Peran Ayah dalam Pengasuhan: Refleksi 2025 dan Langkah Menyiapkan Generasi Siap Nikah 2026

Cover - Peran Ayah dalam Pengasuhan Refleksi 2025 dan Langkah Menyiapkan Generasi Siap Nikah 2026

Table of Contents

Retno Dewanti

Penata KKB Ahli Muda

Direktorat Bina Ketahanan Remaja

Tahun 2025 menjadi penanda penting dalam perjalanan penguatan ketahanan keluarga di Indonesia. Jika selama ini narasi pengasuhan lebih sering dilekatkan pada peran ibu sebagai pengurus domestik sekaligus pengasuh utama maka tahun ini kita menyaksikan perubahan arah yang signifikan. Peran ayah tidak lagi berada di pinggir cerita, melainkan hadir sebagai aktor utama dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak.

Melalui Kemendukbangga/BKKBN, penguatan peran ayah ditegaskan lewat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini menegaskan bahwa pengasuhan bukan semata urusan ibu, tetapi tanggung jawab bersama. Kehadiran ayah yang terlibat secara emosional, komunikatif, dan konsisten terbukti menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan remaja baik secara psikologis, sosial, maupun moral.

Baca Juga: Peran Penting Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

GATI bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan perubahan budaya pengasuhan. Ayah didorong untuk hadir bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendengar, pendamping belajar, teman berdiskusi, dan teladan nilai. Keterlibatan ayah sejak dini terbukti memperkuat ikatan keluarga, menurunkan risiko perilaku berisiko pada remaja, serta membangun rasa aman dan percaya diri anak.

Sejalan dengan itu, edukasi Siap Nikah sepanjang 2025 terus menegaskan pentingnya pencegahan pernikahan anak. Pernikahan bukan sekadar soal romansa, tetapi soal kesiapan. Remaja dan calon pengantin perlu dibekali pemahaman bahwa membangun keluarga membutuhkan persiapan matang sepeti fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga: Bukan Cuma Urusan Ibu, Pengasuhan Anak Harus Seimbang Antara Ayah dan Ibu

Melalui berbagai konten edukatif, Siap Nikah mendorong remaja dan calon pengantin untuk mengecek kesiapan diri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, termasuk kesiapan menjadi orang tua yang kolaboratif ayah dan ibu yang saling mendukung dalam pengasuhan.

BACA JUGA ARTIKEL  Tips Mengatasi Anak Tantrum

Di tahun 2025, Siap Nikah terus menggaungkan pentingnya melihat kesiapan berkeluarga secara utuh melalui 10 dimensi kesiapan yang menjadi cermin bagi remaja dan calon pengantin untuk menilai diri secara jujur: apakah saya sudah siap membangun keluarga, dan siap menjadi ayah atau ibu yang hadir?

Menutup tahun 2025, kita belajar bahwa keluarga tangguh lahir dari kolaborasi. Ketika ayah dan ibu berjalan berdampingan dalam pengasuhan, anak tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat dan berdaya. Selamat berjumpa kembali di tahun 2026. Mari terus melangkah bersama, menyiapkan generasi yang siap nikah, siap mengasuh, dan siap membangun keluarga berkualitas dengan ayah dan ibu yang sama-sama hadir, peduli, dan bertanggung jawab.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
18
+1
9
+1
5
+1
0
Scroll to Top