Persiapan Pernikahan (Foto: IG @preweddingkeren)

Setiap orang tentu memiliki pasangan idaman. Wajar saja kalu ia ingin mendapatkan pasangan terbaik sesuai harapannya. Tetatpi, mustahil untuk mendapat pasangan yang sempurna. Pasti selalu ada satu atau dua sifat pasangan yang dirasa tidak cocok atau bahkan mengganggu hingga dianggap toxic. Kemudian, banyak dari pasangan tetap melanjutkan hubungan dengan harapan setelah menikah ia akan berubah. Apakah hal itu wajar?

Psikolog Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd mengatakan perubahan sikap hanya bisa dilakukan atas kemauan orang itu sendiri. “Banyak masalahnya perempuan, kita yakin banget laki-laki bisa berubah kalau cinta sama kita dan yang itu, gak mungkin. Gak bisa. Emang kita mau berubah buat laki? Gak juga kan. Gak ada yang bisa mengubah orang kecuali orangnya mau berubah,” jelas Rosdiana.

Menurut Rosdiana, dalam hubungan asmara, antarpasangan tidak bisa mengubah sikap kecuali keinginan untuk berubah muncul atas kesadaran sendiri. Sekalipun hanya mengarahkan, perubahan juga akan sulit terjadi sesuai keinginan salah satu pasangan.

“Susah loh. Mesti dia yang mau (berubah). Nah, itu susah. Kecuali kalau dia mentok, sudah sadar (dengan kesalahan). Baru kita bisa cari sama-sama,” ucapnya.

Ia menambahkan, keputusan untuk menerima apa adanya haruslah dilakukan sebelum memutuskan untuk menikah. Tujuannya, agar antara pasangan tidak ada yang menuntut perubahan sikap ketika pernikahan sudah terjadi.

“Menurut saya, mindset menerima dia apa adanya justru sebelum menikah. Maksudnya gini, kalau saya menerima dia apa adanya, saya tahan gak, untuk 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun ke depan tahan gak? Gitu,” ujar Rosdiana.

Setiap orang, dilahirkan dan memang mempunyai ciri khas yang berbeda-beda. Termasuk itu sifat atau karakter yang ada di dalam setiap orang. Tentu dalam suatu hubungan, perbedaan pandangan, pendapat dan karakter masing-masing adalah suatu hal yang wajar, tergantung bagaimana menyikapinya. Dan sebaiknya kamu jangan terlalu menuntut pasangan untuk berubah, kecuali untuk hal yang baik. Kenapa? Ini 5 alasannya:

1. Pasangan juga memahami kamu
Pasangan juga memang gak menuntutmu untuk berubah, namun pasanga itu lebih memilih memahami. Begitu pun juga dengamu, tidak perlu menuntut pasangan untuk berubah, lebih baik saling memahami.

2. Pasangan nyaman dengan sifatnya
Asalkan sifatnya itu tidak berdampak buruk bagi hubungan, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dan tidak perlu juga menuntunya untuk berubah, jika memang kamu merasa aneh dengan sifatnya misalnya. Mungkin juga pasangan kamu juga merasa aneh dengan sifatmu dan apakah dia menyuruhmu untuk mengubah sifat itu?

BACA JUGA: 5 Cara Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Enggak Romantis, Jangan Cuekin Balik

3. Saling mengingatkan
Daripada meminta pasangan berubah lebih baiknya saling mengingatkan. Misalnya cukup dengan mengingatkan kalau semisal melakukan suatu kesalahan, dan begitu pun sebaliknya.

4. Belum tentu menjadi lebih baik
Perlu dipikirkan, apakah ada jaminan setelah kamu meminta pasangan untuk berubah, dan hubungan menjadi lebih baik? Belum tentu juga harus mengubah sikap dari pasangan, terlebih lagi saat sedang dalam masalah atau pertengkaran kecil. Lebih baik saling ‘intropeksi’ masing-masing, baik itu pasangan maupun kamu sendiri.

5. Cara pandang
Bisa jadi kalau kamu meminta pasangan untuk berubah, berarti kamu belum benar-benar memahami sikapnya itu. Mungkin yang harus diubah itu adalah cara pandang atau bagaimana kamu menghadapinya. Pada dasarnya, memang itulah sifat dari pasangan dan mungkin pasanganmu juga memahami sifat darimu.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
2
+1
4
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar