Tadisi Henna (Foto: IG @meremehndi)

Malam pemakaian henna merupakan tradisi membubuhkan daun pacar ke beberapa bagian tubuh calon pengantin, biasanya dilakukan di tangan dan kaki, dengan menggunakan motif yang menarik sebagai bagian dari persiapan pernikahannya. Rupanya penggunaan henna juga kental dalam pernikahan adat Indonesia seperti pada adat Minangkabau, Bugis, dan Aceh.

Dalam balutan gaun pengantin, mempelai wanita pun terlihat cantik dengan hiasan henna pada tubuhnya di hari istimewa. Budaya pemakaian henna di malam sebelum pernikahan, bisa ditemui di beberapa tradisi pernikahan Arab, Mesir dan Indonesia. Di Indonesia biasanya menggunakan bahan alami berupa daun pacar yang ditumbuk dan menghasilkan warna merah yang khas.

Berikut beberapa tradisi penggunaan henna dalam pernikahan adat di Indonesia.

1. Malam Bainai dari Minangkabau
Malam Bainai dari Minangkabau sudah tidak asing lagi. Malam Bainai dikenal juga sebagai malam seribu harapan, seribu doa bagi calon mempelai wanita yang akan melangsungkan pernikahan di keesokan harinya. Tumbukan daun inai atau daun pacar, ditorehkan pada kuku calon mempelai oleh orang tua, kerabat dekat dan orang-orang terkasih lainnya.

2. Mapacci dari Bugis
Mapacci dari Bugis-Makassar juga melakukan prosesi ini. Daun pacar dianggap memiliki sifat magis dan melambangkan kesucian. Menjelang pernikahan, biasanya diadakan Wenni Mappaci (Bugis) atau Akkorontigi (Makassar) yang artinya malam mensucikan diri dengan meletakkan tumbukan daun pacar ke tangan calon mempelai. Kerabat yang diminta untuk meletakkan daun pacar adalah mereka yang memiliki kehidupan rumah tangga langgeng dan bahagia. Diharapkan calon pengantin juga dapat mewujudkan kehidupan pernikahan yang bahagia juga.

3. Malam Bohgaca dadi Aceh
Ada pula, Malam Bohgaca dari Aceh. Biasanya dilakukan sehari sebelum akad nikah berlangsung. Daun pacar atau inai melambangkan istri sebagai obat pelipur lara sekaligus sebagai perhiasan rumah tangga. Daun pacar yang sudah di lepas dari tangkainya, ditempatkan dalam piring besar kemudian ditumbuk. Daun pacar ini akan dipakaikan beberapa kali sampai menghasilkan warna kemerahan yang terlihat natural.

Setiap simbol yang digambarkan pada prosesi ini memang memiliki arti masing-masing. Mulai dari posisi dan bentuk motif atau gambar yang dibubuhkan.

BAGA JUGA: Unik, 5 Tradisi Pernikahan Ini Cuma Ada di Indonesia

Awalnya malam henna adalah acara ketika tangan pengantin dihias pacar dengan motif yang rumit dan unik. Namun, malam henna juga kerap dilakukan pada pernikahan modern. Malam henna kini kerap disamakan dengan bridal shower yang menjadi perayaan calon pengantin wanita bersama sahabat terdekatnya.

Acara ini biasanya dibatasi hanya untuk sahabat terdekat dan keluarga pengantin sebelum akhirnya menjalani hidup yang baru. Mereka diajak mengikuti prosesnya dan dihibur dengan tarian dan makanan yang dihidangkan. Biasanya malam henna digelar dua atau tiga hari sebelum pernikahan agar henna yang dibuat hiasan ini meresap di kulit dan nampak indah saat hari pernikahan.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar