Hemat listrik saat ekonomi resesi (Gambar oleh Comfreak dari Pixabay)

Belum ada seorang pun yang bisa memperkirakan kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Yang sudah pasti adalah perekonomian hampir seluruh negara di dunia sudah terhempas badai ekonomi resesi karena wabah besar di abad 21 ini.

Jadi, selain menjaga kesehatan tubuh, sebaiknya kamu juga tetap bersemangat menjaga kesehatan keuangan. Salah satu caranya adalah dengan menghemat pengeluaran sehingga pendapatan yang kamu miliki saat ini masih mencukupi untuk menutup kebutuhan sehari-hari dan mengisi saldo tabungan.

Salah satu pos pengeluaran yang bisa kamu hemat adalah pengeluaran listrik baik listrik prabayar maupun pascabayar. Apa saja tips penghematan listrik yang bisa kamu terapkan? Yuk, cek di sini:

  1. Matikan lampu yang tidak digunakan

Ini sebenarnya langkah sederhana namun sayangnya sering diremehkan. Padahal bila dilakukan secara konsisten dan disiplin, bisa membantu kamu berhemat lho. Lampu yang terus dibiarkan menyala kendati sebuah ruangan di rumah tidak digunakan, akan terus menyedot listrik yang kamu miliki.

Maka itu, biasakan mematikan lampu di ruangan-ruangan yang tidak lagi kamu gunakan. Misalnya, saat waktu tidur tiba, ruang tamu dan ruang kerja sudah tidak lagi digunakan, matikan saja lampunya sehingga konsumsi listrik tidak sia-sia.

  1. Cabut steker dari stop kontak setelah tak terpakai

Membiarkan steker menancap terus menerus di stop kontak/ terminal/multiplug, bukan hanya berisiko merusak peralatan elektronik kamu. Steker yang terus tertancap juga mengonsumsi terus menerus listrik kamu. Kabel laptop yang tertancap di steker mengonsumsi listrik sekitar 50 watt per jam. Adapun computer meja atau desktop memakan listrik sekitar 20 watt per jam. Charger ponsel sekitar 1 watt per jam. Begitu juga steker televisi yang bisa memakan 15 watt per jam.

BACA JUGA:

  1. Ganti lampu biasa dengan LED

Langkah berhemat listrik yang satu ini memang membutuhkan modal cukup besar. Pasalnya, harga lampu jenis LED lebih mahal dibandingkan lampu biasa. Namun, efek penghematannya akan terasa dalam jangkapanjang. Sebagai gambaran, lampu LED merek tertentu berkapasitas 7 watt bisa setara dengan bohlam biasa berdaya 60 watt. Jadi, bila kamu ingin menghemat listrik dalam jangka panjang, gunakan lampu jenis LED saja ketimbang lampu biasa.

  1. Atur pemakaian alat elektronik berdaya besar

Beberapa alat elektronik menyedot konsumsi listrik sangat besar. Mulai dari pendingin udara atau AC, pompa air, water heater hingga oven dan pengering pakaian. Kamu bisa menghemat konsumsi listrik dengan mengatur pemakaiannya. Misalnya, untuk mesin cuci, kamu gunakan 3 kali dalam sepekan saja.

Atau untuk AC cukup dinyalakan di malam hari saat tidur dan gunakan timer agar bisa mati sendiri kala udara sudah cukup sejuk. Begitu juga untuk pompa listrik, kamu bisa siasati dengan memiliki tandon ukuran besar untuk menampung air sehingga tidak perlu berkali-kali menyalakan pompa listrik. Dengan tips di atas kamu bisa hemat pengeluaran di masa ekonomi resesi.

Leave a comment