Setelah menikah, pertanyaan yang sering ditanyakan pada pasangan adalah ‘Sudah hamil belum?’.  Pernikahan sendiri sudah menelan banyak biaya hingga menghabiskan tabungan. Yakin sudah siap hamil? Yuk cek kesiapanmu dulu untuk menjadi orangtua setelah menikah.

Persiapan menjadi orangtua sebaiknya dilakukan sebelum benar-benar hamil. Lebih baik lagi, jika calon orang tua sudah mulai menyiapkannya setelah menikah (sebelum dinyatakan hamil).  Mengapa?

Karena persiapan hamil idealnya dimulai dengan menambah asupan nutrisi yang mengandung asam folat salama 1-3 bulan. Tes laboratorium sebelum hamil untuk mengetahui resiko kesehatan yang bisa mengganggu proses kehamilan dan perkembangan janin.

1.000 hari ini dihitung sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun bukan dimulai setelah bayi lahir. Mengapa orangtua harus mempersiapkan nutrisi anak sejak dalam kandungan? Karena setiap orangtua pasti berharap mendapat keturunan yang cerdas dan sempurna fisiknya.

Pembentukan pola kecerdasan dan tubuh anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Makanan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak, jadi kekurangan nutrisi di masa hamil akan berdampak pada masa depan anak.

Saat hamil, kebutuhan gizi meningkat khususnya energi, protein, serta beberapa vitamin dan mineral sehingga ibu harus memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsinya. Pada kehamilan trimester pertama terjadi proses pembentukan organ-organ penting seperti otak, mata, jantung, ginjal, hati, saluran pencernaan, paru-paru, tulang, tangan atau lengan, kaki, dan organ tubuh lainnya.

Pada trimester kedua, organ-organ yang sudah terbentuk mulai berfungsi. Dengan begitu, berat janin mulai bertambah. Pada trimester ketiga, berat janin mulai bertambah dengan pesat, organ mulai matang bersiap untuk kehidupan di luar kandungan.

Karena itu secara finansial, kesiapan hamil bukan cuma dihitung dari biaya persalinan saja. Tetapi juga kebutuhan ibu hamil harus masuk dalam kesiapan hamil.

Dana yang Harus Disiapkan

Nutrisi untuk calon ibu harus dipersiapkan dengan menambahkan asam folat. Asam folat dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari. Jika diperlukan, bisa dengan menambah suplemen asam folat atau susu sebelum kehamilan. Masukkan biaya nutrisi ini untuk menunjang kehamilan.

Setelah hamil, biaya akan bertambah untuk kontrol dan konsultasi ke dokter. Kontrol juga bisa dilakukan di Bidan. Biayanya tergantung pada kenyamana ibu hamil. Apakah dia ingin periksa di bidan, dokter, atau rumah sakit. Tentu masing-masing pilihan memiliki standart pembayaran yang berbeda-beda.

Saat periksa pertama inilah, orangtua bisa menaksir biaya periksa dan persalinan. Jangan ragu untuk bertanya segala kemungkinan dan biayanya. Dengan begitu, kamu bisa membuat taksiran biaya hamil hingga persalinan. Jadi rentan waktu 9 bulan bisa digunakan untuk menutup tabungan jika kurang.

Pertimbangkan juga asuransi yang dimiliki. Rumah sakit mana yang menerima asuransi tersebut, biaya apa saja yang akan ditanggung, kejelasan ini akan membuat calon ibu merasa nyaman dan tenang sepanjang kehamilannya.

Karena kebutuhan hamil bukan cuma persalinan, teruslah berhemat. Ibu hamil tentu juga membutuhkan baju tambahan seiring bertambahnya usia kehamilan. Sehingga, selain untuk belanja kebutuhan bayi alokasikan juga belanja untuk kebutuhan si Ibu.

Berhemat

Sudah tahu kan kebutuhan untuk hamil? Kini saatnya untuk berhemat. Salah satunya dengan memangkas biaya pengeluaran rumah tangga yang nggak penting selama menjalani masa kehamilan. Kurangi frekuensi refreshing seperti makan di luar, nonton, atau jalan-jalan. Alihkan biayanya ke dalam tabungan, jangan diambil kecuali darurat.

Biasanya akan ada kerabat yang memberikan warisan perlengkapan bayi dan ibu melahirkan. Pakaian bayi biasanya hanya dipakai sebentar saja. Jadi, nggak usah gengsi atau malu, toh mereka akan memberikan barang yang masih layak dipakai. Setidaknya ini salah satu bentuk menghemat pengeluaran biaya melahirkan.

Jadi seberapa siap kamu hamil? Jangan siap di bibir saja ya bilang siap hamil, siapkan juga jiwa, raga, dan biayanya. Plus, di masa pandemi corona ini sebaiknya tunda dulu rencana hamilmu. Cek dulu resiko yang membayangi ibu hamil di masa pandemi corona ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Bagikan pada teman-teman yang sedang progam hamil ya.

 

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar