Siap Hamil (Foto oleh nappy dari Pexels)

Ingin langsung hamil setelah menikah? Sudah benar-benar yakin siap hamil untuk memiliki anak? Atau mau menunda dulu kehadiran buah hati untuk memuaskan saat berdua dengan pasangan?

Pilihan apapun yang kamu ambil setelah menikah sah-sah saja. Tak ada yang lebih baik atau kurang baik. Karena semua dikembalikan pada kesiapan masing-masing pasangan.

Bicarakan dengan pasangan sebelum memutuskan untuk merencanakan kehamilan. Jika masih ragu, ketahuilah 4 tanda istrimu langsung siap hamil setelah menikah berikut ini.

1. Siap Usia
Usia ideal menikah untuk wanita minimal 21 tahun. Batas usia ini bukan tanpa sebab, di usia 21 tahun pertumbuhan tubuh wanita sudah selesai. Organ reproduksi juga sudah matang dan pinggul sudah cukup lebar untuk menjadi jalan lahir bayi. Sehingga ketika hamil dan melahirkan di usia mendekati 22 tahun, calon ibu tidak memiliki risiko persalinan yang besar.

Jika kamu terpaksa menikah sebelum berusia 21 tahun, sebaiknya tunda dulu kehamilanmu dengan menggunakan alat kontrasepsi. Terapkan istilah tahun madu untuk mengganti bulan madu. Persalinan pada wanita di bawah usia 20 tahun bisa memicu kanker servik.

Selain usia minimal, ada batas usia maksimal untuk kehamilan pertama yaitu 35 tahun. Jika kamu menikah mendekati usia tersebut, sebaiknya jangan tunda lagi untuk hamil. Di usia matang tentu pengantin sudah sangat siap menjadi orangtua.

2. Siap Biaya
Biasanya pernikahan membutuhkan banyak biaya. Apalagi jika kamu menggelar resepsi pernikahan yang mewah dan meriah. Tak banyak yang memperhitungkan ada biaya yang harus segara disiapkan setelah menikah. Salah satunya biaya untuk menunjang kehamilan.

Pastikan kamu memiliki cukup tabungan untuk menyambut kehadiran Si Buah Hati. Karena kebutuhan ibu hamil meningkat untuk pemeriksaan kesehatan, asupan gizi, dan persalinan. Jangan sampai kamu tergoopoh-gopoh mencari tambahan dana dan membuat istri yang hamil menjadi galau. Kegalauan dan perasaan tidak aman ini akan mempengaruhi psikologis ibu dan bayi yang ada dalam kandungannya.

BACA JUGA:

3. Siap Fisik
Siapkan fisik calon ibu dengan mengkonsumsi asam folat sebelum menikah. Asam folat direkomendasikan dokter untuk dikonsumsi oleh pasangan yang sedang berencana untuk memulai program hamil. Jika kamu tidak menunda kehamilan setelah menikah, maka konsumsi asam folat ini sudah harus dimulai minimal dua bulan sebelum menikah.

Kebutuhan asam folat untuk wanita yang sedang menjalani program hamil adalah 400 mikrogram (mcg) per harinya. Asupan tersebut perlu dikonsumsi setidaknya sejak sebulan sebelum memulai program hamil. Selama proses perkembangan telur, zat kimia ditambahkan pada beberapa lokasi spesifik dalam DNA dan sangat penting bagi telur untuk secara penuh mendukung perkembangan embrio dan plasenta nantinya. Tak hanya asam folat, nutrisi lain termasuk omega-3 serta vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, selenium, zinc, kalsium, dan zat besi juga baik dikonsumsi untuk meningkatkan kesuburan dan mempersiapkan tubuh dalam menghadapi kehamilan.

4. Siap Mental
Kesehatan mental sering diabaikan karena tidak bisa dilihat wujudnya. Namun, harus dianalisis dari tingkah laku istri. Seorang wanita yang siap hamil memiliki kesabaran yang cukup untuk menghadapi persoalan dalam rumahtangga dan kehidupan seharai-hari. Jika istri bekerja, dia bisa melepas stress pekerjaan ketika di rumah.
Ibu yang tenang mampu mengendalikan diri dan kandungannya.

Meskipun masih dalam kandungan, sebenarnya bayi bisa mendengar dan ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya. Karena itu, kesiapan mental untuk menjalani kehamilan harus disiapkan. Suami memiliki peran penting agar sumber-sumber stress ibu bisa diminimalkan selama hamil.

Tanda kesiapan mental yang paling jelas adalah kesabaran wanita meningkat setelah menikah. Dia tidak lagi mengendalikan emosi ketika marah. Dia bisa memilih dan memilah prioritas dalam rumahtangga. Jika semua tanda tersebut ada pada istrimu, itu artinya dia sudah siap hamil setelah menikah.

Leave a comment