Ilustrasi Rumah (Foto: Pixabay)

Ketika ditanya antara menikah dan punya rumah, mana yang mau diwujudkan lebih dahulu? Jawabannya untuk setiap orang bisa bervariasi. Karena hal ini tergantung dari situasi yang dihadapi masing-masing orang.

Bisa saja untuk mewujudkan keduanya bersamaan. Apalagi kalau kamu sudah punya calon pasangan dan bisa tinggal di rumah atau apartemen sendiri setelah menikah. Untuk mewujudkannya tentu saja kamu membutuhkan modal yang tak sedikit. Biaya menikah dan memiliki rumah tidaknya sedikit, bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.

Hanya saja realitanya, untuk mewujudkan kedua hal tersebut kamu memerlukan modal yang tak sedikit. Modal untuk biaya nikah dan beli rumah sangat besar, puluhan juta bahkan bisa mencapai ratusan juta.

Belum lagi ada impian lainnya yang ingin diwujudkan, seperti punya kendaraan pribadi, nonton konser, travelling atau membeli gadget terkini. Tak bisa dipungkiri sebagai generasi milenial, kamu memiliki banyak impian yang ingin diwujudkan. Terutama impian yang bernilai positif bagi pengembangan dan apresiasi diri, diantaranya menikah dan memiliki rumah sendiri.

Sayangnya, keinginan tersebut kerap menjadi konflik pribadi karena terbentur dengan biaya. Efeknya, bisa jadi kamu galau karena secara finansial belum mapan.

Untuk menepis kegalauanmu itu, berikut tiga solusi praktis yang bisa kamu praktikkan untuk wujudkan impianmu punya rumah sendiri.

1. Tentukan tujuan keuangan secara jelas
Bagi kamu yang sudah memiliki pasangan dan mulai berencana ke tahap yang serius yakni pernikahan, tentunya kamu wajib mulai membicarakan kondisi keuangan dan impian keuangan dengan pasangan.

Topik keuangan seputar gaji, nilai aset, hutang hingga setelah menikah rencana tinggal di mana, rumah sendiri atau apartemen? Semua itu sebaiknya sudah diskusikan bersama pasangan agar kamu bisa mengatur keuangan bersama dengan tujuan yang lebih jelas.

Douglas Boneparth dalam bukunya “Millennial Money Fix”,seperti dikutip dari Business Insider mengatajan kesalahan umum yang kerap dilakukan milenial ialah cenderung tidak memiliki arah dan tujuan keuangan. Boneparth menegaskan seharusnya milenial yang telah memiliki penghasilan sendiri bisa mengidentifikasi tujuan keuangan hingga mewujudkannya.

Hal ini berlaku juga bagi yang masih lajang. Sembari menunggu jodoh datang, ada baiknya kamu menyusun apa saja tujuan keuanganmu dan memperbanyak menabung ataupun investasi guna biaya nikah hingga beli properti sendiri.

BACA JUGA: Belum Mapan Tapi Ingin Menikah, Bolehkah?

2. Hitung kemampuan
Menyoal keuangan, kamu harus realistis. Setelah menentukan tujuan keuangan dan menentukan mana yang jadi prioritas dalam jangka pendek maupun panjang. Langkah selanjutnya adalah berhitung untuk mengetahui di mana posisi keuanganmu saat ini. Apakah kamu sudah berada di zona aman atau sebaliknya.

Cek kembali ada berapa tabungan, investasi, dan aset yang sudah kamu miliki. Apakah sudah cukup untuk mewujudkan tujuan keuanganmu semisal beli rumah/apartemen.

Sadari tujuan berhitung ialah kamu jadi tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi keuanganmu. Cobalah lakukan hitungan keuangan di akhir bulan atau beberapa hari sebelum gajian tiba.

Apapun hasilnya nanti, bila ternyata keuanganmu tidak terlalu baik, jangan bersedih. Belajarlah untuk lebih disiplin dalam mengatur uang dan susun strategi untuk menambah pendapatan, mengurangi pengeluarantak perlu hinggamelunasi utang.

3. Manfaatkan KPR
Setelah berhitung dan kamu sudah tahu apa yang jadi tujuan keuanganmu, semisal beli rumah/apartmen. Selanjutnya ialah ambil tindakan untuk wujudkan impianmu. Apapun kondisimu saat ini, tak perlu khawatir tidak bisa beli rumah/apartemen karena uangmu belum cukup sebab ada KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

KPR bisa menjadi solusi tepat untuk generasi milenial yang ingin beli properti terlepas status masih single, mau menikah atau sudah menikah. Tak ada kata terlambat. Pastikan kamu memilih KPR yang tepat agar tidak memberatkan keuanganmu di masa mendatang.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi kegalauan dalam menentukan prioritasmu. Apakah mau membeli rumah dulu, menikah dulu, atau keduanya sekaligus.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar