Pengantin Paham Stunting (Foto: Pexels)

Pemahaman dan persiapan kehamilan setelah menikah seharusnya menjadi konsentrasi yang penting bagi calon pengantin. Setelah memulai hubungan suami istri, secara otomatis harus bersiap menyambut kehamilan, kecuali jika memang ditunda dari awal. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah weight faltering yang bisa menyebabkan stunting.

Istilah weight faltering digunakan untuk menggambarkan kondisi anak yang memiliki berat badan di bawah standar. Bayi yang tidak cukup mendapatkan ASI dapat mengalami weight faltering. Kamu perlu mengenali kondisi ini lebih jauh karena bisa meningkatkan risiko stunting pada anak.

Dilansir dari Klikdokter, dalam banyak kasus, weight faltering terjadi pada anak-anak berusia 4 bulan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terjadi berkelanjutan, karena dapat menyebabkan anak stunting atau gagal tumbuh.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali penyebab weight faltering beserta gejala dan cara mengatasinya.

Tidak tercapainya berat badan ideal pada si kecil berkaitan erat dengan kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi. Berbagai faktor yang mempengaruhi hal tersebut, di antaranya menyusui atau pemberian susu botol yang tidak efektif. Anak menolak diberi ASI. Gangguan fisik yang mempengaruhi pemberian makan. Pola atau rutinitas makan yang tidak adekuat. Kurangnya bonding antara orang tua dan anak.

dr. Theresia Rina Yunita mengungkapkan penyebab weight faltering sebenarnya terbagi menjadi dua faktor utama, yaitu input kurang dan output meningkat. “Input biasanya disebabkan pemberian ASI yang kurang. Sementara itu, output yang meningkat biasanya disebabkan adanya penyakit infeksi atau kelainan bawaan pada anak,” ucap dr. Theresia.

Karena kondisi tersebut, weight faltering memiliki gejala utama berupa berat badan anak naik sangat lambat atau tidak bertambah sama sekali. Dalam beberapa kasus, weight faltering juga bisa ditandai dengan berat badan anak yang menurun signifikan.

BACA JUGA: Penurunan Angka Stunting Butuh Kerja Sama dan Kolaborasi Semua Pihak

Orang tua patut curiga jika bayi kehilangan 10% berat badannya pada minggu pertama kehidupan. Guna memastikan kondisi, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan si kecil ke dokter anak.

dr. Theresia Rina menyebutkan cara paling tepat untuk mengatasi weight faltering adalah dengan mencari tahu penyebabnya. Agar tidak salah kaprah, hal ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Dokter mungkin menawarkan langkah-langkah dukungan makan, seperti pemberian asupan susu formula atau makanan padat pelengkap untuk bayi usia MPASI.

Untuk bayi yang belum MPASI, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk memberikan ASI dengan lebih maksimal lagi. Dalam hal ini, dokter biasanya turut memberikan saran kepada ibu perihal menyusui dan meningkatkan suplai ASI.

“Jika penyebabnya karena input, cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan kualitas ASI. Bisa juga dengan menambah frekuensi serta jumlah pemberian ASI. Apabila disebabkan output, cara mengatasinya mesti disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Hal ini bisa diketahui dengan memeriksakan si kecil ke dokter anak,” kata dia.

Dalam kasus weight faltering yang parah, di mana pertumbuhan anak terus turun dan sulit diatasi, penggunaan selang medis untuk memberikan makanan kepada si kecil mungkin diperlukan.

dr. Theresia menyarankan untuk mencegah weight faltering pada si kecil, orang tua sebaiknya melakukan monitoring berat badan anak setiap bulannya. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter atau bidan secara berkala.

Jika nantinya ditemukan kecurigaan weight faltering, tim medis bisa segera mencari tahu penyebab dan cara terbaik mengatasinya. Hal ini membuat si kecil terhindar dari dampak buruk kondisi tersebut.

Kenali tanda-tanda weight faltering pada si buah hati. Jika menemukannya, segera periksakan lebih lanjut kepada dokter agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan. Dengan demikian, si kecil bisa terhindar dari risiko stunting.

Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
+1
2
+1
5
+1
0
+1
0

Tinggalkan Komentar