Anak Tantrum (Gambar oleh Vicki Lynn dari Pixabay)

Saat mengasuh si buah hati, ada momen-momen yang membuat kebingungan. Misalnya saja saat anak tantrum yang dalam istilah psikologinya disebut sebagai temper tantrum. Saat menghadapi itu, kamu harus bisa tetap tenang dan melakukan langkah yang tepat untuk menenangkan si kecil.

Tantrum merupakan perilaku marah pada anak-anak. Hal ini biasanya terjadi di usia prasekolah pada usia 2-3 tahun. Saat tantrum, mereka biasanya mengekspresikan kemarahan itu dengan berbaring di lantai, menendang, berteriak, dan kadang-kadang menahan napas. Tantrum terjadi karena anak-anak pada usia ini belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa kesal dan frustasi mereka. Rasa kesal ini timbul umumnya karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Ketika menghadapi kondisi ini, kamu harus bisa bersikap tetap tenang. Sikap tenang ini jadi kunci utama untuk mengatasinya. Kalau kamu panik dikhawatrikan tindakan yang kamu ambil untuk mengatasi anak tantrum akan kurang bijak. Berikut ini langkah-langkah untuk menghadapi anak tantrum dengan tenang:

1. Berilah anakmu ruang
Saat anakmu tantrum, sebaiknya kamu memberikan dia ruang. Biarkan dia memanfaatkannya untuk meluapkan emosinya. Namun, kamu harus tetap mengawasi dia.

2. Pastikan keamanan anak
Ketika buah ahti sedang tantrum, kamu harus memastikan keamanannya. Jauhkan si kecil dari barang yang membahayakan apalagi kalau si kecil berguling-guling di lantai atau memukul-mukul.

3. Berempati pada anak
Berikan pelukan lembut pada anak saat dia tantrum. Jangan malah mengekangnya, mencubit, atau bahkan memukul. Berikan kata-kata yang menyejukkan dan memenangkan hatinya. Buatlah suasana positif dan tunjukkanlah empati agar anak tahu kalau kamu memahami kondisinya. Perhatian itu bisa membuat dia tenang.

4. Tetap sabar dan tenang
Saat anak tantrum tetaplah sabar dan tenang. Jangan memarahinya. Kalau dirasa perlu, kamu bisa menjauh sebentar, tarik napas dalam untuk menenangkan diri sebelum menghadapi anakmu.

5. Pahamilah anak
Si kecil mungkin saja tantrum karena capai atau kelaparan. Nah, untuk itu kamu perlu mengenali keinginan dan kebutuhannya saat bepergian. Kamu juga bisa menjadwalkan kegiatan sebelum pergi berdasarkan pada kemampuan dan kebutuhan si keci.

Soal tantrum ini, ada hal yang harus kamu cermati. Terkadang anak-anak menangis histeris dan meraung-raung agar keinginannya terpenuhi. Perlu kamu ketahui, hal ini merupakan gejala tantrum manipulatif.

Kenali Tantrum Manipulatif

Tantrum manipulatif merupakan tindakan yang dilakukan anak ketika keinginannya tidak terpenuhi dengan baik. Ini adalah tantrum yang dibuat-buat oleh anak-anak untuk membuat orang lain memenuhi keinginannya. Perlu diingat, tantrum manipulatif tidak terjadi pada semua anak. Kebanyakan tantrum manipulatif muncul akibat adanya penolakan.

Ketika gejala tantrum manipulatif ini timbul, kamu perlu segera mengoreksi perilakunya. Pasalnya hal ini bukan fase perkembangan psikologis yang normal.

Saat anak sedang mengalami tantrum manipulatif kamu harus tetap sabar. Pahami dahulu keinginannya, jangan langsung menuruti atau malah langsung menolak keinginan anak. Kalau permintaannya kamu rasa wajar, kamu bisa memenuhi permintaannya. Berikan jeda antara saat anak meminta dengan saat kamu memenuhi permintaannya. Hal ini untuk melatih kesabaran anak.

Agar anak tidak tantrum manipulatif, sebaiknya kamu tidak mengumbar janji pada anak karena anak akan selalu ingat janji kamu dan akan menagihnya sampai terpenuhi. Kalau kamu menjanjikan sesuatu tanpa menepatinya, anak justru akan belajar ingkar janji.

Kamu juga perlu memperhatikan tingkah laku dan tangisan anakmu ketika ia mulai menangis karena keinginannya tidak terpenuhi. Dengan mengamati itu, kamu akan tahu perbedaan tangisan anak yang tulus dengan tangisan anak yang manipulatif.

BACA JUGA:

Selain itu, kamu juga harus mengajari anakmu untuk disdiplin. Berikan time out bila anak mulai bertindak destruktif misalnya anak mulai merusak barang-barang di sekitarnya. Kamu bisa memasukkan dia ke dalam kamar dan jelaskan padanya kalau dia tidak boleh merusak dan baru boleh keluar dari kamar setelah tenang. Jika cara itu tidak berhasil, peluk anakmu dan jelaskan kalau perilakunya tidak bisa diterima dan apa yang kamu lakukan adalah bentuk cintamu padanya.

Kemudian, saat anak tantrum di tempat umum sebaiknya kamu membawa anak ke tempat tenang. Bawa anak menjauh dari keramaian dan tunggu sampai anak tenang. Jelaskan padanya kalau dia tidak berhenti merengek, kamu akan mengajaknya pulang.

Saat anak tantrum manipulatif, memang diperlukan ketegasan, ketenangan, dan konsistensi. Kamu juga bisa meminta dukungan anggota keluarga lain, seperti suami, nenek, kakek dan lainnya. Minta mereka untuk tegas terhadap anak tantrum manipulatif. Namun, kuncinya, kamu harus tetap tenang dan sabar saat anakmu tantrum sehingga kamu bisa mengambil tindakan yang tepat dan bijak.

Leave a comment