Menikahi Duda (Foto oleh Emma Bauso dari Pexels)

Menikah dengan duda berbeda menikah dengan pria lajang yang belum pernah menikah. Bukan Cuma statusnya yang berbeda, kamu perlu penyesuaian beberapa hal agar tidak menjadi ganjalan dalam rumah tangga baru. Sebelum memutuskan menikah dengan pasangan duda ketahuilah plus minus menikahi duda dalam ulasan berikut ini.

Selain persiapan pernikahan sebagai mana mestinya, pernikahan dengan duda membutuhkan pemikiran/pertimbangan yang benar-benar matang. Pastikan pasangan sudah move on dari mantan, idealnya pasangan sudah berpisah dari pasangannya 2-3 tahun sebelumnya.

Terburu-buru menikah dengan duda yang beru saja bercerai atau ditinggal meninggal oleh istrinya, berarti tidak tidak memberi kesempatan bagi Si Dia untuk melupakan rasa duka atau sakit akibat pernikahan sebelumnya. Jeda waktu yang cukup ini juga memberimu waktu untuk berfikir ulang tentang kesiapan mentalmu untuk menghadapi segala konsekuensi menikan dengan duda.

Jeda waktu juga memberi kesempatan dirimu untuk mengenali mengenal calon pasangan lebih dekat, mencakup bagaimana emosinya, bagaimana kesiapannya menerima anak hasil pernikahan pertama anda dan lainnya. Jangan ragu untuk mendiskusikan dengan orangtua. Tanyakan pendapat orangtua tentang calon pasangan. Diskusi dengan orangtua dapat membantu memutuskan baik buruknya.

Jika kamu tidak sabar dan tergesa-gesa untuk menikah dengan duda, bersiap-siaplah selalu dibanding-bandingkan dengan mantan istrinya. Tentu akan menyakitkan jika itu terjadi dalam rumahtanggamu.

Apabila calon pasangan memiliki anak, kamu juga harus bersiap menjadi istri sekaligus ibu. Kamu tidak bisa memisahkan peran itu. Tak cuma persiapkan mental dirimu sendiri, kamu juga harus mempersiapkan mental anak untuk menerimamu sebagai ibu mereka.

Dekati dan ambil hati anak, beritahu tentang rencana pernikahan kedua orangtuanya, izinkan anak menyampaikan keinginan dan pendapatnya. Memaksakan pernikahan ketika anak belum memberi restu akan membuat pernikahan tidak tenang karena berisiko konflik. Karena itu bersabarlah dengan anak calon pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.

Cobalah untuk berdiskusi dan bekerjasama dengan calon pasangan tentang pola asuh anak. Apakah anak akan ikut dalam keluarga baru atau ikut keluarga mantan, kewajiban anak apa saja yang harus dipenuhi setiap bulannya.
Harus saling jujur dan terbuka dengan calon pasangan baru agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

Diskusikan dengan calon pasangan tentang pernikahan yang bagaimana yang akan dijalankan, termasuk pengasuhan anak dan kewajiban lainnya. Tetap jalankan kewajiban terhadap anak-anak dari pernikahan sebelumnya. Jangan sampai permasalahan anak menjadi ‘kerikil’ dalam rumahtangga yang kamu bina bersama duda.

Persoalan lain yang harus kamu hadapi ketika menikah dengan duda adalah sulit meyakinkan keluargamu untuk meminta restu. Karena keluarga pasti ingin yang terbaik untukmu, biasanya kamu akan menemui penolakan pertama kali menyampaikan hubunganmu dengan duda. Perlu usaha lebih untuk meyakinkan bahwa pilihanmu adalah pilihan terbaik untukmu.

BACA JUGA:

Jika memang sudah bulat tekadmu untuk menikah dengan dua, kamu tak perlu ragu lagi. Karena menikah dengan duda juga memiliki nilai positif. Salah satu kelebihan seorang duda adalah lebih matang dan siap diajak menikah. Apalagi, wanita pada dasarnya lebih cepat dewasa dibanding pria, sehingga mereka akan mencari pria yang dianggap tak akan mengulangi kesalahannya dua kali. Berikut kelebihan menikah dengan duda.

1. Pandai Berkomunikasi
Pria yang telah mengakhiri pernikahannya mungkin lebih baik dalam berkomunikasi. Dikutip dari Tirbunnews, pemuan dari National Institutes of Health (NIH) yang dilakukan sejak 1986 sampai 2002 yang dilakukan terhadap 373 pasangan menemukan, bahwa sebagian besar pria dan wanita yang pernah bercerai dan menikah kembali, cenderung lebih mudah mengungkapkan perasaannya dan memiliki empati lebih besar pada pasangan.

Dalam studi NIH yang sama menyebutkan, pasangan yang pernah bercerai umumnya akan memiliki hubungan yang lebih kuat pada hubungan keduanya. Mereka menyadari bahwa konflik adalah hal yang normal dan punya pilihan bahwa setiap konflik bisa diselesaikan dengan berbagai cara tanpa menuruti emosi. Kecerdasan emosional seperti itu yang diinginkan para wanita.

2. Lebih Mapan
Dalam kondisi normal, seorang duda tentu sudah memiliki kemapanan ekonomi. Ini adalah kelebihan yang bisa kamu ambil ketika menikahi duda. Kamu hanya perlu mengatur ulang keuangan, tanpa perlu risau pekerjaan suami atau membangun usaha dari awal bersama suami. Jeda kemampuan ekonomi dengan duda dalam pandangan masyarakat tidak pernah menjadi masalah, karena laki-laki memiliki kewajiban menafkahi sehingga kamu tidak perlu terlalu pusing dengan anggapan orang lain.

3. Tidak Egois
Pria yang pernah gagal dalam pernikahan akan berhenti mencari “Ms.Right” dan menginvestasikan waktunya untuk mencari wanita yang bisa membuatnya bahagia dan berbagi minat yang sama. Tak ada lagi drama dalam pernikahan. Mereka tahu bahwa pernikahan harus dipertahankan, mereka tak ingin ego mengalahkan mereka lagi. Mereka juga tahu bahwa ekspektasi berlebihan dalam suatu hubungan juga tidak baik, karena itu mereka berusaha mengerti pasangannya yang sekarang.

4. Jago di Ranjang
Kehidupan seksualmu bisa jadi sangat menyenangkan jika menikah dengan duda. Tentu saja alasannya adalah mereka lebih berpengalaman. Mereka sudah mengerti cara membahagiakan dan memuaskan istri. Kamu bahkan bisa meminta saran dan pendapat pada suami tentang urusan ranjang. Tak perlu malu-malu mengutarakan yang kamu mau jika kamu menikahi duda.

Leave a comment