Persiapan Menikah (Foto: Pixabay)
Pernikahan butuh persiapan yang matang. Sering kali orang terburu-buru menikah tanpa memertimbangkan hal itu. Apakah kita sudah cukup mengenal calon pasangan kita? Apakah kita bisa menyelesaikan pertengkaran dengan baik? Atau, tidak bertengkar sama sekali? Itu adalah contoh beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab sebelum memutuskan untuk menikah.
Sebab, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kamu menemukan jawaban apakah sudah siap menikah atau belum. Tapi, ada beberapa tanda lain yang juga bisa kamu perhatikan misalnya 10 tanda ini seperti dilansir dari Marriage.
1. Baru sebentar mengenal pasanganmu
Hal pertama yang perlu jadi perhatian yakni seberapa lama kamu menengal calon pasangamnu. Misalnya, kamu baru mengenal pasangan beberapa bulan, tetapi setiap momen bersama rasanya begitu menyenangkan. Rasanya sulit sekali untuk melupakan si dia. Kaku dan calon pasangan tidak mau dipisahkan. Namun, itu bukan berarti cinta. Biasanya, di tahun pertama bersama kamu berada dalam tahap “tergila-gila” dalam hubungan.
Hal pentingnya adalah kamu perlu waktu untuk lebih mengenal seseorang sebelum berkomitmen lewat pernikahan. Membuat keputusan penting dalam hidup ketika sedang tergila-gila dengan pasangan, bisa menjadi sebuah masalah. Berilah dirimu waktu untuk mengenal pasangan lebih jauh sebelum akhirnya memutuskan menikah.
2. Tidak nyaman berbagi rahasia
Pernikahan yang sehat dan penuh cinta dibangun dua orang yang saling mengetahui rahasia satu sama lain, tetapi masih saling mencintai. Jika salah satu dari pasangan atau keduanya masih merahasiakan sesuatu yang signifikan, seperti pernikahan sebelumnya, jejak finansial yang buruk, pernah melakukan kekerasan terhadap pasangan, dan lainnya, maka artinya belum siap menikah dengan orang tersebut. Jika kamu takut pasangan bakal menghakimimu, maka perlu berusaha mengetahui dari mana ketakutan itu berasal.
3. Tidak menyelesaikan pertengkaran
Kalau selama ini pola penyelesaian konflik kamu dan pasangan adalah satu orang mengalah untuk yang lain demi menjaga perdamaian, artinya kamu belum siap untuk menikah. Pasangan yang bahagia belajar untuk mengomunikasikan keluhan mereka dengan bergerak menuju kepuasan bersama atau setidaknya saling memahami sudut pandang.
4. Tidak pernah bertengkar
Tidak pernah bertengkar secara sekilas mungkin terlihat positif dan banyak orang mungkin membanggakan ini kepada teman-temannya. Namun, tidak pernah bertengkar sama sekali bukanlah pertanda baik. Ini artinya kamu dan pasangan belum cukup berkomunikasi tentang hal-hal yang berat. Mungkin saja salah satu di antara kalian takut merusak hubungan dan tidak menyuarakan ketidakpuasannya tentang suatu masalah. Jika belum melihat kemampuanmu dan pasangan dalam mengelola debat yang memanas, maka mungkin kita belum siap untuk menikah.
5. Punya nilai berbeda pada isu penting
Kita mungkin suka menghabiskan waktu dengan pasangan. Namun, semakin kamu mengenalnya, kamu menyadari tidak memiliki nilai-nilai yang sama dalam banyak isu penting, seperti bagaimana mengeluarkan uang dan menabung, bagaimana membesarkan anak, etika pekerjaan, bahkan hingga aktivitas liburan sekalipun. Kamu belum siap menikah jika tidak ada di halaman yang sama dengan pasangan kamu dalam hal nilai-nilai dan etika penting.
6. Masih melirik orang lain
Mungkin saja kamu menyembunyikan komunikasi intim dengan mantan kekasih atau masih menggoda teman kantor, seolah perhatian dari satu orang saja tidak cukup. Jika kamu masih merasa perlu validasi terus-menerus dari orang lain selain orang yang akan jadi pasangan hidup, artinya kamu belum siap untuk menikah.
Sebetulnya, wajar saja jika kamu masih mengapresiasi kualitas orang lain selain pasangan. Namun, kamu harus siap berkomitmen secara emosional dan fisik kepada pasangan.
7. Tidak yakin akan setia
Mungkin saja kamu bisa berhubungan baik dengan pasangan, tapi kamu merasa ingin mengencani beberapa tipe orang berbeda sebelum berkomitmen pada satu orang. Tidak ada alasan untuk terburu-buru menikah jika kita hanya akan menyesal di kemudian hari karena kamu masih ingin bermain-main dan belum bisa berkomitmen dengan satu orang saja.
8. Tidak suka berkompromi
Kamu sudah lama sendiri dan tahu bagaimana kamu menyukai lingkungan rumahmu, misalnya rapi sepanjang waktu, punya rutinitas pagi tertentu, hingga kebiasaan liburan sendiri. Setelah jatuh cinta dengan seseorang dan menghabiskan banyak waktu dengannya, kamu menemukan kebiasaan pasangan kamu tidak persis sama. Tapi, kamu tidak nyaman mengubah gaya hidup untuk berbaur dengannya. Jika masalahnya adalah sulit berkompromi, itu adalah salah satu tanda kamu belum siap tidak menikah yang paling menonjol.
9. Tekanan lingkungan
Semakin bertambahnya usia, rasanya pernikahan teman-teman sekitar semakin banyak. Ketika hadir ke pernikahan mereka, kamu rasanya capek mendengar pertanyaan “Kapan menikah?” Kalau kamu merasa tertinggal hanya karena teman-teman sudah menikah, cobalah memperluas lingkup pertemanan termasuk dengan orang-orang yang belum menikah.
Jika motivasi menikah hanya karena teman-teman sudah menikah, artinya kamu jelas belum siap untuk menikah dan hanya menginginkannya akibat tekanan lingkungan.
10. Berpikir pasangan bakal berubah
Kamu ingin menikahi orang yang menjadi pasangan, bukan orang yang kamu bayangkan. Meski kebanyakan orang mengalami beberapa perubahan saat tumbuh dewasa, secara mendasar mereka sebetulnya tidak berubah.
Siapa pun pasangan saat ini, sosok itulah orang yang akan selalu ada. Kalau kamu berpikir pasangan bakal berubah menjadi seseorang yang kamu inginkan, misalnya lebih bertanggung jawab, lebih peduli, atau lebih perhatian, adalah kesalahan besar. Seseorang tidak akan berubah hanya karena mereka menikah.
Itulah tanda yang bisa kamu amati untuk mengukur sejauh mana kesiapanmu dalam menikah. Pastikan kami benar-benar siap sebelum mengikat komitmen seumur hidup ini. Masih ragu? Kamu bisa isi Kalkulator Siap Nikah untuk melihat kesiapanmu dan pasangan.

Leave a comment