Ilustrasi Patah Hati Gagal Menikah (Foto: Pixabay)

Gagal melangkah ke pernikahan bukanlah hal yang diinginkan oleh siapapun. Kegagalan itu bisa membuat hati tercabik dan seakan tak bisa bangkit lagi. Tentu butuh proses untuk menyembuhkan hati yang lara. Tak mudah memang, tetapi bukan berarti tak mungkin.

Hubungan asmara yang sudah lama terjalin dan sudah di depan pintu pernikahan, bisa saja berakhir dalam waktu singkat. Bahkan ketika tanggal sudah ditentukan dan undangan sudah disebar, tak menutup kemungkinan runtuhnya impian dua sejoli. Penyebabnya bisa berbagai macam hal, mulai dari banyaknya ketidakcocokan hingga hadirnya orang ketiga.

Meskipun kadang mungkin itu skenario terbaik dari Tuhan untuk menunjukkan kalau dia bukan pasangan yang baik untukmu. Ketika gagal menikah, sudah pasti akan kecewa dan sakit hati.

Namun, kamu tidak boleh terpuruk terlalu lama. Kamu harus bisa bangkit dan menyembuhkan luka hatimu. Yuk bisa yuk!

1. Menerima kegagalan itu dengan lapang dada
Kamu mungkin merasa hidupmu hampa tanpa pasangan dan setelah gagal menikah. Namun mau dikata apa ketika takdir berkata lain, kamu dan pasangan mungkin memang tidak digariskan untuk bersama.

Hal yang harus kamu lakukan adalah menerima kenyataan ini meskipun pahit. Terimalah dengan lapang dada meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Proses ini butuh waktu yang panjang sampai kamu benar-benar bisa merelakan kepergian dia. Kamu bisa menjadikan kenangan pahit ini sebagai pelajaran hidup yang berharga.

BACA JUGA: Istri Tak Perawan dan Sedang Hamil, Bisakah Membatalkan Pernikahan?

2. Kamu perlu menjaga jarak dengan si dia
Agar hatimu tidak semakin tercabik, kamu perlu menjaga jarak dengan si dia yang lepas dari genggaman. Sebaiknya kamu menyimpan atau membuang barang pemberian dia dan tak perlu lagi mengikuti setiap tindakannya di media sosial.

Sekadar mengingat biasa saja boleh, tetapi jangan sampai kamu malah jadi memikirkannya berlarut-larut. Karena hal tersebut justru bisa menggagalkan proses move on dan meruntuhkan niatmu untuk melupakan dia.

3. Keluarkan semua unek-unek
Setelah gagal menikah, kamu pasti merasa hancur. Itu wajar sekali. Daripada kamu mengurung diri terus-menerus dan menolak bertemu orang lain, lebih baik kamu meluapkan semua emosi yang kamu rasakan pada orang kepercayaanmu seperti sahabat atau keluarga.

Ceritakan semua hal yang mengganjal di hati untuk membuang segala keluh kesah yang kini menyelimuti perasaan kamu. Bila perlu, minta dukungan dan bantuan mereka yang sekiranya dapat membuat perasaan agar bisa jauh lebih baik dan semakin baik setiap harinya.

4. Menyibukkan diri dengan hal positif
Setelah kamu berhasil mengubur semua kenangan masa lalu dan mencurahkan perasaan pada orang terdekat, kini saatnya kamu menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang positif.

Kamu bisa memulainya dengan membuat prioritas penting dalam hidup, yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Isilah hari-harimu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat karena hal ini akan membantu membangun kembali hidup kamu. Hal ini juga membuka peluang untuk bertemu dengan orang-orang baru.

5. Percayalah kalau ada rencana yang lebih baik di depan sana
Menata kembali hati setelah rencana menikah berantakan bukanlah hal mudah. Tapi, bukan berarti itu tak mungkin dilakukan. Kehidupan akan tetap berjalan baik-baik saja meski tanpa kehadiran pasangan. Yakinlah akan ada banyak rencana-rencana indah lainnya yang menanti di depan mata, asalkan kamu mau berusaha keras untuk mencapainya.

Tidak ada yang menginginkan untuk gagal menikah. Namun, kadang nasib berkata lain. Jangan biarkan luka hati membuatmu terpuruk terlalu lama. Bangkitlah dan tataplah masa depan yang lebih baik.

Leave a comment