempat ibadah, maka jangan lupa menyewa mobil pengantin juga. Harga gedung kini beragam hingga mencapai puluhan bahkan ratusan juta.

Pesta pernikahan adat Batak pastinya akan menitikberatkan acara pada makan bersama hingga bernyanyi dan menari bersama semalaman. Dengan demikian, kamu harus memilih vendor catering dan musik yang terbaik. Selain itu, kamu juga perlu memikirkan opsi jaga-jaga jika tamu yang datang membeludak yaitu dengan menyiapkan tenda atau ruangan outdoor untuk menampung tamu undangan. Untuk harga, siapkan budget di kisaran Rp30 jutaan.

Belum lagi biaya hotel jika kamu ingin mengadakan resepsi pernikahan bukan di kota asal kamu tinggal. Tak hanya hotel untuk kamu, tetapi juga hotel untuk keluarga inti yang akan ikut dalam acara pernikahanmu. Booking hotel yang nyaman, fasilitasnya lengkap, bersih, dan tentunya tak begitu jauh dari tempat resepsi. Minimal Rp800 ribuan per malam per kamar.

5. Bugis, Sulawesi Selatan
Suku Bugis memiliki proses persiapan pernikahan yang cukup panjang dan melibatkan banyak orang. Salah satu langkah adat yang harus dijalani adalah Mappaiseng dan Mattampa, yaitu penyebaran informasi pada seluruh orang di desa mengenai pernikahan yang akan diselenggarakan.

Proses ini dilakukan sebagai bentuk permohonan bantuan dan doa untuk kelancaran acara. Selain itu, besaran mahar yang diberikan harus sesuai dengan tingkatan pendidikan mempelai wanita. Jadi, kisaran biaya untuk melakukan upacara pernikahan adat Bugis berada di angka lebih Rp100 juta.

Mahar masyarakat Bugis umumnya diukur dari derajat dan status sosial yang melekat di diri seorang pria yang hendak meminang perempuan. Misalnya pria yang berpendidikan tinggi, dia akan dikenai mahar lebih tinggi dibanding yang pendidikannya rendah. Maharnya pun bisa mencapai Rp75 juta.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
1
+1
2
+1
1
+1
0

Tinggalkan Komentar