Memiliki keturunan adalah salah satu tujuan dalam rumah tangga. Tentang jenis kelamin, pada anak pertama biasanya orangtua tidak mempermasalahkan. Namun, untuk anak kedua, orangtua biasanya ingin merencanakan hamil anak dengan jenis kelamin berbeda dari anak pertama.

Memangnya bisa merencanakan jenis kelamin anak? Bisa diusahakan kok! Dan ini sangat alami. Perencanaan jenis kelamin ini menggunakan metode hitung masa subur.

Suami istri yang ingin memiliki keturunan dapat mencatat tanggal pertama haid istri. Cacatan ini digunakan untuk menghitung masa ovulasi yang tepat. Keterlibatan suami dalam perencanaan kehamilan ini sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin, kelak ketika mengandung.

Menurut Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), untuk merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin anak sesuai keinginan, bisa mengacu pada penelitian yang memberikan dasar waktu yang tepat untuk berhubungan suami istri. “Sperma dengan kromosom X nantinya akan menjadi laki-laki itu berjalannya cepat dan tidak tahan lama, hanya mampu bertahan 24 jam dalam saluran reproduksi perempuan. Kalau sperma untuk anak perempuan itu kromosomnya Y dan jalannya lenggak-lenggok. Dia bisa bertahan hingga 3X24 jam di saluran reproduksi wanita,” terangnya.

Berdasarkan penelitian tersebut, waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar memiliki anak perempuan adalah beberapa hari sebelum masa subur, maka kemungkinannya bisa punya anak perempuan.

“Kalau mau anak perempuan, berhubungan badan dua hari sebelum subur. Sedangkan untuk anak laki-laki hubungan badan dilakukan tepat saat masa subur. Ini sangat ilmiah ya, berdasarkan dengan masa hidupnya sperma,” papar dr Hasto.

Menghitung Masa Subur

Masa subur adalah masa pelepasan sel telur yang telah matang ke saluran tuba falopi. Sel telur akan menunggu sperma untuk siap dibuahi. Pada masa ini, kemungkinan terjadi kehamilan sangat tinggi.

Untuk menghitung masa subur bisa menggunakan sistem kalender. Sistem ini bisa tepat digunakan untuk perempuan yang memiliki siklus menstruasi teratur, sehingga diperlukan catatan hari pertama menstruasi dari bulan ke bulan untuk memastikannya. Jarak hari dari menstruasi bulan pertama ke bulan berikutnya disebut siklus masa haid.

Jika siklus masa haid mendekati 21 hari maka disebut dengan siklus pendek. Sedangkan, jarak yang mendekati 35 hari disebut dengan siklus panjang. Untuk Kamu yang berada di siklus pendek, maka bisa dikurangi dengan angka 18, sedangkan untuk yang siklus panjang bisa dikurangi dengan angka 11. Puncak masa subur secara umum, biasanya terjadi di hari ke-13 dan ke-14 setelah masa haid berakhir.

BACA JUGA:

Ciri-Ciri Masa Subur

Selain menggunakan kalender, masa subur perempuan dapat diketahui dari tanda-tanda fisik perempuan. Ciri-ciri ini akan berulang setiap siklusnya. Jadi yang diperlukan dalam perencanaan kehamilan adalah  adalah ketelitian pasangan suami istri untuk mengetahui ciri-ciri masa subur. Berikut ciri-ciri masa subur:

  1. Nyeri Payudara

Ketika perempuan memasuki masa subur, payudara akan terasa nyeri dan mengeras. Nyeri pada masa ovulasi berbeda dengan nyeri akibat beberapa faktor lain. Nyeri payudara di masa subur muncul setelah masa haid berakhir dan hanya dirasakan beberapa saat saja.

  1. Keluar Cairan Bening pada Vagina

Pada saat masa ovulasi, vagina akan mengeluarkan cairan bening yang mirip dengan putih telur. Cairan bening ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang diproduksi untuk mempermudah gerakan sperma di dalam rahim. Ini sebabnya masa subur menjadi masa emas untuk proses pembuahan maksimal untuk progam hamil.

Selain keluarnya cairan bening, biasanya akan disertai dengan adanya bercak kecokelatan yang menempel pada pakaian dalam. Bercak kecokelatan ini merupakan folikel telur yang akan melepaskan dirinya untuk menyambut pembuahan. Jadi, jika kamu mengeluarkan cairan bening yang disertai dengan adanya bercak kecokelatan, maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang dalam masa subur.

  1. Nyeri Perut Bagian Bawah

Proses ovulasi menyebabkan sakit perut bagian bawah kanan kiri yang disebut sensasi dari Mittelschmerz. Selain itu, perut kembung dan rasa mual juga sering mengikuti masa subur. Hal ini disebabkan adanya peningkatan pada retensi air akibat meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh. Namun durasinya tidak lama, hanya berlangsung beberapa menit atau jam saja. Keluhan sakit perut dan mual ini terjadi secara tiba-tiba dan bisa menghilang begitu saja tanpa harus diobati.

  1. Gairah Seksual Meningkat

Biasanya suami lebih banyak menginisiasi hubungan seksual. Namun pada masa subur, istri kemungkinan akan lebih agresif karena gairah seksual meningkat. Biasanya wanita yang sedang dalam masa subur memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seks yang lebih tinggi.

Ketika wanita dalam masa ovulasi, maka posisi rahim akan lebih terbuka. Hal ini akan membuat bagian vagina lebih lembut daripada hari biasanya. Vagina juga banyak memproduksi cairan pelumas akibat sekresi yang terjadi sehingga bisa mengurangi rasa sakit ketika berhubungan seks. Banyaknya cairan bening yang keluar membuat istri lebih cepat basah saat melakukan hubungan seks dengan pasangan.

  1. Mual dan Sakit Kepala

Ada sekitar 20 persen dari wanita dewasa yang merasakan sakit kepala atau migrain hingga  menstruasi berakhir. Kondisi ini bisa disebabkan karena melonjaknya hormon yang berimbas pada fluktuasi hormon dan menyebabkan sakit di bagian kepala. Selain sakit kepala, rasa mual di pertengahan bulan setelah masa haidnya berakhir juga menjadi tanda bahwa ia sedang dalam masa ovulasi atau masa subur.

  1. Indera Penciuman Sensitif

Beberapa wanita akan merasakan indera penciumannya lebih tajam dibanding hari-hari lainnya. Apalagi jika kondisi tersebut terjadi setelah siklus haid berakhir. Aroma masakan mungkin akan terasa tajam dibanding hari-hari biasanya.

Setelah mengetahui tanda-tanda masa subur, kamu dan pasangan dapat merencanakan hamil anak perempuan. Lakukan hubungan seks dua hari menjelang puncak masa subur. Libatkan suami untuk persiapan ini agar tambah harmonis. Jangan lupa konsumsi asam folat untuk persiapan kehamilan.

Leave a comment