Peran ayah dalam pengasuhan anak kini semakin mendapat perhatian. Di tengah perubahan pola keluarga modern, keterlibatan ayah tidak lagi sebatas mencari nafkah. Kehadiran ayah secara emosional, komunikasi yang hangat, hingga keterlibatan dalam pengambilan keputusan keluarga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Melalui GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia, kesadaran tentang pentingnya keterlibatan ayah juga semakin digaungkan di Indonesia.
Mengapa Peran Ayah Penting dalam Pengasuhan Anak?
Selama bertahun-tahun, pengasuhan sering dianggap sebagai tugas utama ibu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional, sosial, hingga akademik anak.
Anak yang tumbuh dengan figur ayah yang aktif cenderung memiliki rasa percaya diri lebih baik dan kemampuan sosial yang lebih kuat. Kehadiran ayah juga membantu anak belajar menghadapi tantangan, mengelola emosi, serta membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitar.
Di era digital saat ini, pembahasan tentang fatherless atau minimnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak juga semakin ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya peran ayah, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengasuh yang hadir secara emosional.
Tantangan Budaya Patriarki dalam Peran Ayah
Meski kesadaran mulai meningkat, budaya patriarki masih menjadi tantangan dalam membangun keterlibatan ayah di rumah. Banyak laki-laki dibesarkan dengan anggapan bahwa tugas utama ayah hanyalah bekerja dan memenuhi kebutuhan finansial keluarga.
Akibatnya, pengasuhan sering sepenuhnya dibebankan kepada ibu. Bahkan, aktivitas sederhana seperti mengganti popok, menemani belajar, atau menghadiri acara sekolah anak masih dianggap “bantuan”, bukan tanggung jawab bersama.
Padahal, kondisi sosial terus berubah. Banyak keluarga modern kini menjalani pola dual income, di mana ayah dan ibu sama-sama bekerja. Situasi ini membuat pola pengasuhan yang setara menjadi semakin relevan.
Perubahan ini juga terlihat dari meningkatnya konten parenting di media sosial yang menampilkan ayah aktif mengurus anak. Fenomena tersebut perlahan membantu menggeser pandangan lama tentang peran ayah dalam keluarga.
Mengenal GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan kini tidak hanya menjadi isu keluarga, tetapi juga bagian dari gerakan sosial di Indonesia. Salah satu kampanye yang cukup dikenal adalah GATI.
Apa itu GATI dan tujuan gerakan ini
Melansir dari situs resmi BKKBN, GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia merupakan gerakan yang mendorong ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak dan kehidupan keluarga. Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu.
Melalui GATI, ayah didorong untuk hadir secara fisik maupun emosional dalam kehidupan anak sejak dini.
Peran pemerintah dan komunitas dalam mendorong keterlibatan ayah
Berbagai komunitas parenting dan lembaga pemerintah mulai aktif mengampanyekan pentingnya keterlibatan ayah. Kampanye ini dilakukan melalui seminar keluarga, edukasi digital, hingga kegiatan Hari Ayah Nasional. Selain itu, media sosial juga berperan besar dalam menyebarkan edukasi parenting yang lebih setara dan inklusif.
Contoh aktivitas sederhana dalam GATI yang bisa diterapkan di rumah
Penerapan nilai GATI sebenarnya bisa dimulai dari aktivitas sederhana. Misalnya membacakan cerita sebelum tidur, menemani anak bermain, mengantar sekolah, atau sekadar mendengarkan cerita anak setelah beraktivitas. Konsistensi dalam hal kecil justru sering menjadi fondasi kedekatan emosional antara ayah dan anak.
Bentuk Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Sehari-hari
Keterlibatan ayah tidak selalu harus berupa hal besar. Justru, rutinitas sederhana sehari-hari sering memberi dampak paling kuat bagi anak.
Keterlibatan emosional: hadir, mendengarkan, dan membangun kedekatan
Anak membutuhkan ayah yang hadir secara emosional. Mendengarkan cerita anak tanpa sibuk memainkan ponsel, memberi perhatian saat anak sedih, atau memberikan pelukan sederhana dapat membangun rasa aman pada anak. Kedekatan emosional ini penting untuk membentuk hubungan yang sehat hingga anak tumbuh dewasa.
Keterlibatan praktis: merawat, menemani belajar, hingga bermain bersama
Keterlibatan ayah juga bisa dilakukan melalui aktivitas praktis sehari-hari. Misalnya membantu menyiapkan kebutuhan sekolah, menemani belajar, bermain olahraga bersama, atau ikut mengurus kebutuhan anak di rumah. Aktivitas ini membantu anak merasa diperhatikan dan dicintai oleh kedua orang tuanya.
Keterlibatan dalam pengambilan keputusan keluarga
Ayah yang terlibat dalam pengasuhan biasanya juga aktif berdiskusi mengenai pendidikan, kesehatan, maupun aktivitas anak bersama pasangan. Pola komunikasi seperti ini membantu menciptakan hubungan keluarga yang lebih terbuka dan sehat.
Manfaat Keterlibatan Ayah bagi Anak dan Keluarga

Semakin aktif keterlibatan ayah, semakin besar pula dampak positif yang dirasakan anak maupun keluarga secara keseluruhan. Adapun manfaat tersebut, antara lain:
Meningkatkan kepercayaan diri dan kesehatan mental anak
Anak yang memiliki hubungan dekat dengan ayah cenderung lebih percaya diri dan memiliki kemampuan mengelola emosi yang lebih baik. Kehadiran ayah juga dapat membantu anak merasa lebih aman dan dihargai.
Membentuk hubungan keluarga yang lebih harmonis
Ketika pengasuhan dilakukan bersama, beban ibu menjadi lebih ringan. Hal ini membantu mengurangi konflik rumah tangga dan memperkuat hubungan pasangan. Selain itu, keluarga yang saling bekerja sama dalam pengasuhan biasanya memiliki komunikasi yang lebih sehat.
Menjadi role model positif bagi anak, terutama dalam nilai dan karakter
Ayah merupakan salah satu role model utama bagi anak. Sikap ayah dalam menghargai pasangan, mengelola emosi, hingga menyelesaikan masalah akan menjadi contoh yang direkam anak sejak kecil. Karena itu, keterlibatan ayah tidak hanya memengaruhi masa kecil anak, tetapi juga cara mereka membangun relasi di masa depan.
Cara Memulai Keterlibatan Ayah
Banyak ayah ingin terlibat lebih aktif, tetapi bingung harus mulai dari mana. Padahal, langkah kecil yang dilakukan konsisten sudah sangat berarti.
Mulai dari hal kecil: quality time tanpa distraksi
Luangkan waktu khusus bersama anak tanpa gangguan pekerjaan atau gadget. Tidak perlu lama, yang penting konsisten dan berkualitas.
Komunikasi terbuka dengan pasangan dalam pengasuhan
Diskusikan pembagian peran pengasuhan secara terbuka dengan pasangan. Hindari anggapan bahwa salah satu pihak harus menanggung semuanya sendiri. Dengan pola komunikasi yang sehat, ini membantu ayah dan ibu menjadi tim dalam membesarkan anak.
Mengatur waktu di tengah kesibukan kerja
Kesibukan kerja memang sering menjadi tantangan. Namun, keterlibatan ayah tidak selalu diukur dari durasi, melainkan kualitas kehadiran. Meluangkan waktu untuk makan bersama atau mengobrol sebelum tidur bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Peran Ibu dalam Mendukung Keterlibatan Ayah
Membangun keterlibatan ayah juga membutuhkan dukungan dari pasangan karena pengasuhan yang sehat lahir dari kerja sama, bukan kompetisi.
Menghindari gatekeeping dalam pengasuhan
Gatekeeping adalah kondisi ketika salah satu pasangan terlalu mengontrol pola pengasuhan sehingga pasangan lain merasa tidak dipercaya. Dengan memberi ruang kepada ayah untuk belajar mengurus anak, tindakan ini dapat membantu membangun rasa percaya diri dalam pengasuhan.
Membangun kerja sama tim dalam keluarga
Pengasuhan sebaiknya dipandang sebagai kerja sama tim. Ketika ayah dan ibu saling mendukung, anak juga akan merasakan lingkungan keluarga yang lebih nyaman.
Memberikan ruang bagi ayah untuk belajar dan berkembang
Tidak semua ayah langsung mahir mengasuh anak. Sama seperti ibu, ayah juga membutuhkan proses belajar dan adaptasi. Oleh karena itu, apresiasi terhadap usaha kecil ayah dapat membantu meningkatkan keterlibatan mereka dalam pengasuhan sehari-hari.
Penutup
Peran ayah dalam pengasuhan bukan lagi sekadar pelengkap dalam keluarga modern. Keterlibatan ayah yang aktif dapat membantu membentuk anak yang lebih percaya diri, sehat secara emosional, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis.
Melalui gerakan seperti GATI, masyarakat Indonesia mulai diajak untuk meninggalkan pola patriarki yang membatasi peran ayah di rumah. Ini karena pengasuhan yang sehat membutuhkan kerja sama antara ayah dan ibu.
Jika ingin memahami lebih jauh tentang kesiapan membangun keluarga dan pola pengasuhan yang sehat, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan pakarnya. Kunjungi situs resmi Siap Nikah sekarang juga dan manfaatkan fitur “Konsultasi, Yuk!” untuk berdiskusi lebih lanjut tentang pola pengasuhan dalam keluarga!