Anak memainkan kemalua (Foto: klikdokter.com)

Seiring bertambahnya usia buah hati, ada saja tingkah lakunya yang baru dan tak jarang membuat bingung. Seperti saat kamu memergokinya sedang memainkan kemaluannya. Dalam situasi seperti ini, orang tua harus bisa mengambil sikap yang tepat.

Ketika kamu memergoki anakmu memainkan kemaluan, hal ini bisa memunculkan kegundahan dan pertanyaan dalam benak para orang tua apakah perilaku itu wajar? Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, kamu wajib tahu perkembangan perilaku seksual anak. Perilaku seksual seorang anak akan terus berkembang sejak bayi hingga dewasa. Perkembangan seksual itu tidak hanya dalam hal perubahan tubuh secara fisik, tetapi juga pandangan atau pemikiran anak mengenai hal-hal seksual.

Perlu dikehatahui, secara umum beberapa hal berikut merupakan contoh perilaku seksual yang terjadi pada anak usia dua hingga enam tahun. Anak akan memegang atau menggosok organ vitalnya di tempat umum atau sendiri, mencoba menyentuh kemaluan saudaranya, memperlihatkan kemaluannya pada orang lain, ingin membuka pakaiannya hingga telanjang, dan ingin duduk dekat dengan orang lain terutama lawan jenis.

Perilaku-perilaku itu biasanya muncul dari rasa penasaran anak tentang anggota tubuhnya, termasuk alat kelamin. Hanya saja ia belum mampu mengutarakan keinginannya dengan jelas. Jangan khawatir, hal tersebut normal dan wajar terjadi pada anak usia 2-6 tahun. Biasanya, anak akan berhenti saat diingatkan atau dialihkan dengan aktivitas lainnya.

Namun, ada perlu kamu waspada terutama bila anak sering melakukannya hingga tidak dapat dialihkan lagi, ia menjadi mudah menjadi marah saat diingatkan, atau tindaknnya sudah menyebabkan iritasi dan luka pada alat kelamin. Karena beberapa perilaku tersebut mengarah pada masalah perilaku seksual dan harus diatasi dengan segera.

Sebagai orang tua, tentu saja kamu ingin bisa bersikap dengan tepat ketika anak berada pada fase tersebut. Meskipun topik seputar seks adalah hal yang kerap dihindari untuk dibicarakan kepada anak, suka tidak suka kamu tetap harus menjelaskannya.

Ada beberapa cara bijak menghadapi perilaku seksual anak yang bisa kamu terapkan.

1. Hal paling penting adalah kamu tetap bersikap tenang. Saat melihat ia memainkan kemaluannya, jangan langsung memarahinya. Perkataan yang keras dengan nada tinggi malah akan membuat anak bingung dan takut.

Kamu harus meyakinkan diri sendiri kalau ini adalah bagian dari perkembangan si buah hati.

2. Pakailah bahasa yang tepat dan sederhana. Jelaskan pada si kecil tentang tubuh dan bagian-bagiannya dengan sederhana.

Ini penting untuk diingat, sebutkanlah dengan nama sebenarnya, bukan jargon atau sebutan yang lain. Misanya, saat memandikan anak, kamu bisa katakan “Ini telinga, ini hidung adik, dan ini penis adik”. Hal ini bertujuan agar ia tidak bingung dan memiliki pemahaman positif terhadap anggota tubuhnya. Sebaiknya kamu juga memberikan edukasi seks sesuai dengan usia anak.

3. Berikan aturan yang jelas. Ajarkan anak kalau kemaluan adalah milik pribadinya sendiri dan hanya ia dan orang tuanya yang boleh menyentuhnya. Ia juga tidak boleh melakukannya di depan umum.

Kenalkan ia dengan rasa malu, contohnya ajarkan ia untuk melepas pakaian hanya di ruang tertutup dan tidak keluar kamar mandi tanpa mengenakan handuk.

4. Batasilah penggunaan gawai pada anak. Pengaruh media sangat besar, terutama dalam hal pandangan dan pengetahuan seksual. Karena itu, sebaiknya kamu tetap mendampingi anak saat menggunakan gawai terutama pada anak berusia 2-6 tahun.

Terapkan kontrol orang tua untuk memastikan anak selalu mendapat informasi yang tepat.

5. Lakukanlah edukasi seks dengan santai dan menyenangkan. Hindari membicarakan topik seks dalam kondisi yang tegang. Bicarakan dengan santai, biarkan anakmu bertanya, dan jawablah dengan tenang. Ciptakanlah hubungan yang menyenangkan dengan anak agar di kemudian hari anak tidak segan dan terbuka padamu. Jangan sampai ia malah mencari jawaban dari sumber yang tidak jelas.

Senang memegang kemaluan merupakan bagian dari perkembangan seksual anak, jadi kamu tak perlu risau. Selalu ingat untuk tetap tenang dan jelaskan baik-baik kepada anak. Namun, ketika ia menunjukkan gejala gangguan perilaku seksual, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar ditangani dengan tepat.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar