Uang Belanja Kurang? Ini Cara Minta Tambahan ke Suami Tanpa Drama

Meminta Uang Belanja (Foto: Pexels)

Table of Contents

Saat dihadapkan pada kondisi uang belanja yang kurang, rupanya sebagian istri masih kerap merasa segan dan enggan untuk meminta tambahan pada suaminya. Terlebih ketika suami tampak tegas pada setiap pengeluaran yang dilakukan istri.

Padahal, persoalan keuangan ini sangat penting dan harus dibicarakan dengan menyeluruh. Kalau kamu kerap merasa uang belanja sangatlah mepet atau bahkan kurang, ada beberapa cara yang tepat untuk membicarakannya pada suami.

1. Mulailah dengan membahas perencanaan keuangan keluarga
Hal pertama yang harus dilakukan pasangan untuk bisa membicarakan kenaikan anggaran tertentu adalah dengan membahas perencanaan keuangan dengan baik. Sah-sah saja bagi istri untuk mengetahui secara rinci berapa pemasukan bulanan meskipun ia tidak bekerja sekalipun.

Saat sudah menikah, sudah sewajarnya kedua pasangan mengetahui dengan detail uang masuk dan uang keluar setiap bulannya. Bicarakan pula target-target keuangan yang ingin dicapai. Ada baiknya kamu dan pasangan merancang pengeluaran bulanan, termasuk uang belanja bulanan.

2. Buatlah catatan keuangan dengan rapi dan detail
Langkah selanjutnya, sebelum mengajukan kenaikan uang belanja, lakukan riset setidaknya tiga bulan untuk memantau pengeluaran bulanan untuk biaya belanja bulanan. Buatlah catatan keuangan dengan rapi dan detail. Catat setiap pengeluaran, sekalipun hanya membeli permen untuk anak. Ingat, pengeluaran sekecil apapun berperan dalam pengeluaran yang besar di akhir.

BACA JUGA: 3 Kebiasaan Money Manners yang Menghambat Keuangan Keluarga

3. Catat terus perubahan harga bahan pangan dan ambil yang tertinggi
Pada beberapa bahan pokok, sangat umum jika terjadi perubahan harga. Harga BBM, inflasi, dan segala faktor eksternal kerap mempengaruhi harga bahan pokok seperti daging, telur, cabai, hingga bawang. Jadi, pastikan untuk mencatat kisaran harga dan garis bawahi harga tertinggi.

4. Buat perkiraan biaya tak terduga
Jangan lupa untuk membuat catatan untuk biaya tak terduga yang kerap dibutuhkan. Misal, saat token listrik habis di tengah bulan, berapa biaya yang biasanya dibutuhkan untuk mengisi kekurangan. Selain itu, saat salah satu anggota keluarga sakit, berapa biaya tambahan untuk membeli obat dan perlengkapan perawatan.

5. Berikan rincian belanja pada suami
Nah, langkah selanjutnya, jika kamu sudah memiliki semua detail tersebut, ajukan rincian ini pada suami. Buatlah detail yang jelas mengenai selisih kekurangan anggaran belanja bulanan. Pria biasanya cenderung membutuhkan angka yang riill untuk menentukan apakah sesuatu benar-benar dibutuhkan atau tidak. Dengan begitu, kamu bisa memiliki bukti yang tervalidasi untuk meminta tambahan uang belanja.

Itulah beberapa langkah ketika kamu ingin mengajukan uang belanja tambahan pada suami. Selalu ingat, meskipun kamu tidak bekerja, kamu juga memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur keuangan rumah tangga. Komunikasi adalah kunci utama untuk menyelesaikan masalah keuangan.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
1
+1
0
+1
2
+1
1
Scroll to Top