Cover - Memahami Burnout pada Ibu Rumah Tangga

Table of Contents

Chike Ismi Anggraini – Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Universitas YARSI

 

Ibu rumah tangga seringkali menghadapi tantangan yang luar biasa dalam menjalani peran mereka sehari-hari. Mereka tidak hanya bertanggung jawab untuk mengurus rumah, tetapi juga merawat anak, mendukung pasangan, dan terkadang harus bekerja di luar rumah. Semua tanggung jawab ini bisa membuat ibu merasa tertekan dan kelelahan. Salah satu kondisi yang sering dialami oleh ibu rumah tangga adalah burnout. Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang terjadi akibat stres berkepanjangan. Pada ibu rumah tangga, burnout sering terjadi ketika mereka merasa kewalahan dengan tuntutan yang tak ada habisnya, tanpa mendapatkan cukup dukungan atau waktu untuk diri sendiri. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengenali gejala-gejalanya dan mencari dukungan yang mereka butuhkan. Dengan perawatan yang tepat, burnout dapat diatasi, dan ibu dapat kembali merasa lebih baik serta lebih mampu menjalani peran mereka dalam keluarga. Burnout sering muncul melalui berbagai gejala yang mencerminkan kondisi kelelahan yang mendalam. Burnout bisa muncul dengan berbagai gejala, yang dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa gejala umum yang sering dialami oleh ibu rumah tangga yang mengalami burnout antara lain:

Baca Juga: Ini Lho Pentingnya Me Time Buat Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

  • Kelelahan fisik dan emosional: Ibu merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun emosional, dan merasa tidak ada energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Kehilangan motivasi: Ibu merasa kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani peran mereka sebagai pengurus rumah tangga dan ibu.
  • Perasaan terjebak: Ibu merasa terperangkap dalam rutinitas yang monoton dan sulit untuk melihat jalan keluar dari situasi tersebut.
  • Rasa cemas dan depresi: Perasaan cemas yang berlebihan, kesedihan, atau bahkan depresi yang mendalam seringkali menyertai kondisi ini.
  • Kinerja yang menurun: Ibu merasa bahwa mereka tidak dapat menjalankan tugas mereka dengan baik, baik itu mengurus rumah, merawat anak, atau bekerja.

Banyak faktor dapat memperbesar kemungkinan seorang ibu rumah tangga mengalami burnout. Berikut beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang ibu rumah tangga mengalami burnout, di antaranya:

  1. Tuntutan yang Berlebihan: Banyak ibu merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi dari diri mereka sendiri maupun orang lain untuk menjadi ibu yang sempurna, istri yang ideal, dan pengurus rumah tangga yang efisien.
  2. Kurangnya Dukungan: Ketika ibu merasa tidak mendapat dukungan dari pasangan atau keluarga, baik dalam hal pekerjaan rumah tangga maupun emosional, risiko burnout semakin meningkat.
  3. Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri: Banyak ibu rumah tangga yang merasa bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk diri sendiri, untuk beristirahat, atau melakukan aktivitas yang mereka nikmati, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kelelahan mental.
  4. Keterbatasan Keuangan: Ketika ibu harus mengelola rumah tangga dengan anggaran yang terbatas, tekanan keuangan bisa menjadi faktor besar yang menambah stres.
BACA JUGA ARTIKEL  Mencegah Ketergantungan Gadget pada Anak dengan Story Telling

Baca Juga: Plus Minus Istri Menjadi Ibu Rumah Tangga

Burnout yang dibiarkan tanpa penanganan dapat membawa dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental ibu itu sendiri maupun keluarganya. Dalam artikel ini akan membahas mengenai beberapa dampak yang mungkin timbul adalah:

  • Gangguan kesehatan fisik dan mental: Ibu yang mengalami burnout bisa mengalami gangguan tidur, masalah pencernaan, sakit kepala, bahkan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
  • Hubungan keluarga yang tegang: Ketegangan emosional yang muncul akibat burnout bisa mempengaruhi hubungan ibu dengan pasangan dan anak-anak, menyebabkan stres dalam rumah tangga.
  • Menurunnya kualitas pengasuhan anak: Ketika ibu merasa sangat kelelahan atau cemas, kemampuan mereka dalam memberikan perhatian dan dukungan yang optimal kepada anak-anak bisa terganggu.

Burnout dapat menimbulkan beberapa dampak yang membahayakan bagi kondisi ibu dan keluarga jika tidak segara ditangani. Ada berbagai langkah yang bisa diambil untuk mengatasi burnout. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi burnout pada ibu rumah tangga antara lain:

Baca Juga: Ibu Bahagia Menghasilkan Generasi Bangsa yang Berharga

  1. Mencari Dukungan: Ibu bisa berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman untuk mendapatkan dukungan emosional dan praktis.
  2. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri: Mengambil waktu sejenak untuk beristirahat, melakukan kegiatan yang disukai, atau bahkan sekadar melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi dapat membantu mengurangi stres.
  3. Membagi tugas: Ibu tidak perlu merasa bahwa mereka harus menangani segala sesuatu sendirian. Membagi tugas rumah tangga dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya dapat meringankan beban.
  4. Menerima Ketidaksempurnaan: Ibu harus belajar untuk tidak menuntut kesempurnaan dari diri mereka sendiri. Menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dapat membantu mengurangi tekanan.
  5. Mencari Bantuan Profesional: Jika gejala burnout semakin parah, mencari bantuan dari psikolog atau konselor bisa sangat membantu untuk mendapatkan dukungan yang tepat.

 

Daftar Pustaka

Rina, M., & Setiawan, A. (2022). Faktor Penyebab Burnout pada Ibu Rumah Tangga: Sebuah Kajian Psikologi. Jurnal Psikologi Keluarga, 11(2), 105-120. https://www.researchgate.net/publication/331823509_Burnout_pada_Ibu_Rumah_Tangga

Pratiwi, D., & Yuliana, F. (2021). Dampak Burnout pada Ibu Rumah Tangga: Perspektif Psikologi. Jurnal Kesehatan Mental, 7(3), 150-158. https://www.halodoc.com/artikel/penyebab-burnout-yang-dialami-oleh-ibu-rumah-tangga

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
15
+1
7
+1
4
+1
0
Scroll to Top